Berhati-hati Lah Terhadap Sindrom Text Neck

27-09-2016 12:09:45 By Rasyid Hadi
img

Jika kamu adalah seorang pekerja digital media atau aktivis media sosial, maka kamu Hampir 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, tidak bisa lepas dari menundukkan kepala untuk texting dan membaca tulisan dari gadgetmu. Berhati hatilah akan bahayanya 'text neck' atau biasa disebut juga 'anterior head syndrome'. Dr. Chris Cornett, seorang ahli bedah ortopedi dan tulang belakang dari University of Nebraska Medical Center mengungkapkan bahwa masyarakat kini menjadi sangat fokus pada gadgetnya. Akibatnya, mereka tak sadar bahwa leher dan punggung atasnya berada dalam posisi abnormal dalam waktu yang lama, cukup lama sehingga muncul istilah ‘text neck’ yang merupakan satu gangguan nyeri akibat kesalahan postural. Sindrom text neck adalah sekumpulan gejala akibat ‘overuse’ atau penggunaan berlebihan otot-otot daerah kepala, leher dan pundak, biasanya akibat tarikan tulang belakang selama penggunaan perangkat genggam seperti telepon selular pintar, pemutar mp3, tablet atau e-reader. Saat tubuh berada pada postur abnormal, otot akan bekerja terlalu keras. Akibatnya, otot akan mudah lelah, kram, hingga timbul sakit kepala. [caption id="attachment_14978" align="aligncenter" width="800"]fhp-neck-sofa-beforeafter pastikan posisi duduk dan melihat hp dengan benar, agar terhindar dari 'text neck'[/caption] Timbulnya gejala sakit pada bagian leher pada umumnya disebabkan oleh posisi tubuh, leher, serta kepala tertarik ke arah depan sehingga menunduk dalam jangka waktu yang lama sehingga menimbulkan peregangan pada leher. Leher tersebut jika dibiarkan dapat menimbulkan kerusakan artitis permanen karena posisi lengkungan alami leher mengalami gangguan. Pada umumnya para pasien mengeluhkan sakit dan nyeri pada bagian lengan, tangan, pundak, leher, hingga kepala. Ahli bedah yang bekerja di Departemen Bedah dan Rehabilitasi di UNMC ini menyarankan beberapa cara untuk memgurangi text neck, yaitu:

  1. Memodifikasi posisi gadget. Hindari posisi gadget yang memaksa anda menunduk, letakkan ia sebegitu rupa sehingga berada netral sejajar mata (eye level) anda.
  2. Ambillah rehat secara periodik. Hentikan kebiasaan bergadget seharian, dan memaksakan diri meneruskan pekerjaan hingga berjam-jam. Para ahli kesehatan kerja menyarankan setiap 1 jam posisi kerja harus diubah, atau berhenti sejenak untuk pelemasan otot. Paksakan diri untuk rehat, atau mengganti posisi sesekali.
  3. Berolahraga rutin di luar waktu kerja. Punggung dan leher yang kuat, flexibel akan membantu anda mengatasi posisi abnormal harian dalam bekerja sehingga mengurangi keluhan sendi serta otot.