PENTAS WEST AUSTRALIAN BALLET DI JAKARTA 2016 "ONCE"

03-08-2016 02:08:50 By Rasyid Hadi
img

West Australian Ballet (WAB) kembali ke Jakarta pekan ini untuk mempersembahkan “ONCE”, kumpulan karya ballet klasik untuk diperagakan bersama dengan penari-penari Indonesia. "ONCE” akan ditampilkan pada tanggal 6 Agustus 2016 (19.30 WIB) dan 7 Agustus 2016 (13.00 WIB) di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Pertunjukan ini merupakan pentas pertama WAB selama 20 tahun terakhir, dan juga akan menjadi kelompok balet internasional pertama yang pernah tampil di Indonesia dalam pentas internasional. Kolaborasi antara ballet.id (Yayasan Bina Ballet Indonesia) dan WAB telah memilih 20 penari lokal yang telah di seleksi dari 60 peserta, mereka berusia dari 11 sampai 35 tahun. Diberi nama Indonesian Youth Ensemble, para penari ini akan mementaskan 2 karya baru yang dikoreografi oleh Manajer Pendidikan & Akses WAB Deborah Robertson. Program tersebut akan menampilkan sembilan karya oleh penata tari ternama dunia dari yang klasikal hingga kontemporer. Pertunjukan berdurasi 2 jam ini akan mementaskan karya balet klasik yang sudah dikenal seperti "Cinderella" dan "The Nutcracker", dan juga tarian klasik dan kontemporer dari para koreografer seperti Jayne Smeulders yang baru-baru ini pensiun sebagai Penari Utama West Australian Ballet, David Dawson, Craig Davidson, Christopher Hill dan Annabelle Lopez-Ochoa. Salah satu karya tersebut terinspirasi oleh pujangga Indonesia WS Rendra, dikoreografi oleh penata tari Melanie Lane- seniman berdarah Indonesia-Australia, dan dilakonkan oleh Juliet Burnett- juga berdarah Indonesia-Australia yang merupakan keponakan WS Rendra. WAB040_Jakarta_Tour_A4-resize Pertunjukan akan dibuka dengan "Tarantella", tarian yang enerjik dan bertempo cepat, karya koreografer Australia Barat Jayne Smeulders, sebagai penghormatan kepada pelopor tari Amerika, George Balanchine, dengan iringan musik Gottschalk dan ditarikan oleh empat balerina. Lalu dilanjutkan dengan "On the Nature of Daylight" oleh penata tari Inggris, David Dawson, yang mempersembahkan suatu duet yang menceritakan konsep cinta baik sebagai biasa dan juga luar biasa. "Megatruh" oleh penata tari Melanie Lane, dan diperagakan secara solo oleh Juliet Burnett, menampilkan suatu renungan identitas dan budaya dengan mempertanyakan jasmani dan rohani, mencerminkan tulisan W.S. Rendra dalam kumpulan esai "Mempertimbangkan Tradisi". Pertunjukan tersebut juga mempersembahkan "Ambiguous Content" oleh penata tari asal Australia, Craig Davidson, yang menanyakan: "Apa atau siapa yang dapat membahagiakan kita dan bagaimana kita bisa tahu kapan kita benar-benar merasa puas?" Penari West Australian Ballet, Christopher Hill, mempersembahkan "Echoes of a Possible Future", suatu duet yang memberi cerminan masa lalu, masa kini dan masa depan. Dalam pertunjukan juga ada tarian klasik yang sudah dikenal seperti Trepak solo Rusia dari "The Nutcracker? yang dikoreograf oleh Direktur Artistik Aurélien Scannella dan adegan pesta dansa dari ?Cinderella" yang dikoreograf oleh Jayne Smeulders. Babak pertama akan diakhiri dengan ?La Pluie", duet mempesona dan mengejutkan tentang hujan oleh penata tari asal Kolombia-Belgia, Annabelle Lopez Ochoa. Bukan hanya para penari yang akan memperoleh manfaat dari berlatih bersama WAB. Karena mengerti akan betapa pentingnya kru panggung (penata cahaya, suara dan panggung) bagi suatu pertunjukan, WAB telah memberikan kesempatan bagi teknisi panggung Indonesia untuk ikut serta dan mengikuti pelatihan langsung dan berbagi pengalaman yang diadakan pada tanggal 2-7 Agustus di Teater Jakarta. Teknisi yang berpengalaman dari berbagai teater dan lembaga balet akan berikutserta dalam program Magang Panggung Indonesia ini. "ONCE" dapat diselenggarakan dengan dukungan mitra utama dan mitra tur Woodside, dan dengan dukungan dari pemerintah Australia Barat melalui Kementerian Budaya dan Kesenian, The Australia Council for the Arts, dan The Federal Government Ministry of the Arts Catalyst Fund. "ONCE" dipersembahkan oleh Kedutaan Besar Australia Jakarta dengan kemitraan bersama Ballet.id. Program penukaran ilmu Indonesian Youth Ensemble dan Magang Panggung Indonesia dapat berlangsung atas dukungan oleh Kedutaan Besar Australia Jakarta. Penasaran dengan pertunjukan yang satu ini? kamu bisa mendapatkan tiketnya di kiostix.com. 

  • Titanium: Rp 1,360,000
  • Platinum: Rp 1,000,000
  • Gold: Rp 770,000
  • Silver: Rp 530,000
  • Bronze: Rp 360,000
Untitled