Monster in Disguise #2

13-08-2016 12:08:33 By Yehezkiel Sihombing
img

Ada banyak cara untuk berkarya. Dan jika bicara mengenai seni rupa, apapun bisa jadi mediumnya. Salah satunya adalah dengan merespon sudut-sudut ruang publik dengan sentuhan estetika. Mulai dari tembok, jembatan penyebrangan, tiang listrik, hingga titik-titik tak terduga lainnya. Berkesenian dengan medium-medium tersebut adalah cara street artist berkarya. Meski di benak beberapa golongan seniman jalanan lekat dengan citra vandal dan destruktif, nyatanya banyak upaya mereka yang justru menjadikan ruang-ruang publik terlihat lebih segar dan bermakna. Salah satunya adalah apa yang kerap dilakukan Darbotz, moniker seorang street artist yang kian lama kian menjulang namanya. Sepak terjang berkeseniannya di Jakarta yang sudah dimulai dari tahun 2004 menjadikannya salah satu street artist tersohor Indonesia. Bahkan kini sudah terlibat dalam berbagai pameran, baik kolektif ataupun pameran tunggal. Penasaran dengan karya-karya dari sosok misterius ini? Kamu bisa mengunjungi pameran tunggalnya, “Monster in Disguise #2” yang berlangsung dari tanggal 11-28 Agustus 2016. Bertempat di Pacifif Place Mall, Jakarta. Gelaran ini merupakan kelanjutan dari pameran tunggal pertama Darbotz pada tahun 2009 di Singapura, dengan judul yang sama, yaitu “Monster in Disguise.” [caption id="attachment_14007" align="alignnone" width="1224"]Salah satu Karya Darbotz dengan guratan hitam putih yang khas Salah satu Karya Darbotz dengan guratan hitam putih yang khas[/caption] Bagi yang sering mengamati perkembangan seni rupa moderen Indonesia, pastilah tidak asing lagi dengan ikon gurita hitam putih kreasi Darbotz yang sangat khas. Kamu bahkan bisa menemukan karya-karya darbotz dalam kolaborasinya dengan brand-brand ternama. Mulai dari fesyen, mainan hingga minuman dengan kadar alkohol rendah. Tidak mengherankan, meski didominasi dengan karya cat akrilik diatas kanvas, dalam gelaran pameran tunggal ini, Darbotz juga menampilkan karya-karya lintas medium. Seperti instalasi tiga dimensi, hingga video. Pemilihan ruang pamernya yang merupakan area bekas toko pakaian anak juga merupakan suatu yang istimewa. Pasalnya, kesan abandoned dan rustic pada ruangan tersebut memperkuat karya-karya Darbotz yang lahir dari jalanan dan sudut-sudut kota yang tidak banyak diperhatikan. [caption id="attachment_14009" align="alignnone" width="1224"]Karya-karya Darbotz banyak terinspirasi oleh isu-isu Ibukota. Karya-karya Darbotz banyak terinspirasi oleh isu-isu Ibukota.[/caption] “Monster in Disguise #2” diadakan dalam rangka ulangtahun ke delapan Viviyipartroom, sebuah studio yang menaungi banyak seniman-seniman muda kenamaan Indonesia. Serta merupakan bagian dari rangkaian Bazaar Art Jakarta 2016 yang akan digelar pada 25-18 Agustus 2016 di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.