Berkarya di waktu senggang lewat Kolase

23-08-2016 03:08:15 By Yehezkiel Sihombing
img

Hasrat berkesenian sejatinya bisa muncul dalam diri setiap orang. Selain sebagai media untuk berekspresi atau mengutarakan gagasan, berkesenian juga dapat menjadi sarana hiburan. Baik untuk telinga yang mendengar seni audio, maupun mata yang melihat seni rupa/visual. Namun, seringkali keterbatasan kemampuan menjadi penghambat utama atas tidak terlaksananya usaha berkesenian. Yang biasanya berawal dari ketakutan akan membuat suatu karya yang kurang indah. Padahal, seperti yang tertulis di atas, berkesenian bisa merupakan sarana hiburan pribadi. Dewasa ini, medium berkesenian juga semakin beragam. Untuk berkreasi dalam disiplin seni rupa, seseorang tidak harus pintar menggoreskan kuas di atas kanvas, ataupun menggambar dengan pensil di atas kertas. Ada banyak medium alternatif yang relatif terbilang lebih mudah. Salah satunya adalah kolase. [caption id="attachment_14162" align="alignnone" width="3264"]Kolase analog bisa jadi pilihan kegiatan seru untuk waktu senggangmu. Image via -http://www.handcutcollage.com/ Kolase analog bisa jadi pilihan kegiatan seru untuk waktu senggangmu. Image via -http://www.handcutcollage.com/[/caption] Kolase adalah teknik cut-paste / potong tempel gambar pada kertas, kanvas, atau bahkan medium tiga dimensi. Teknik produksi ini sebenarnya sudah dipopulerkan oleh Pablo Picasso dan Georges Braque di awal abad 20. Secara umum, ada dua cara membuat kolase. Yakni kolase digital dan kolase analog. Untuk yang sering berkutat dengan piranti lunak desain pada komputer, kamu dapat membuat kolase digital dengan gambar-gambar yang sudah kamu unduh dari internet. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa kenikmatan berkarya terkadang timbul dari proses yang lebih panjang. Atau dalam hal ini, proses manual yang dilakukan dalam membuat karya kolase analog. Dimana ada beberapa tahap yang harus kamu lakukan sebelum mengeksekusinya. [caption id="attachment_14163" align="alignnone" width="1005"]Kolase analog karya Josh Wangrud - Image via http://www.6400percent.com/ Kolase analog karya Josh Wangrud - Image via http://www.6400percent.com/[/caption] Salah satunya adalah dengan menentukan tema terlebih dahulu. Dengan menggarap tema karya mu secara matang, kamu selanjutnya akan lebih mudah untuk menentukan gaya yang tepat untuk diterapkan ke dalam kolase. Namun jika kamu ingin sesuatu yang lebih menantang, kamu bisa juga melewatkan tahapan ini. Mulai dengan menempel satu gambar, dan biarkan kreatifitas responmu yang melanjutkannya! Setelah itu, yang perlu dilakukan adalah mencari gambar. Ingin menjadikan bagian yang satu ini menjadi lebih seru? Kamu bisa pergi ke toko buku-buku bekas, seperti di Kwitang, Pasar Senen, atau basement Blok M Square. Temukan gambar-gambar menarik dan unik dalam berbagai buku. Baik itu buku anak, ensiklopedia, dan buku-buku tua. Untuk kamu yang malas bepergian, kamu bisa print out gambar-gambar menarik yang kamu temukan di internet, untuk selanjutnya digabungkan dalam kolase.

"Collage is the twentieth century's greatest innovation." — Robert Motherwell

Penasaran dengan kegiatan seru yang satu ini? Segera ambil lem dan guntingmu! Selamat berkolase ria!