Sejarah Dan Perkembangan Musik Psychedelic

01-08-2016 03:08:46 By Rasyid Hadi
img

  Belakangan ini istilah Psychedelic sering sekali muncul di kalangan umum. Untuk kamu yang menyukai seni atau musik, pasti tidak asing mendengar istilah psychedelic. Jika sedikit menengok ke era 1960 – 1970 an, pasti paham bagaimana warna dari music psychedelic itu sendiri, karena di tahun tersebut merupakan puncak dari era psychedelic. Kata psychedelic sendiri sebenarnya berasal dari gabungan dua bahasa Yunani yaitu, psycho artinya pikiran, jiwa, dan mental dengan delic (delein) artinya memanifestikan, mewujudkan atau merealisasikan. Secara singkat, psychedelic bisa disebut “manifesti jiwa” atau merealisasikan “vision of mind.” Secara keseluruhan, arti psychedelic kemampuan kita mem-visualisasi-kan apa yang ada dipikiran menjadi vision (penglihatan), yang akan terasa sangat nyata (efek halusinasi). Mari kita mengkerucut kearah musik psychedelic, sebenarnya musik psychedelic terbentuk dari berbagai gaya musik dan genre yang diinspirasi dan dipengaruhi oleh budaya psychedelic itu sendiri. Psychedelic pertama kali muncul dan berkembang di Inggris pada sekitar tahun 1960-an dari kultur hippies. Pada masa itu, banyak musisi rock dan folk mencoba bereksperimen dengan menggunakan obat-obatan terlarang untuk mencari inspirasi dalam kegiatan bermusiknya. Banyak instrumental atau efek-efek suara dan juga teknik rekaman baru yang tercipta di era awal 60-an ini. Musik psychedelic kental akan instrumentasi yang eksotik, dengan kesukaan tertentu menggunakan instrumen sitar dan tabla. Berlirik surealis, aneh, esoterik atau sastra-terinspirasi karya satra. Dari efek studio yang sangat rumit, seperti backwards tapes, panning, phasing, long delay loops, dan extreme reverb sampai Instrumen elektronik primitif seperti synthesizer dan Theremin juga termasuk dalam warna musik psychedelic. [caption id="attachment_13771" align="aligncenter" width="800"]image via www.9thfloorradio.com Image via www.9thfloorradio.com[/caption] Pada pertengahan enam puluhan, akibat dari British Invasion, negara Amerika dan Inggris mempunyai pengaruh besar terhadap berbagai musik di seluruh dunia. Beberapa ikon musik seperti Jimi Hendrix, Bob Dylan, Janis Joplin, sampai group band The Beatles, The Doors, The Beach Boys, Rolling Stones, dan Pink Floyd berhasil menularkan aura psychedelic sampai kepenjuru dunia, tak kercuali juga di tanah air. Giant Step, God Bless, AKA, The Rollies, Shark Move, Golden Wing, Ivos Group dan Panbers menjadi pelopor band yang mengusung genre psychedelic rock tanah air. https://www.youtube.com/watch?v=BPNTC7uZYrI Belakangan ini, era psychedelia mulai muncul kembali. Dari musik hingga fashion ala hippies mulai menjajaki tema ini. Untuk musik sendiri, nuansa pschedelia cukup kental dari instrument, lirik bahkan sampai video klip. Banyak juga musisi yang mulai mengudara dengan tema psychedelia seperti Tame Impala, MGMT, Temples, Foals, Jagwar Ma, hingga yang kawakan seperti Coldplay. Untuk di tanah air sendiri musisi yang mulai terdengar diantaranya Circa Rama, Negative Lover, Efek Rumah Kaca, Pandai Besi, Low Pink dan Ramayana Soul. Efek seperti long delay loops dan extreme reverb ditambah lirik-lirik yang surealis terasa kental di telinga. Video klip yang ditampilkan pun membuat imajinasi dan fantasi ikut terbang bersama lantunan lagu. Munculnya kembali era psychedelia sekarang ini mengingatkan kembali warna di era 60-70an.  Di kala itu, psychedelic booming karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Apakah di era sekarang juga karena hal tersebut? Tentu tidak, karena selain dilarang, generasi kita sekarang sudah cerdas dan tau efek merugikan dari obat obatan terlarang.