Maple and Oak: Your Next Favorite Brunch Destination

06-08-2016 12:08:17 By Marcha Nurliana
img

Berbagai restoran dan café mulai bermunculan di Jakarta. Sebagian besar penghuni Jakarta senang berkunjung ke restoran atau café pada sore menjelang malam hari. Tapi sebagian lainnya gemar menghabiskan waktunya justru pada pagi menjelang siang hari, mungkin untuk sekedar menyeruput kopi pagi, atau menikmati sajian brunch di atas meja makan mereka. Brunch merupakan salah satu fenomena yang sedang hits di Australia. Kalau berkunjung ke pulau dewata atau Bali, kita dapat dengan mudah menemukan restoran untuk menyantap sajian brunch di pagi hari. Bagaimana dengan Jakarta? Kabar baik, khususnya bagi para penikmat sajian menu brunch. Lima orang pemuda yang memiliki passion sama di bidang food and beverage memutuskan untuk membuka restoran di bilangan Menteng, Jakarta Pusat pada Juni 2016 lalu. Restoran bernama “Maple and Oak” ini terbilang unik dengan sajian all day brunch yang merupakan specialty dari restoran ini. Beberapa waktu lalu, JakartaVenue berksempatan untuk datang dan mencicipi sajian brunch yang ditawarkan Maple and Oak secara ekslusif.

Ambiance

Melihat Maple and Oak dari luar seperti melihat restoran brunch khas Bali dengan trotoar lebar ala Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng. Restoran yang terletak di ground floor gedung De Ritz ini memiliki luas yang mungil dengan dua area yaitu indoor dan outdoor. Total kapasitasnya pun tidak banyak. Ruang indoor cukup menampung 40 seats dan outdoor memiliki 12-15 seats. JV_MAPLEANDOAK Maple and Oak menganut dekorasi dengan nuansa light dengan balutan warna pastels dan warna oak alias kayu coklat muda. Inilah sisi ekslusif dari Maple and Oak, nyaman dan homey. Dengan menggiring Chef Odie Djamil yang namanya sudah dikenal masyarakat dengan ramuan makanannya yang lezat, tidak heran jika restoran ini selalu ramai mulai dari jam 9 pagi hingga jam 2 siang. Walau begitu, restoran ini juga ramai jelang waktu makan malam. “Kalau weekdays, yang datang kesini banyak orang-orang kantor atau eksekutif. Khusus weekend, kita biasanya sudah full booked. Yang datang kebanyakan anak muda dan family, terutama hari minggu,” kata Wilson Tjong selaku Marketing Director dari Maple and Oak. Konsep utama yang diusung memang modern brunch. Maka dari itu, tidak heran jika Maple and Oak membuat dekorasinya senyaman mungkin, sehingga pengunjung yang datang bisa seolah-olah sedang menikmati makan pagi mereka seperti di rumah sendiri.

Food and Beverage

Bukan merupakan hal yang unik jika sebuah restoran menyajikan beberapa pilihan brunch pada daftar menu mereka. Tapi, bagaimana jika sebuah restoran hanya menyajikan menu brunch sepanjang harinya? Ya, Maple and Oak menyajikan makanan-makanan yang khusus dikonsumsi pada pagi menjelang siang hari. “Kita memang mau fokus untuk brunch saja, tidak ada nasi dan pasta. Nantinya, pasti akan ada inovasi-inovasi menu makanan. Tapi yang jelas, masih akan berkonsep brunch. Kami nggak mau melenceng dari konsep brunch yang dari awal sudah kami tetapkan,” jelas Wilson. Untuk home specialties, Maple and Oak memiliki beberapa menu brunch yang patut dicoba. Maple Butter Brioche (78K), misalnya. Terdiri dari toasted brioche, beef bacon, scrambled egg, dan juga beberapa sayuran dan buah pemanis yaitu strawberries, rocket salad, baby spinach, serta cherry tomato. Sesuai dengan namanya, Maple Butter Brioche dibaluti dengan maple syrup dan juga special homemade butter dari Maple and Oak dan nantinya akan dijual secara terpisah. [caption id="attachment_13876" align="aligncenter" width="1222"]JV_MAPLEANDOAK Maple Butter Brioche (78K)[/caption] “Homemade butter kita menggunakan truffle oil dan ada maple syrupnya juga. Jadi, rasanya itu sweet and savory. Gurih,” kata Wilson lagi. Perpaduan special homemade butter dengan menu Maple Butter Brioche pun menghasilkan rasa yang istimewa dan jauh dari kata biasa. Perpaduan rasa manis dan gurih yang pas membuat menu ini memiliki rasa unik namun membuat candu lidah yang menyantapnya. Maple and Oak seolah-olah berhasil menciptakan cita rasa baru istimewa yang ada di dunia kuliner selama ini. Selain Maple Butter Brioche, menu lain yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Maple and Oak adalah Coffee Butter Steak & Egg (78K) yang menggunakan US Sirloin Steak dan disajikan dengan butter yang diinfused dengan kopi sehingga steak yang disajikan memiliki cita rasa perpaduan daging dengan kopi. “Di sini, kita punya teknik memasak namanya sous vide. Kalau coffee butter steak & egg, sirloinnya itu di sous vide selama 1-2 jam, didiamkan dengan suhu 65°C. Jadi urat-uratnya lepas dan menghasilkan daging yang sangat tender,” jelas Wilson. Maple and Oak juga menyediakan primadona menu brunch itu sendiri, yaitu Egg Benedict yang menggunakan basil hollandaise sauce serta telur yang disajikan dengan teknik sous vide. Sajian ini memiliki dua varian berbeda yaitu dengan menggunakan salmon (83K) atau dengan beef pastrami (73K). [caption id="attachment_13877" align="alignnone" width="1228"]JV_MAPLEANDOAK Egg Benedict with Salmon (83K)[/caption] All day brunch memang sebuah konsep yang diusung Maple and Oak, tapi restoran ini juga menyediakan menu lain seperti salads dan desserts. Ingin memulai harimu dengan cara yang sehat dan menyegarkan? Mungkin kamu bisa mencicipi smoothie bowl mereka yaitu Pittaya Bowl (63K). Honeycomb yang disajikan bersamaan dengan frozen dragonfruit smoothie, apple juice, granla, coconut, dan potongan strawberry dengan banana membuat sajian ini memiliki rasa segar yang manis. Selain menjadi tempat brunch, Maple and Oak juga bisa dijadikan sebagai destinasi tempat ngopi favorit dengan sajian menu kopi espresso based. Beberapa menu kopi yang bisa dicoba adalah white coffee seperti piccolo, flat white, latte, dan cappuccino yang bisa dinikmati seharga 35K untuk hot dan 40K untuk sajian iced. Sajian black coffee seperti Americano dan espresso juga tersedia di Maple and Oak. Restoran yang didirikan karena dasar passion ini membuat menu-menu yang disajikan memiliki kelezatan yang tidak bisa diragukan lagi. “Makanan kita serius, kita juga nggak cuma fokus di konsep interior yang nyaman, tapi kita juga concern di menu-menu kita karena kita berangkat dari passion. Goal kita nggak cuma lihat pengunjung datang, tapi juga bisa bikin mereka balik ke sini lagi karena makanan-makanan yang kita serve,” tutup Wilson.  

Maple and Oak

. Opening Hours: 8 AM - 9 PM