Mentransformasikan Ide Menjadi Start-up Business

25-08-2016 10:08:18 By Marcha Nurliana
img

Ide bisa muncul kapan saja, bahkan ide-ide cemerlang terkadang muncul tanpa kita ekspektasikan. Bagi orang-orang kreatif yang dalam kesehariannya sering mengandalkan otak kanan, ide cemerlang bisa muncul tanpa usaha yang keras. Tapi sebetulnya, apa gunanya ide jika tidak direalisasikan menjadi sesuatu yang nyata?

“I begin with an idea, and then it becomes something else” – Pablo Picaso
Bahkan, Pablo Picaso atau seorang pelukis fenomenal yang terkenal itu mengatakan bahwa dirinya memulai sesuatu dengan ide, kemudian baru mentransformasikan ide tersebut ke hal lainnya. Perlu dipahami bahwa segala sesuatu awalnya berasal dari ide. Jika ide cemerlang tidak semudah itu datang, apakah tidak disayangkan jika ide tersebut tidak ditransformasikan menjadi sesuatu yang nyata? Misalnya saja, mentransformasikan ide-ide tersebut menjadi sebuah start-up business. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencatat semua ide yang muncul. Semakin random pemikirannya, terkadang hal tersebut akan menjadi sesuatu yang tidak pernah kamu pikirkan selama ini. Catat juga ide-ide yang tiba-tiba muncul saat kamu baru bangun tidur. Kamu tidak akan pernah  menyangka ide tersebut akan berubah menjadi apa. Setelah mencatat ide-ide bisnis yang muncul tersebut, kini saatnya memikirkan apakah ide mu benar-benar akan berguna dan berdampak bagi masyarakat luas? Apakah ide tersebut merupakan sesuatu yang baru dan dibutuhkan oleh banyak orang? Ketiga, cari relasi! Panggil semua orang-orang ahli yang berkaitan dengan bisnis yang akan kamu bangun untuk membantumu dalam proses pembangunan start-up bisnis tersebut. Kalau beruntung, kamu juga bisa mendapatkan partner, bahkan investor untuk memulai karir bisnismu. Setelah itu, lakukan analisis terhadap potensi bisnismu dengan mencari tahu kelebihan dan kekurangannya. Setelah kamu mendapatkan hal-hal yang menjadi kelebihan dan kekurangan potensi bisnismu, kembangkanlah kelebihannya dan cari solusi untuk menekan kekurangannya. Langkah selanjutnya, kamu bisa membuat agenda yang terjadwal sambil menyusun target-target perusahaan. Lakukan riset sebanyak-banyaknya agar kamu bisa membuat perusahaanmu berbeda dari perusahaan lainnya. Saat langkah ini dijalankan, kamu juga bisa mencari inspirasi sebanyak-banyaknya melalui para influencer bisnis dan membaca referensi bisnis dari berbagai sumber. Selain itu, pikirkan juga tahapan branding sedini mungkin untuk meningkatkan awareness orang-orang terhadap produkmu. Sehingga, saat produk atau jasa bisnismu sudah siap untuk dijual, secara tidak langsung orang-orang akan penasaran dengan apa yang kamu bangun selama ini.