17|71: Goresan Juang Kemerdekaan

16-08-2016 03:08:18 By Yehezkiel Sihombing
img

Kisah perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan sejatinya terpapar dalam karya-karya seni rupa. Dalam arahan estetika yang beragam, banyak terlukis potret tokoh-tokoh perjuangan hingga kondisi sosial masyarakat pada masa revolusi. Begitu berharganya karya-karya tersebut, sehingga rasanya tidak ada lagi tempat yang lebih tepat untuk menyimpannya selain di Istana Kepresidenan, yakni Istana Negara. Terlebih lagi, lukisan-lukisan tersebut memang memiliki kisah-kisah yang bersifat sentimental dengan sang Proklamator, Ir. Soekarno. Menyambut peringatan hari jadi Indonesia, masyarakat memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung karya-karya bersejarah para perupa pada masa perjuangan tersebut. Tepatnya pada gelaran “17|71: Goresan Juang Kemerdekaan” sebuah pameran koleksi seni rupa istana kepresidenan Republik Indonesia. Yang dihelat di Galeri Nasional, Jakarta. Mulai tanggal 2-30 Agustus 2016. Pameran  koleksi  lukisan  Istana  Kepresidenan  yang  terselenggara  atas  kerja  sama  Kementerian Sekretariat  Negara,  Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  melalui  Galeri  Nasional  Indonesia, Badan  Ekonomi  Kreatif,  dan  Mandiri  Art  tersebut  merupakan  pameran  yang  pertama  kalinya diselenggarakan    sejak    Indonesia    merdeka.    Gelaran    tersebut    dimaksudkan    sebagai    bentuk penghargaan terhadap karya-karya besar yang dimiliki Indonesia. [caption id="attachment_14040" align="alignnone" width="1224"]"Biografi 2 di Malioboro" karya Harijadi Sumadidjaja pada salah satu sudut ruang pameran. "Biografi 2 di Malioboro" karya Harijadi Sumadidjaja pada salah satu sudut ruang pameran.[/caption] Selain mengenal para perupa dan karya-karya zaman perjuangan, dalam pameran ini juga dapat dilihat kedekatan Presiden Pertama Indonesia dengan dunia seni rupa. Di mana pada catatan-catatan yang tertera di sisi karya tertulis cerita latar belakang hadirnya karya tersebut di Istana Negara. "Kami  ingin  memamerkan  koleksi  Istana  kita  untuk  dinikmati  oleh  masyarakat.  Pameran  ini  adalah pameran yang pertama kali, lukisan-lukisan di Istana dibawa keluar dan kemudian dipamerkan. Jadi, ini  merupakan   bentuk   penghargaan   kepada   karya-karya   besar   kita   untuk   diketahui,   ditelaah, dianalisis,  dipelajari,  dan  menginspirasi  bangsa  kita  secara  keseluruhan,"  ujar  Menteri  Sekretaris Negara  Pratikno  dalam  jumpa  pers  pada  25  Juli  2016  di  Gedung  Utama  Kementerian  Sekretariat Negara, Jakarta. Pratikno   menambahkan,   dari   sekitar   15.000   lebih   koleksi   benda   seni   yang   ada   di   Istana Kepresidenan, dipilih  28  lukisan  fenomenal  dari  21  pelukis   ternama.  Lukisan-lukisan  tersebut didatangkan  khusus  dari  Istana  Negara,  Istana  Merdeka,  Istana  Bogor,  Istana  Cipanas,  dan  Istana Yogyakarta.  Selain  memamerkan  koleksi  lukisan,  pameran  tersebut  juga  akan  memamerkan  100 foto-foto kepresidenan dan juga sejumlah buku mengenai koleksi lukisan Istana Kepresidenan. "Ini  akan  menjadi  acara  rutin  ke  depan.  Kita  harapkan  juga  ini  sebagai  sebuah  awalan  bahwa  kita juga  ingin  mempunyai  museum  yang  bisa  menayangkan  karya-karya  yang  sangat  berharga  ini  agar bisa dinikmati oleh masyarakat," tambahnya.[metaslider id=9859]