Things You Should Know About Hepatitis

28-07-2016 05:07:09 By Marcha Nurliana
img

Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang 500 juta tubuh manusia dari seluruh dunia. Sebanyak 1,4 juta di antaranya kehilangan nyawanya akibat penyakit hepatitis pada setiap tahunnya. Angka ini ternyata lebih tinggi dari jumlah kematian akibat HIV/AIDS. Menyikapi hal ini, World Health Organization (WHO) memperingati Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh pada tanggal 28 Juli setiap tahunnya. Tujuan WHO memperingati Hari Hepatitis Sedunia tidak lain adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C. Lebih lanjut lagi, peringatan Hari Hepatitis Sedunia juga diadakan untuk mendorong upaya pencegahan, diagnosis, dan pencegahan penyakit hepatitis.

Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang salah satu organ tubuh yang penting, yaitu hati. Hepatitis bisa menyerang siapapun melalui virus maupun melalui gaya hidup yang tidak sehat. Virus yang biasanya menyebabkan penyakit hepatitis adalah virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Virus lain seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning, dan infeksi sitomegalovirus juga bisa menyebabkan penyakit hepatitis. Selain virus, hepatitis juga bisa disebabkan oleh alkohol, obat-obatan, air, makanan, dan darah. Jika seseorang menderita hepatitis kurang dari enam bulan, maka hepatitis yang diderita masuk ke dalam “hepatitis akut”. Sementar, jika hepatitis yang diderita lebih dari enam bulan, maka hepatitis tersebut masuk ke dalam “hepatitis kronis”.

Jenis-jenis

Secara umum, ada lima jenis virus hepatitis yang menyebar di masyarakat, yaitu:

Hepatitis A

Virus hepatitis A bisa dikatakan sebagai virus hepatitis yang paling ringan dibandingkan virus hepatitis lainnya. Hepatitis A menyebar akibat kurangnya perhatian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Penyebarannya bisa melalui medium air maupun makanan yang tidak terjaga kebersihannya. Maka dari itu, virus Hepatitis A kebanyakan menyebar di beberapa negara berkembang di dunia. Penderita dari virus Hepatitis A akan sembuh dengan perawatan tertentu tanpa menyebabkan penyakit lebih lanjut. Setelah seseorang sembuh dari Hepatitis A, maka dirinya pun akan kebal terhadap virus jenis Hepatitis A, tetapi tidak kebal terhadap virus lainnya, termasuk virus jenis hepatitis lain.

Hepatitis B

Virus Hepatitis B ditularkan melalui cairan-cairan yang keluar dari tubuh seseorang, seperti jarum suntik yang digunakan bersama-sama antar pengguna obat-obatan. Hubungan seksual antara kaum homogen dan heterogen juga bisa menyebabkan penyebaran virus Hepatitis B. Selain itu, seorang ibu yang terinfeksi virus Hepatitis B juga bisa menularkan virus yang sama kepada anak yang sedang dikandungnya. Beberapa kasus Hepatitis B yang terjadi di Afrika bisa berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis, dan kanker hati. Hepatitis B juga bisa disembuhkan jika melakukan perawatan tertentu. Tetapi 5 persen dari seluruh kasus Hepatitis B ternyata menjadi kronis karena penyakitnya tidak ditangani dengan baik.

Hepatitis C

Virus hepatitis C kebanyakan terjadi akibat transfusi darah dan paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan satu jarum suntik bersama-sama. Virus Hepatitis C sangat mudah tertilar melalui transfer cairan. Orang-orang yang dulunya menggunakan satu jarum suntik bersama-sama beresiko tertular virus Hepatitis C sebanyak 70 persen. Dari seluruh penderita hepatitis, jumlah penderita Hepatitis C hanyalah 0,8 persen. Tapi, sebagian besar dari seluruh penderita Hepatitis C akan menjadi kronis sehingga jumlahnya bisa menyamai jumlah penderita Hepatitis B yaitu sekitar 1 juta orang.

Hepatitis D

Virus hepatitis D merupakan turunan virus hepatitis B yang berkembang menjadi lebih berat. Kaum yang paling beresiko terinfeksi virus hepatitis D adalah kaum pecandu obat-obatan terlarang.

Hepatitis E

Hepatitis E merupakan virus yang menyebabkan wabah mirip dengan virus hepatitis A.

Pencegahan

Ada beberapa cara untuk melakukan pencegahan hepatitis. Pertama, melakukan vaksin hepatitis A dan B yang bisa diterapkan pada anak-anak. Bahkan, WHO telah merekomendasikan vaksinasi pada setiap anak-anak terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kedua, tidak ada salahnya menerapkan hidup sehat mulai dari sekarang. Perhatikanlah kebersihan lingkungan sekitar di mana dirimu beraktivitas. Misalnya, kebersihan air di kamar mandi, kebersihan makanan yang dikonsumsi, dan kebersihan alat-alat yang bisa masuk ke dalam tubuh seperti alat  makan. Bagi pasangan yang akan segera menikah, tidak ada salahnya juga untuk melakukan pengecekan darah untuk mengantisipasi adanya virus hepatitis pada pasangan. Hindari juga pemakaian obat-obatan terlarang yang memungkinkan penggunaan satu jarum suntik bersama-sama.