Bio Fantasy: A Tribute to Chairil Anwar.

27-08-2016 06:08:34 By Yehezkiel Sihombing
img

Siapa yang tidak mengenal sastrawan perintis “Angkatan 45”, Chairil Anwar? Karya-karyanya kerap hadir ketika kita bicara mengenai sejarah sastra Indonesia. Di lintas zaman, bahkan sajak-sajaknya kian populer. Seperti kedua puisinya yang bertajuk “Aku” dan “Karawang-Bekasi”. Tak pelak jika karya-karya Chairil Anwar turut menginspirasi berbagai karya lain yang bahkan lahir jauh sesudah masanya. Yang paling terkenal adalah film pop drama garapan Rudi Soedjarwo, “Ada Apa Dengan Cinta.” Hal serupa juga terjadi pada Melissa Sunjaya, seorang seniman visual yang pada karya-karyanya banyak terdapat penggunaan simbol. Ketertarikannya pada sosok dan karya-karya Chairil Anwar membangkitkan hasratnya untuk mengarap karya-karya visual yang dipajang dalam sebuah pameran tunggal bertajuk Bio Fantasy: A Tribute to Chairil Anwar. Pameran yang diadakan di Galeri Salihara, Jakarta pada tanggal 13-28 Agustus 2016 ini sejatinya merupakan wujud usaha sang seniman dalam memberikan akses yang mudah atas pengetahuan terhadap karya sastra Chairil Anwar. Mengingat karya-karyanya layak terbilang sebagai warisan budaya. [caption id="attachment_14254" align="alignnone" width="1499"]Artworks interaktif karya Melissa Sunjaya. Yang didalamnya terdapat potongan puisi Chairil Anwar Artworks interaktif karya Melissa Sunjaya. Yang didalamnya terdapat potongan puisi Chairil Anwar[/caption] Dalam pameran tersebut, terdapat 75 ilustrasi abstrak yang di dalam masing-masing ilustrasi tersebut terdapat kutipan puisi-puisi Chairil Anwar. Teks yang tersembunyi di balik karya-karya visual bertema sel tersebut hanya bisa dilihat menggunakan lensa merah yang disediakan di ruang pameran. Dalam pernyataan kurator, interaksi aktif dari pembaca dengan lensa merah menjadikan pembaca sebagai bagian dari instalasi seni bermakna ganda tentang ‘rasa puisi’. Selain potongan-potongan puisi yang tersembunyi di balik ilustrasi abstrak tersebut, Melissa Sunjaya juga membuat sebuah karya fiksi ilmiah yang dituangkan dalam enam buah artworks. Kisah yang dipaparkan berlatar futuristik di tahun 2942. Di mana protagonis dari kisah ini adalah ilmuwan yang jatuh cinta pada Ayati, seorang wanita setengah robot yang mengapresiasi karya-karya Chairil Anwar. [caption id="attachment_14255" align="alignnone" width="1499"]Kisah fiksi ilmiah yang terinspirasi dari sosok Chairil Anwar. Dituturkan dalam seni visual Kisah fiksi ilmiah yang terinspirasi dari sosok Chairil Anwar. Dituturkan dalam seni visual[/caption] Sebuah pesan dari anak sang pujangga, Chairil Anwar turut terpajang di dekat karya fiksi ilmiah tersebut. “Saya berharap proyek seni Bio Fantasy karya Melissa Sunjaya dapat mengabadikan warisan budaya ayahanda, Chairil Anwar, sehingga semua generasi bisa menikmatinya dalam khayalan hayati masing-masing, untuk seribu tahun lagi.” tulis Evawani Alissa Chairil Anwar.