Mengintip Perjuangan Lewat Gedung Bersejarah di Jakarta

18-08-2016 04:08:18 By Marcha Nurliana
img

Happy Independence Day! Sudah tiga per empat abad lebih tanah air kita merdeka. Selama ratusan tahun, Indonesia telah mengalami banyak transformasi. Khusus hari kemerdekaan, JakartaVenue ingin mengajak kamu untuk berkeliling ke tempat-tempat bersejarah terkait proklamasi atau kemerdekaan yang ada di Jakarta. Ini dia beberapa tempat yang bisa jadi alternatif wisata kamu hari ini:

Museum Proklamasi

Museum Proklamasi merupakan sebuah bangunan berbentuk rumah yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dulunya, bangunan tersebut merupakan kediaman dari Laksamana Muda Maeda Tadashi, seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda saat Perang Pasifik. Pada 1945, Laksamana Tadashi mempersilahkan Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, dan juru ketik Sayuti Melik untuk merumuskan naskah proklamasi di tempat ini. Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa museum proklamasi merupakan saksi bisu dari perumusan naskah proklamasi yang sangat fenomenal itu. Museum ini memiliki dua lantai dan terdiri dari empat ruangan utama di masing-masing lantai. Jika ingin merasakan suasana detik-detik malam sebelum proklamasi, museum ini rasanya cocok untuk disinggahi sejenak karena kekayaan sejarahnya yang dimiliki. Museum ini akan memaparkan suasana rapat sebelum proklamasi hingga suasana di saat mempertahankan kemerdekaan. Location: Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Gedung Joang 45

Dulunya, Gedung Joang merupakan sebuah hotel yang dikelola oleh sebuah keluarga berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia. Saat Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 1942, gedung ini diambil alih oleh pemuda Indonesia dan kemudian beralih fungsi menjadi tempat diadakannya program pendidikan politik untuk mendidik pemuda Indonesia. Melalui Gedung Joang ini, kamu dapat melihat jejak perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan barang-barang peninggalan yang dilestarikan, seperti mobil dinas Presiden dan Wakil Presiden RI pertama yakni REP 1 dan REP 2. Selain itu, museum ini juga memajang foto-foto dan lukisan yang menggambarkan situasi Indonesia sebelum merdeka hingga situasi mempertahankan kemerdekaan yang latar waktunya diambil pada 1940-an hingga 1950-an. Jika kamu ingin melihat secara langsung film-film perjuangan dan film dokumenter mengenai kemerdekaan, kamu juga bisa menikmatinya di Bioskop Joang 45 yang merupakan bagian dari fasilias Gedung Joang 45. Location: Jl. Menteng Raya 31, Jakarta Pusat

Museum Nasional (Museum Gajah)

Ingin berkunjung ke museum pertama dan terbesar se-Asia Tenggara? Berkunjunglah ke Museum Nasional Republik Indonesia atau yang dikenal dengan Museum Gajah. Museum ini dibangun pada 1862 yang bertujuan untuk menelaah riset ilmiah di Hindia Belanda. Koleksinya meliputi koleksi-koleksi yang terbagi menjadi beberapa kelompok seperti sejarah, geografi, prasejarah, keramik, etnografi, arkeologi, serta numismatic dan heraldik yang totalnya lebih dari 140.000 buah. Museum Nasional juga sering mengadakan event berupa pameran atau event lainnya. Tak hanya wisata edukasi yang kamu dapatkan di sini, tapi kamu juga bisa menikmati keasrian lingkungan di wilayah Museum Nasional. Beberapa bagian museum yang harus kamu kunjungi adalah Monumen Gajah, Gedung Selatan, Gedung Arca, Halaman Dalam Timur, dan Halaman Dalam Barat. Museum ini juga terkadang dijadikan lokasi pernikahan dengan konsep garden. Location: Jl. Medan Merdeka Bar. No.12, Gambir, Jakarta Pusat.

Tugu Proklamasi

Berkunjung ke Tugu Proklamasi akan membawamu ke suasana kemerdekaan di mana teks proklamasi dikumandangkan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945. Terletak di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, di tempat ini terdapat patung Soekarno dan Hatta berdiri tegak ketika membacakan proklamasi. Sebelum berganti nama menjadi Tugu Proklamasi, tempat ini dulunya merupakan kediaman Soekarno yang terletak di Jalan Pegangsaan Timur no 56. Setelah era reformasi, Tugu Proklamasi merupakan tempat fenomenal untuk merayakan kemerdekaan setiap tahunnya. Tidak hanya itu, hingga kini, terkadang tempat ini dijadikan lokasi demonstran untuk menyuarakan pendapatnya melalui demonstrasi. Pada hari biasa, lokasi ini biasanya dijadikan tempat untuk bermain anak-anak, area olahraga, dan tempat-tempat berkumpul. Location: Jalan Pegangsaan, Jakarta Pusat.

Galangan Kapal VOC

Vereenigde Oost Indische Compagnie atau nama lain dari Galangan Kapal VOC diperkirakan dibangun pada 1628 sebagai kantor dagang VOC. Dulu, bangunan ini digunakan sebagai tempat menyimpan dan memperbaiki kapal besar yang akan berlayar ke samudra selama bulanan atau tahunan. Galangan kapal ini sempat terbakar pada 1721. Pada 1978, Gubernur DKI Jakarta saat itu yakni Ali Sadikin membangun saluran penghubung yang terkenal dengan nama Kali Pakin. Karena pembangunan Kali Pakin, sebagian bangunan dari galangan kapal akhirnya terpaksa dibuang. Sayangnya, kini tempat bersejarah tersebut kurang populer karena kurangnya perhatian khusus dari pihak yang bertanggung jawab. Kini tempat tersebut dijadikan restoran sebagai upaya pelestarian sejarah oleh pemiliknya. Location: Jl. Kakap 1 No.1-3, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara,