Historia: Jelajah Kuliner dan Sejarah Bangsa

08-08-2016 12:08:42 By Yehezkiel Sihombing
img

Banyak hal telah dilakukan Pemerintah dan berbagai pihak lainnya untuk memberdayakan ulang bangunan-bangunan bersejarah di Jakarta. Salah satunya adalah deretan bangunan yang terletak di kawasan Kota Tua. Beberapa diantaranya bahkan dijadikan ruang publik bergaya modern. Tanpa meninggalkan citra sejarah tentunya. Historia merupakan satu diantaranya. Restoran dan bar yang sudah berdiri dari tahun 2014 ini merupakan produk hasil kerjasama sang owner dengan pihak Pemerintah dan UNESCO. Yang tampak dari luarnya adalah bangunan tua bergaya kolonial dengan sentuhan pop art. Bagaimana dengan bagian dalamnya?

Ambience

Seperti apa yang tergambar dari area luarnya, Historia menawarkan interior mixed style antara bangunan tua era kolonial dan warna-wani pop yang tidak hanya berhasil merespon beberapa sudutnya dengan baik, namun juga menyegarkan mata. Pada area walk in, pengunjung dapat melihat berbagai jenis rempah-rempah khas Indonesia. Yang mana seperti kita ketahui, merupakan alasan terbesar mengapa banyak penjajah yang dahulu kala datang ke tanah Hindia Belanda. Historia terbagi dalam beberapa area, yaitu bar, lounge, outdoor area, dan galeri di lantai atas. Berbagai mural sarat kisah penjajahan dilukis di atas tembok yang kasar. Tidak hanya hadir sebagai penyegar mata, namun juga medium untuk bercerita. “Kita ingin pengunjung yang datang tidak hanya sekedar puas menikmati sajian di Historia, tapi juga bisa melihat betapa kayanya Indonesia akan rempah-rempahnya.” Cerita Aim, head chef Historia saat menjelaskan kisah di balik salah satu mural besar di area lounge. Selain mural, kamu juga dapat menemukan berbagai aksen menarik lainnya di Historia. Seperti kursi-kursi tua yang didesain ulang dengan unsur pop. Dan yang tidak ketinggalan menariknya, adalah seleksi musik yang tepat dalam merespon suasana di Historia. [caption id="attachment_13900" align="alignnone" width="4896"]Walk in area Historia. Dengan display rempah-rempah Indonesia Walk in area Historia. Dengan display rempah-rempah Indonesia[/caption]

Menu

Setelah puas menjelajah sejarah lewat selayang pandang, giliran lidahmu untuk menjadi semakin Indonesia. Jika kamu merasa sudah tahu banyak tentang makanan nusantara, sebaiknya lihat dulu isi menu di Historia. Bukannya menyajikan menu-menu khas Indonesia yang umum, Historia justru menyajikan ragam kuliner lokal yang terbilang langka. Seperti sayur babanci khas Betawi, misalnya. Menu yang satu ini disebut babanci karena tidak jelas jenisnya (seperti banci). Seperti gulai, tapi juga seperti soto. Dan yang uniknya, ini sama sekali bukan merupakan jenis menu sayuran. Dan jika bicara soal rasanya, sayur babanci akan memberikan rasa gurih sekaligus segar saat kamu memakannya. [caption id="attachment_13901" align="alignnone" width="4896"]Sayur babanci khas Betawi yang gurih dan segar. Sayur babanci khas Betawi yang gurih dan segar.[/caption] Akan sangat sulit untuk kamu menemukan sayuran babanci di tempat lain. Sajian ini mengalami kelangkaan akibat sulitnya ditemukan rempah-rempahnya di Jakarta. Selain sayur babanci, masih banyak lagi menu-menu Indonesian authentic lainnya yang wajib kamu coba. Seperti bakpao ketawa, bandeng bakar matah, dan masih banyak lagi. Selain untuk mengisi perutmu yang lapar, Historia juga bisa jadi pilihan tepat untuk kamu yang ingin sekedar duduk santai setelah lelah menjelajah area kota tua. Berbagai minuman yang menyegarkan bisa kamu nikmati di sini. Seperti koffie pisang, es jenggala, es asam manis, dan sajian segar lainnya. [caption id="attachment_13902" align="alignnone" width="4896"]Segarnya es koffie banana akan hilangkan lelahnya keliling Kota Tua. Segarnya es koffie banana akanhilangkan lelahnya keliling Kota Tua.[/caption] Penasaran dengan Historia? Kamu bisa mengunjunginya di Taman Fatahillah, Jl. Pintu Besar Utara No 11, Kota, Jakarta. Dengan jam operasional pukul 08.00 pagi – 10.00 malam.