Pantjoran Tea House: Sensasi Minum Teh ala tempo dulu

29-08-2016 01:08:30 By Yehezkiel Sihombing
img

Kawasan berniaga Glodok kembali mendapat sentuhan baru di wajahnya. Tepatnya di ujung jalan Pancoran, di mana terdapat sebuah bangunan dengan shape menyudut yang terlihat tidak lazim. Ya, bangunan yang pada tahun 1928 berdiri sebagai Apotek Chung Hwa tersebut, kini telah dipugar. Bertransformasi menjadi spasi yang apik, yaitu Pantjoran Tea House.

Ambience

Citra kawasan Glodok sebagai kawasan Tionghoa memang sudah melekat kuat. Tidak mengherankan jika Pantjoran Tea House, yang merupakan hasil usaha pemugaran Jakarta Old Town Revitalization Corp (JOTRC), Pemprov DKI, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini didesain dengan gaya serupa. Memasuki bangunan Pantjoran Tea House membuat tim JakartaVenue sontak teringat dengan film “Ca-bau-kan” karya Nia Dinata, yang menggambarkan masa kependudukan Tionghoa di era kolonial Belanda. Di mana pada masa itu populer digunakan bahan dasar kayu. Baik untuk kursi, meja, rangka jendela lemari, dan sebagainya. Begitu pula dengan apa yang akan kamu lihat di Pantjoran Tea House. PTH (Pantjoran Tea House) terbagi dalam dua lantai. Untuk yang merokok bisa memilih seat di lantai satu. Pada area ini, juga terdapat sebuah galeri kecil yang menjual berbagai pernak-pernik hasil kreasi seniman lokal yang bisa kamu beli. Namun, jika ingin merasakan suasana yang lebih autentik, kamu harus naik ke lantai dua. Selain terdapat kursi yang lebih banyak, pada area ini juga tersaji pernak-pernik  kuno yang kehadirannya semakin menghidupkan suasana pecinan. Baik berupa lukisan maupun statue. [caption id="attachment_14297" align="alignnone" width="1732"]Pantjoran-9006 Pantjoran Tea House juga memutarkan lagu-lagu Indonesia lama dengan dalm format piringan hitam.[/caption] Untuk mendapatkan suasana terbaik, kamu bisa memilih kursi-kursi yang dekat dengan jendela. Di mana kamu dapat dengan santai mengamati riuhnya suasana kawasan glodok. Yang lebih menarik lagi, di PTH turut diputarkan lagu-lagu Indonesia tempo dulu. Tidak tanggung-tanggung, source yang dipakai adalah piringan hitam.

Food & Beverage

Selain tentunya menghadirkan beragam varian teh, PTH juga menghidangkan berbagai menu makanan, yang kebanyakan merupakan menu-menu pecinan dan seafood. Salah satunya yang sayang untuk dilewatkan adalah nasi goreng pantjoran. Hidangan yang satu ini terbilang unik. Jika umumnya kamu menemukan nasi goreng berwarna cokelat atau putih, yang satu ini justru berwarna merah! Ya, karena dimasak dengan menggunakan buah bit. Gurih dan segar! Selain itu, untuk kamu yang ingin menikmati sharing meal, kamu bisa mencoba udang goreng telur asin dan cap cay goreng kembang tahu. Selain nikmat, semua menu di Pantjoran Tea House juga tidak mengandung msg. Berbagai menu sarapan juga tersedia di PTH. Seperti aneka bubur, mie goreng, dan bakso, yang tentunya hanya disajikan di pagi hari. [caption id="attachment_14336" align="alignnone" width="1732"]Nasi goreng Pantjoran. Yang dimasak dengan buah bit. Nasi goreng Pantjoran. Yang dimasak dengan buah bit.[/caption] Sesuai dengan namanya, teh merupakan sajian yang paling spesial di sini. Ada banyak sekali varian teh yang bisa kamu coba. Baik Japanese tea, Chinese tea, English tea, dan Indonesia signature tea tentunya. Kesegaran aneka teh tersebut bisa kamu nikmati dalam kondisi panas (di dalam poci) maupun dingin. [caption id="attachment_14299" align="alignnone" width="1732"]Pantjoran-9068 Teh chryasanthemum. Dengan bunga krisan yang segar dan harum didalamnya.[/caption] Salah satu yang harus kamu coba adalah teh phu earl. Varian teh asal China ini diproduksi dengan proses fermentasi selama 3-4 tahun. Aroma earthy yang segar bisa kamu nikmati jika memesan yang satu ini. Untuk aroma yang lebih harum, kamu bisa memilih varian Chinese tea lainnya, yaitu teh chryasanthemum. Teh yang satu ini disajikan dengan bunga krisan didalamnya. Ingin mengenal beragam jenis teh dan budaya meminumnya secara lebih mendalam? Jangan lewatkan berbagai program yang diadakan PTH. Seperti seminar, dan tea ceremony workshop. Berbagai informasi kegiatan lengkapnya, bisa kamu lihat di sini. Pantjoran Tea House Jalan Pancoran Raya no.4-6, Glodok, Jakarta Opening Hours: 7AM – 9PM Photo by Prastiko Destamto