Bernarasi Melalui Photo Story

15-08-2016 01:08:31 By Marcha Nurliana
img

Pecinta hobi fotografi pasti sudah tidak asing lagi dengan photo story project. Photo story merupakan sebuah alat untuk menyampaikan pesan tertentu melalui medium fotografi. Sesuai dengan namanya, photo story project berisi foto-foto kan akan menceritakan sebuah peristiwa. Urutan dari foto tersebut juga bergantung dari alur yang ingin disampaikan, mirip dengan pembuatan sebuah film dan narasi. Jika pembuatan film menggunakan medium berbasis video dan audio, photo story project hanya akan memanfaatkan medium gambar dan caption atau teks foto yang akan berisi informasi terkait foto yang dipamerkan. Membuat sebuah proyek photo story bisa mengasah kreativitasmu dalam penyampaian sebuah pesan. Terlebih lagi, kini banyak seniman fotografi yang memanfaatkan photo story untuk mengungkap fenomena-fenomena human interest. Fotografer professional membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menjalankan sebuah photo story project. Walau begitu, ada juga photo story project yang hanya membutuhkan waktu singkat untuk merampungkat proyek fotonya, tergantung dari banyak hal. Ini dia beberapa hal yang penting yang harus diperhatikan untuk memulai sebuah photo story project:

Topik

Untuk memulai proyek photo story, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan topik atau tema dari photo story tersebut. Sebuah photo story yang menarik harus mengangkat tema yang spesifik. Sambil memikirkan tema yang akan diangkat, kamu juga harus tahu ke mana arah photo story mu akan berakhir. Dengan begitu, kamu juga akan tahu persis cerita atau pesan apa yang akan disampaikan melalui foto-foto yang akan kamu ambil dan kamu pamerkan. Sebuah photo story tidak akan bermakna jika tidak ada cerita atau pesan yang disampaikan melalui foto-fotonya.

Objek Foto

Langkah kedua dalam pembuatan photo story project adalah menentukan subjek maupun objek yang akan difoto. Misalnya, jika kamu akan mengangkat tema perayaan kemerdekaan RI, mungkin kamu bisa menentukan anak-anak yang sedang mengikuti lomba 17-an sebagai objek foto kamu. Untuk menangkap objek yang bergerak, ada baiknya kamu menggunakan burst shot untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Selain itu, variasikan foto-fotomu dengan foto close up, medium shot, dan long shot untuk mempertegas cerita yang akan disampaikan. Kemampuan untuk membidik di momen yang tepat juga dibutuhkan agar foto-foto yang ditampilkan memiliki “jiwa” di dalamnya.

Riset

Setelah menentukan objek dan subjek foto, hal yang harus dilakukan adalah melakukan riset terkait apa yang akan difoto, siapa yang akan difoto, di mana pemotretan akan dilakukan, bagaimana caranya, dan hal-hal teknis lainnya. Melakukan riset terlebih dahulu akan mempermudahmu untuk melakukan eksekusi pemotretan. Misalnya saja, jika kamu akan menjadikan sebuah ritual di desa tertentu untuk diangkat dalam photo story, kamu harus tau budaya dan etika yang mereka anut selama ini. Jangan sampai mereka merasa terganggu dengan keberadaanmu yang datang untuk menjadikan mereka sebagai objek fotomu. Selain itu, usahakan untuk berbincang-bincang terlebih dahulu dengan orang yang akan difoto. Hal ini akan membuat mu tahu lebih dalam mengenai hal yang akan kamu potret. Mengobrol dengan subjek yang akan kamu potret juga merupakan bagian dari sopan santun yang harus kamu terapkan dalam menjalankan proyek photo story.

Alur

Menentukan alur sama dengan membuat kerangka dari jalan cerita photo story project yang akan kamu jalankan. Setelah tahu apa cerita yang ingin diangkat, kini saatnya untuk menentukan bagaimana cara untuk menyampaikan cerita tersebut dengan membuat alurnya. Tentukan alur seperti apa yang ingin kamu terapkan. Menentukan alur yang jelas akan mempermudah mu melakukan eksekusi pemotretan dan juga menentukan seperti apa kamu akan bercerita melalui medium foto yang kamu pamerkan.

Logistik

Mempersiapkan logistik foto tidak kalah penting dari mempersiapkan tema dan melakukan pendekatan terhadap objek foto. Ibaratnya, jika kamu sudah matang mempersiapkan rancangan bangunan rumah, tentu saja kamu masih memperlukan material untuk membangun rumah tersebut. Sama dengan photo story project yang juga membutuhkan berbagai equipment untuk eksekusinya. Setelah kamu melakukan perancangan terhadap photo story project, kamu juga harus mencatat peralatan apa saja yang sekiranya kamu butuhkan untuk memotret. Misalnya tripod, fix lense, batre cadangan, dan alat logistik lainnya.