Oktoberfest: Sejarah Festival Beer Terbesar

03-10-2016 06:10:38 By Rasyid Hadi
img

Selamat datang bulan Oktotber, tidak terasa sudah bulan ke 10 di tahun 2016. Bagaimana awal Oktober yang ceria ini? Kali ini JakartaVenue akan membahas tentang Oktoberfest, agar awal oktobermu ini dapat meriah dan selalu ceria seperti festival yang satu ini. Oktoberfest adalah festival musim gugur tahunan yang berlangsung di Munich, Jerman. Festival ini identik dengan sajian bir dalam jumlah besar beserta berbagai makanan tradisional Jerman, serta banyak kegembiraan lainnya. munich-1201581_1920 Tradisi ini berasal dari awal 1800-an, tepatnya pada tanggal 12 Oktober 1810, Ludwig sang Putra Mahkota (yang selanjutnya menjadi Raja Ludwig I) menikah dengan Putri Therese dari Sachsen-Hildburghausen. Seluruh warga Muenchen diundang hadir untuk merayakan pernikahan tersebut, dan perayaan kerajaan tersebut diadakan di lapangan yang terletak di depan gerbang kota. Lapangan tersebut akhirnya dinamakan Theresienwiese (Lapangan Therese) untuk menghormati sang putri mahkota, namun akhirnya para penduduk lokal menyingkat nama lapangan tersebut menjadi "Wies'n". Pacuan kuda diadakan oleh keluarga kerajaan untuk menandai ditutupnya perayaan yang dirayakan oleh seluruh warga Bayern. Keputusan untuk mengulang adanya pacuan kuda di tahun-tahun berikutnya inilah yang melahirkan tradisi Oktoberfest. people-1284516_1920 Oktoberfest di Jerman umumnya diadakan selama 16-18 hari dari pertengahan September sampai awal Oktober. Dirayakan di Munich selama lebih dari 16 hari dan menjadi daya tarik wisata kota paling menguntungkan, menghasilkan lebih dari 450 juta Euro pada tahun 2009 dan telah berkembang menjadi festival bir terbesar di dunia. Oktoberfest dapat menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahun. Banyak pengunjung juga mengenakan pakaian tradisional Bavaria untuk lebih mendapatkan semangat Oktoberfest. Karena itu, kontes kostum sering diadakan. Sering juga para musisi berpanggung untuk meramaikan suasana dengan lagu-lagu tradisional dan kontemporer. Beberapa orang lokal suka juga memakai baju tradisional Bavaria dalam rangka Oktoberfest. oktoberfest-474209_1920 Pusat penyelenggaraan Oktoberfest modern berada Theresienwiese atau “lapangan Therese.” Tenda besar didirikan di lapangan oleh banyak pabrik bir terkenal Jerman yang menyajikannya kepada pengunjung. Berbagai tenda juga menyajikan pertunjukan musik di mana pengunjung bisa mendengarkan musik sambil mencicipi bir serta menikmati berbagai makanan. Salah satu fitur khas Oktoberfest adalah bir berwarna gelap dan kaya yang disebut Maß, yang secara tradisional disajikan dalam wadah berukuran satu liter. oktoberfest-535122_1920 Oktoberfest memang lahir dan diciptakan bangsa Jerman. Namun tidak ada hukum yang melarang orang untuk bersenang-senang dan membuat suatu acara yang sifatnya festive dengan mengatasnamakan bir. Beer Festival sudah menjadi seperti sebuah ritual yang wajib dirayakan setiap tahunnya oleh para pecinta bir. Berkaca pada tradisi Bavarian dan Oktoberfest-nya, maka kini banyak kota-kota di luar Munich maupun negara di luar Jerman yang membuat sendiri festival birnya. Selebrasi Oktoberfest memang sudah menjadi ritual tahunan penikmat bir di sini selama beberapa tahun terakhir ini, tidak terkecuali juga di Indonesia, namun disini biasanya hanya dirayakan secara kecil-kecilan di beberapa signature bar Jerman atau di tempat lain yang memang menyediakan bir.