Serunya Membuat Aquascape

26-07-2016 01:07:41 By Rasyid Hadi
img

Menemukan hobi baru untuk mengisi harimu agar lebih berwarna sangat dianjurkan, selain untuk menghilangkan stress kamu juga dapat merefresh dirimu kedalam hal yang kamu sukai. Pernahkah terfikir oleh mu membuat aquascape? Ya aquascape adalah kegiatan berkebun di dalam akuarium yang dijadikan sebuah karya seni yang berkonsep. Jika biasanya qkurium hanya di fokuskan untuk memelihara ikan hias, kali ini aquascape menonjolkan biota tanaman yang akan di pelihara. Aquascape menuntut kreatifitasmu dalam membuat akosistem alami yang indah dalam satu akuarium. Hal pertama yang perlu kamu lakukan untuk membuat suatu aquascape adalah konsep. Untuk menentukan sebuah konsep kamu harus mempertimbangkan kesediaan bahan baku untuk kamu tata dalam konsepmu. Ada beberapa konsep yang biasa dibuat dalam aquascape, yaitu Dutch Style, Taiwanese Style, Iwagumi style, dan Nature Style. [caption id="attachment_13719" align="aligncenter" width="1800"]image via www.barrreport.com image via www.barrreport.com[/caption] Dutch Style atau bisa disebut juga gaya belanda merupakan aliran aquascpe yang paling tua. Gaya ini di populerkan dari tahun 1930 dan dipakai oleh hampir semua aquarist di Belanda. Dutch Style biasanya tidak menggunakan hardscape seperti batu ataupun kayu di dalamnya, Tidak juga biota ikan, fokus utama dari aliran ini adalah pemilihan dan penempatan berbagai jenis tanaman dengan warna yang berbeda sehingga memunculkan efek kontras yang luar biasa. [caption id="attachment_13716" align="aligncenter" width="1800"]image via www.fishlore.com image via www.fishlore.com[/caption] Gaya aquascape yang kedua adalah Taiwanese Style. Aliran yang satu ini mempunyai ciri menyerupai kehidupan atau lingkungan manusia di darat. Aquascape bergaya ini biasanya membutuhkan beberapa asesoris tambahan agar menyerupai keadaan sebenarnya di darat, asesoris tambahan itu seperti replika rumah-rumahan, boneka manusia/hewan, patung berukuran kecil, dan replika jembatan. [caption id="attachment_13717" align="aligncenter" width="1800"]image via www.plantedtank.net image via www.plantedtank.net[/caption] Iwagumi Style awalnya dikembangkan 30 tahun silam di Jepang. Takashi Amano merupakan maestro pertama yang mengembangkan gaya ini. Konsep ini mewakili karakter masyarakat jepang yang menyukai konsep minimalis, spiritualis dan cinta. Ciri indentik dalam Iwagumi Style terlihat dari tatanan hardscape yang biasanya berupa bebatuan. Istilah Iwagumi sendiri diambil dari nama formasi bebatuan di Jepang, setidaknya ada 3 batu utama dalam Iwagumi yaitu “nisan” atau batu ayah yang memiliki ukuran paling besar dan dua batu lainnya merupakan batu skunder dengan ukuran yang lebih kecil. [caption id="attachment_13718" align="aligncenter" width="1800"]image via www.pinterest.com image via www.pinterest.com[/caption] Nature Style memiliki ciri dengan menghadirkan pemandangan yang tumbuh secara alami dan terisinspirasi dari konsep berkebun Wabi Sabi di Jepang. Takashi Amano lagi lagi menjadi pencetus konsep ini dari tahun 1990. Gaya ini ditandai dengan memperhatikan keselarasan dan pengelompokan hardscape seperti batu, kayu apung dan tanaman air dalam rangka menciptakan representasi miniatur air dari sebuah landscape lingkungan tertentu. Tema yang kamu bisa ambil untuk gaya natural ini bisa seperti hutan hujan, pegunungan, bukit atau lembah. Setelah mengetahui apa tema yang akan kamu minati, selanjutnya kamu menyiapkan perlengkapan seperti, akuarium, pompa air, filter air, pompa udara, pasir, pupuk, heater, lampu, tabung oksigen atau Co2, hardscape seperti bebatuan, kayu, atau rumah rumahan, dan pastinya biota air yang ingin kamu implementasikan baik tumbuhan maupun hewan. Untuk perawatannya sendiri aquascape memerlukan perhatian yang khusus seperti, pengurasan air, pemupukan atau penggantian tanaman dan penambahan ikan. Bersihkan aquarium secara berkala dengan menggosok kaca hingga bersih. Pengurasan air dianjurkan tidak melebihi 50% dari kapasitas aquarium untuk menjaga kestabilan parameter air agar tidak berubah drastis sehingga ikan akan tetap nyaman setelah pengurasan. Pemupukan dan penggantian tanaman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang dapat kita lihat dari pertumbuhan dan kesuburan tanaman. Lakukan pemangkasan tanaman jika diperlukan.