Jalur-Jalur Alternatif Untuk Mudik Di Sekitar Pulau Jawa

04-07-2016 12:07:31 By Rasyid Hadi
img

Mudik merupakan kegiatan perantau atau pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya (Wikipedia). Karena kota Jakarta sendiri merupakan pusat imigran terbesar se-Indonesia, tentu Jakarta menjadi tempat yang akan ditinggal mudik berbondong-bondong warga yang tiapharinya mencari nafkah di ibu kota ini. Mudik sangat identik saat menjelang hari raya Idul Fitri, karena hari raya Idul Fitri merupakan momen untuk silaturahmi kepada semua orang untuk saling memaafkan. Selain momen tersebut, hari raya Idul Fitri biasanya memiliki jatah liburan lebih lama dari liburan lainnya , bisa sampai seminggu penuh. Untuk itu menjelang hari raya Idul Fitri semua orang biasanya menyempatkan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memantau pergerakan kendaraan pemudik. Sejak H-7 hingga H-5 Lebaran, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta mencapai 900.000 kendaraan. Ratusan ribu kendaraan itu mengarah ke arah timur Jawa. Rinciannya yakni 270.000 kendaraan melalui Tol Jagorawi, sekitar 316.000 kendaraan melalui Tol Jakarta-Tangerang, dan sekitar 325.000 kendaraan melalui Tol Cikampek. Diperkirakan ratusan ribu kendaraan tersebut menuju jalur utara, tengah dan selatan arah Jawa Barat hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lonjakan kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cibubur Utama Jalan Tol Jagorawi arah Bogor dan sekitarnya. Menurut data Direktorat Jenderal Bina Marga, total ada 95 km Jalan Tol baru di Pulau Jawa baik yang telah beroperasi maupun yang berstatus fungsional bisa digunakan pada musim mudik lebaran ini. Berikut rincian Tol-nya:

  • Pejagan-Pemalang/Tegal Barat di Provinsi Jawa Tengah telah beroperasi sepanjang 26 km,
  • Bawen-Salatiga di Provinsi Jawa Tengah siap fungsional 17,57 km,
  • Solo-Kertosono di Provinsi Jawa Tengah siap Fungsional 10 km
  • Surabaya-Mojokerto di Provinsi Jawa Timur telah beroperasi 18 km
  • Kertosono-Mojokerto/Mojokerto Barat-Mojokerto Utara di Provinsi Jawa Timur telah beroperasi 5 km
  • Gempol-Pasuruan/Rembang di Provinsi Jawa Timur siap fungsional 13 km
  • Cinere-Jagorawi Seksi II Raya Bogor-Kukusan siap beroperasi 6 km
Karena kebanyakan pemudik yang membawa kendaraan pribadi hanya dilingkup pulau jawa, maka dari itu JakartaVenue merangkum jalur alternatifmu di sekitar jawa tengah hingga ke jawa timur. Berikut jalur alternatif menuju Jawa Tengah: [caption id="attachment_13353" align="alignnone" width="1800"] image via http://finance.detik.com[/caption]

Jalur Perbatasan Jateng-Jabar

(via) Bantarsari (Brebes)–Ketanggungan–Slawi (Tegal)–Randudongkal–Bantarbolang (Pemalang)–Kebonagung–Wonotunggal–Bawang (Batang)–Sukorejo–Boja Kendal– Ungaran Semarang–Solo (via) Semarang–Gubug–Godong–Purwodadi–Kunduran–Blora–Cepu-Padangan

Jalur Perbatasan Jateng-Jatim

(via) Batas Jatim-Jalur Slawi–Jatinegara–Randudongkal siap dioperasikan (khusus siang hari)

Jalur Lintas Tengah

(via) Ajibarang–Purwokerto–Sokaraja–Kaliori-Banyumas–Klampok-Banjarnegara–Wonosobo–Temanggung–Secang–Lingk Ambarawa–Bawen

Jalur Penghubung Barat

(via) Tegal–Slawi–Prupuk–Bumiayu–Ajibarang–Wangon serta Pejagan–Ketanggungan–Prupuk

Jalur Penghubung Timur

(via) Semarang–Ungaran–Bawen–Salatiga–Boyolali– Kartosuro–Surakarta-Sragen–Mantingan Batas Jatim

Jalur Penghubung Tengah

(via) Pemalang–Bantarbolang–Randudongkal–Belik– Bobotsari–Purbalingga–Sokaraja/Klampok (via) Pekalongan–Kajen–Kalibening–Wanayasa–Banjarnegara (via) Weleri–Sukorejo–Parakan (via) Temanggung–Kaloran–Bandungan–Lemahabang/Ambarawa (via) Secang–Magelang–Muntilan-Salam

Jalur Penghubung Timur

(via) Pati–Kayen–Purwodadi–Gemolong-Surakarta (via) Sruwen–Gemolong Palur–Karanganyar–Tawangmangu–Cemorosewu/Batas Jatim (via) Surakarta–Sukoharjo-Wonogiri–Biting/Batas Jatim Ngadirojo-Giriwoyo
source: http://www.viva.co.id/