Tradisi Saat Lebaran Yang Tak Lekang Oleh Zaman

06-07-2016 07:07:43 By Rasyid Hadi
img

Lebaran adalah nama lain dari Hari Raya umat Islam, baik hari raya Idul Fitri maupun hari Raya Idul Adha. Sekarang kita menyambut Lebaran Idul Fitri atau biasa disebut "Lebaran Mudik". Lebaran Idul Fitri dirayakan setiap tahun atau setiap bulan Syawal setelah sebulan umat Muslim melaksanakan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan. “Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.” merupakan kata pertama yang terlintas saat lebaran idul fitri tiba. Orang-orang Islam umumnya saling bersalam-salaman dan bermaaf-maafan dengan tetangganya, juga familinya setelah menunaikan Salat Ied. (Wikipedia) Ada beberapa kegiatan yang sudah menjadi tradisi lebaran bagi hampir seluruh masyarakat Indonesia, khususnya juga di Jakarta. Tradisi lebaran ini sudah terjadi secara turun-temurun sebagai warisan budaya bangsa yang masih belum terkikis oleh modernisasi zaman. Karena mengakarnya tradisi saat lebaran ini membuat kita terkadang merasa kangen dengan momen-momen dan atmosfir saat lebaran tiba. Berikut ini kegiatan yang sudah menjadi tradisi lebaran bagi masyarakat Indonesia:

Mudik

[caption id="attachment_13403" align="alignnone" width="1800"]image via bokunosekai.files.wordpress.com image via bokunosekai.files.wordpress.com[/caption] Karena banyaknya perantau atau imigran dari tiap daerah yang singgah di kota-kota besar untuk mengcari rezeki, maka saat waktu libur lebaran tiba merupakan kesempatan bagi para perantau untuk mudik atau pulang kampung ke tempat asal mereka. Bisasanya orang menyempatkan mudik untuk melepas kerinduan kepada kampung halaman, selain itu juga untuk ajang silaturahmi kepada sanak saudara dan khususnya orang tua. Mudik merupakan tradisi terkental dan terbesar saat menyambut lebaran. Karena banyaknya animo pemudik tiap tahunnya menjadikan kota-kota besar seperti Jakarta menjadi sepi sejenak. Kamu dapat memanfaatkan kesepian di pusat kota dengan berbagai tips seperti yang sudah di bahas di artikel “Memanfaatkan Fenomena Setahun Sekali: Jakarta Sepi”.

Takbir keliling

[caption id="attachment_13404" align="alignnone" width="1800"]image via commons.wikimedia.org image via commons.wikimedia.org[/caption] Malam takbiran dilaksanakan saat semalam sebelum hari lebaran tiba. Malam takbiran adalah kegiatan semalaman untuk memeriahkan penyambutan bersyukurnya umat muslim untuk kemanangan karena telah berpuasa sebulan penuh dan juga untuk menyambut tibanya hari Lebaran. Takbiran dilaksanakan dengan mengucapkan kalimat takbir (Allahu Akbar) berulang-ulang secara bersama-sama. Dengan bersamaan kumandang takbir, umumnya orang-orang juga akan menabuh bedug sebagai ungkapan kebahagiaan mereka. Tabuhan bedug ini dilakukan seirama sehingga membuat suasana malam lebaran semakin marak dan mengharukan. Takbiran biasanya bisa dilaksanakan di masjid atau cukup di rumah masing masing. Tapi sebagai tradisi kita sering melakukan takbir keliling baik dengan menggunakan kendaraan maupun sekedar berjalan kaki. Hangatnya kebersamaan sangat terlihat di saat-saat seperti ini.

Halal Bihalal

[caption id="attachment_13401" align="alignnone" width="1800"]image via beritadaerah.co.id image via beritadaerah.co.id[/caption] Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum kembalinya fitrah manusia, atau dapat disimpulkan kembali suci seperti baru dilahirkan. Momen ini yang membuat masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan, yang dikenal dengan halal bihalal. halal bihalal sendiri berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Dahulu kegiatan halal bihalal ini hanya dilakukan dengan bertatap muka langsung. Karena kemajuan zaman kini banyak diantara kita yang tidak sempat untuk bertemu langsung, kini banyak di antara kita yang saling bermaafan melalui handphone, media sosial, dan semacamnya.

Makanan khas lebaran

[caption id="attachment_13402" align="alignnone" width="1800"]image via blog.icbali.com image via blog.icbali.com[/caption] Tidak hanya kegiatan, sampai makanan pun menjadi tradisi atau pakem yang pasti ada saat Lebaran tiba. ketupat sayur, rendang, opor ayam, sambel goreng ati, dan beragam makanan khas daerah lainnya yang biasanya menjadi simbol hidangan yang tersaji saat lebaran tiba. Tidak hanya makanan berat, kue kue kering seperti Nastar, Putri Salju, Kurma serta kacang kacangan juga dan disajikan menggunakan toples atau wadah untuk menyimpan makanan yang biasanya berbahan kaca. Karena beraneka ragaman makanan di tiap keluarga, menjadikan tradisi saling mengirim makanan ke tetangga sebelah maupun sanak saudara. Selain untuk tetap menjaga tali persaudaraan antar warga, tradisi ini juga menjadi ajang saling memberi kepada keluarga yang kurang mampu dan berbagi kebahagiaan di hari Lebaran.

THR

[caption id="attachment_13405" align="alignnone" width="1800"]image via primaradio.co.id image via primaradio.co.id[/caption] Seperti yang sudah dibahas dalam artikel "Regulasi, Perhitungan, dan Tips Bijak Mengelola THR", Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan hak tiap pegawai yang di dapatkan dari perusahaan masing masing dalam menyambut hari raya keagamaan. Selain itu THR atau uang saku ini sudah menjadi tradisi untuk dibagikan kepada anak, adik, saudara yang lebih muda, sampai tetangga yang mempunyai anak-anak kecil. kegiatan berbagi THR kepada bocah biasa disebut uang angpao Lebaran atau bisa di sebut juga salam tempel.

Baju Baru

[caption id="attachment_13406" align="alignnone" width="1800"]image via serpong.org image via serpong.org[/caption] Tradisi lebaran dengan baju baru sebenarnya menjadi simbol bahwa Lebaran adalah hari yang fitri dan kita terlahir seperti baru kembali. Saat menjelang lebaran tiba kamu akan mendapatkan rezeki lebih dari THR dan disaat itu pula para penjual pakaian biasanya menjajalkan diskon yang cukup besar. Momen itu yang menjadikan kamu untuk dapat membeli baju baru. Biasanya para orang tua menghadiahkan baju baru kepada anaknya dengan beralasan sebagai motivasi anaknya telah berhasil berpuasa sebulan penuh. Namun bila budget kamu terbatas, jangan memaksakan tradisi yang satu ini.