Ini Kisah Tiga Dara: Karya Segar Terbaru Dari Nia Dinata

04-09-2016 05:09:42 By Yehezkiel Sihombing
img

Nia Dinata kembali lagi. Seperti biasa, karya-karyanya berbicara mengenai cinta, yang tentunya dalam bingkai drama. Dengan judul “Ini Kisah Tiga Dara,” film terbarunya ini sejatinya terinspirasi dari karya legenda sutradara Usmar Izmail di tahun 1956 yang berjudul “Tiga Dara”. Selalu ada anomali soal cinta dan pernikahan pada karya-karya Nia Dinata. Jika pada film “Arisan!” ia berbicara mengenai hubungan asmara sesama jenis, dan poligami pada “Berbagi Suami,” lain halnya dengan “Ini Kisah Tiga Dara” yang polemik utamanya muncul dari paksaan untuk menikah. Oma (Titiek Puspa) tidak lagi tahan melihat ketiga cucu wanitanya masih saja melajang. Terlebih lagi si sulung Gendis (Shanty Pardede) yang sudah genap berusia 32 tahun. Lain halnya dengan Gendis, kedua adiknya Ella (Tara Basro), dan Bebe (Tatyana Akman) justru lebih gesit dalam mencari cinta. Beragam kisah asmara terjadi ketika ketiganya harus kembali dari Jakarta ke Maumere untuk kembali menjalankan bisnis hotel keluarganya. Bukannya memecahkan kebuntuan impian sang Oma, kisah asmara mereka malah sering membuat geleng-geleng kepala. Ini Kisah Tiga Dara merupakan film musikal. Di mana lagu-lagu pada setiap adegannya memang dinyanyikan oleh para pemerannya. Lirik-lirik yang dilagukan terbilang Segar. Adegan musikalnya juga tidak terduga. Seperti mengomentari macetnya Jakarta dari dalam taksi, menceritakan pasar geliting lewat lagu yang ceria, sampai senandung elegi soal impian dan pernikahan berlatarkan keindahan bukit di pinggir pantai. [embed]https://www.youtube.com/watch?v=BXUDHVTMm1Q[/embed] Ada begitu banyak kejutan dalam Ini Kisah Tiga Dara. Yang paling kontroversial adalah tingkah laku si bungsu Bebe yang diperankan dengan sangat baik oleh Tatyana Akman. Dalam film ini ada banyak adegan (terlalu) mesra yang ia lakukan dengan sang kekasih. Bahkan di akhir cerita, tingkah lakunya nakalnya berbuah hasil yang menggelitik. Seperti black comedy yang mengundang tanda tanya besar sebelum memutuskan untuk tertawa atau tidak. Secara keseluruhan, Ini Kisah Tiga Dara merupakan karya yang segar. Yang kesegarannya sudah langka hadir di depan mata.  Skenarionya jujur dan berbicara dalam ranah yang luas. Dari sindiran terhadap kaum hipster, etika pernikahan, sampai pentingnya ketidaksempurnaan dalam membangun sebuah kesempurnaan. Kesegarannya juga hadir dari frame-frame indah pemandangan Nusa Tenggara Timur. Yang pastinya memicu hasrat siapapun yang menyaksikannya ingin mengunjungi Maumere dan sekitarnya. Jangan lewatkan penayangan Ini Kisah Tiga Dara! Khususnya bagi kamu para wanita.