Hal-hal Menarik Pada We The Fest 2016

19-08-2016 02:08:57 By Yehezkiel Sihombing
img

Kurang lebih 20.000 pasang kaki memadati area festival musik WTF (We The Fest) 2016 yang digelar pada tanggal 13-14 Agustus di Lapangan Parkir Timur Senayan. Catatan statistik jumlah penonton yang pastinya memuaskan Ismaya Live selaku sang mastermind. Selain padat pengunjung, yang juga menjadikan WTF 2016 terbilang sukses adalah karena ini merupakan kali pertamanya digelar dalam dua hari. Pada durasi yang bertambah tersebut bisa dipastikan juga lebih banyak nama-nama penampil yang menggoda untuk disimak. Sebut saja bintang-bintang internasional seperti Breakbot, Sam Feldt, Purity Ring, Macklemore & Ryan Lewis, The Temper Trap, The 1975, dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan, unit-unit musik lokal yang didominasi indie bands turut pula memeriahkan festival musim panas ini. Seperti Sajama Cut, Polka Wars, Trees & Wild, Barasuara, dan lain-lain. Tidak mengherankan, jika dalam kurun dua hari WTF 2016 seolah menjadi melting pot muda-mudi Indonesia, dengan beragam umur, domisili, hingga pola konsumsi. Banyak diantaranya bahkan yang sudah melakukan persiapan panjang. Didalamnya termasuk berdandan maksimal dan menghapalkan lagu-lagu dari para performer yang sudah lama dinanti. Hal-hal tersebut akhirnya menghasilkan beberapa pemandangan menarik yang ditangkap tim JakartaVenue pada WTF 2016. Yang lalu coba dirangkum untuk bekal pada perhelatan serupa di tahun selanjutnya, yakni 2017. Berikut adalah hal-hal menarik yang terjadi di WTF 2016!

Waspada Hujan di Festival Musim Panas

Meski menawarkan konsep summer music festival, nyatanya hujan tetap bisa turun. Dalam dua hari, seluruh pengunjung WTF 2016 menikmati festival tersebut dalam keadaan basah kuyup. Minimnya tempat berteduh juga membuat banyak yang hadir tidak memiliki pilihan lain selain pasrah. Segala upaya berdandan ala-ala Coachella crowd seolah percuma. Tindak penanggulangan pun baru bisa dilaksanakan pada hari kedua, dimana crowd sudah siap dengan jas hujan ponco miliknya masing-masing. Namun dua jempol perlu diacungkan kepada mereka yang tetap menikmati para penampil favoritnya tanpa menggubris derasnya curah hujan. [caption id="attachment_14088" align="alignnone" width="1499"]Turunnya hujan tidak menyurutkan semangat penonton WTF 2016 Turunnya hujan tidak menyurutkan semangat penonton WTF 2016[/caption]

Penampil Yang Overrated

Dari sekian banyak line up yang tampil di WTF 2016, beberapa diantaranya sudah digadang-gadang sebagai senjata pamungkas. Sudah pasti akan ramai ditonton. Namun ternyata banyaknya orang di baris penonton tidak dapat menjadi tolak ukur kualitas penampil. Seperti halnya yang terjadi pada seorang rapper belia yang namanya menyebar secara viral lewat lagu berjudul “Dat $tick”. Dia adalah Rich Chigga, moniker dari Brian Imanuel yang pada usia mudanya (16 tahun) kerap mendapat pujian dari berbagai pihak. Termasuk rapper internasional seperti Ghostface Killah. Aksinya pada panggung besar pertamanya tersebut berjalan kurang mulus. Meski banyak pasang mata yang menikmatinya, seringkali Rich Chigga kedapatan off beat. Untung saja rap sample yang tebal turut diputar. Sehingga berhasil mengaburkan inkonsistensi tenaganya saat ngerap. Gelar overrated kedua diberikan kepada sang penutup festival, yang mungkin juga merupakan penampil paling ditunggu, Mark Ronson. Tanda tanya besar timbul ketika membandingkan kemampuannya dalam menghasilkan komposisi lagu-lagu electronic, funk, dan soul yang sudah tidak perlu diragukan lagi, dengan penampilannya di WTF 2016. Seperti malas-malasan, set Mark Ronson malam itu kurang memuaskan. Transisi-transisinya bahkan hanya sekelas DJ di club ABG (Anak Baru Gede).

Dan Yang Underrated

Terdapat juga beberapa nama yang tampil membawakan karya-karyanya dengan sangat baik, namun sayangnya tidak mendapat banyak penonton. Salah satunya adalah Dream Koala, seorang multi-instrumentalist muda asal Perancis. Yang malam itu lewat tembang-tembangnya yang benuansa dreamy membawa segelintir penonton mengawang di tengah rintik-rintik hujan. Sama halnya dengan produser asal Kanada, Ryan Hemsworth yang sayangnya mendapat jadwal tampil yang sama dengan nama-nama besar seperti The 1975 dan The Temper Trap di panggung lain. Padahal malam itu Ryan Hemsworth tampil sangat atraktif. Hemsworth membawakan beberapa gubahan lagu dengan genre trap, jersey, hip hop, dubstep, hingga juke. [caption id="attachment_14087" align="alignnone" width="1499"]Mark Ronson yang tampil sebagai penutup WTF 2016 Mark Ronson yang tampil sebagai penutup WTF 2016[/caption]

Bangga Atas WTF 2016

Hadir dan mengalami serunya WTF 2016 selayaknya membuat kita berbangga. Karena lewat festival musik yang satu ini, semakin mantap pula posisi Indonesia dalam deretan penggelar konser-konser besar dunia (terutama di Asia Tenggara). Dan tidak ketinggalan, melihat apresiasi para penonton di Indonesia juga menjadi kebanggaan tersendiri. Dengan antusias dan semangat yang tinggi, rasanya sanggup menggoda bintang-bintang besar dunia untuk tampil di tanah air. Photo by Ismaya Live