Regulasi, Perhitungan, dan Tips Bijak Mengelola THR

30-06-2016 02:06:44 By Rasyid Hadi
img

Bulan Ramadan memang bulan yang penuh berkah, untuk kamu yang sudah bekerja pasti sangat menanti mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau yang biasa disebut juga gaji ke-13. Tunjangan Hari Raya adalah jenis tunjangan yang diberikan oleh perusahaan pada pegawai pada hari raya keagamaan. THR sendiri biasanya dibagikan dalam bentuk uang. Kebanyakan perusahaan membagikan THR pada waktu yang sama untuk seluruh pegawainya, biasanya saat menjelang hari raya Idul Fitri. Untuk kamu yang baru saja masuk bekerja, tentunya masih banyak yang belum mengetahui bagaimana regulasi dan perhitungan besarnya hakmu untuk mendapatkan mendapatkan tunjangan yang satu ini. Menurut peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) yang mulai berlaku pada Maret 2016 mengatur bahwa THR harus diberikan pada semua pekerja, dengan syarat pekerja itu telah bekerja selama minimal satu bulan. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 tahun 2016, jika THR diberikan dalam bentuk uang, maka pegawai yang telah bekerja selama 12 bulan secara terus-menerus berhak memperoleh THR sebesar satu bulan gaji pokok dan wajib dibayarkan selambat-lambatnya satu minggu sebelum hari raya. Apabila pihak pengusaha atau perusahaan yang telat membayar THR kepada karyawannya akan didenda sebesar 5% dari jumlah THR yang dibayarkan kepada setiap pegawai, dan apabila perusahaan tersebut tetap tidak membayarkan THR, maka pemerintah akan memberikan teguran yang bisa berujung pada pencabutan izin usaha kepada pihak perusahaan. Untuk perhitungan nominal pembayaran THR disesuaikan dengan masa kerjamu perbulan, atau bisa dihitung dengan rumus (masa kerja x satu bulan upah) dibagi 12. Sebagai contoh, misalkan gajimu tiap bulannya sebesar Rp 3.000.000, dan kamu sudah bekerja selama 12 bulan, maka besar THR yang dapat kamu terima sebesar satu bulan upah gajimu (12 bulan x Rp 3000.000) dibagi 12, yakni sebesar Rp 3.000.000. Jika masa kerjamu di bawah 12 bulan, misalnya baru satu bulan bekerja, maka perhitungan THR yang berhak kamu dapat adalah (1 bulan x Rp 3.000.000) dibagi 12 = Rp 250.000. Untuk kamu yang sudah satu tahun bekerja pasti sangat senang mendapatkan tunjangan ini, karena kamu akan mendapat gaji dobel sebelum hari raya. Karena kamu mendapatkan gaji yang berlipat, biasanya THR cepat habis begitu saja jika dikelola dengan buruk. Kamu biasanya langsung berbelanja kebutuhan untuk hari lebaran, seperti membeli baju baru atau kebutuhan makan. Mengelola THR dengan bijak sangatlah penting karena kamu dapat menabung untuk keperluan di bulan-bulan berikutnya. Untuk itu JakartaVenue mempunyai tips agar THR-mu tidak terbuang percuma untuk hal-hal yang kurang diperlukan, daintaranya:

Menabung

Banyak yang menyepelekan menabung dari THR, sebenarnya kamu bisa memandang THR sama dengan gaji bulananmu. Kamu dapat menyisihkan 10 hingga 20 persen dari tunjanganmu untuk di tabung. Biasakan menyisihkan uang THR di awal ketika kamu baru mendapatkannya, agar kamu tidak tergoda dengan banyaknya pengeluaran untuk kebutuhanmu.

Zakat dan Kebutuhan Primer

Untuk keperluan ini kamu juga dapat menyisihkan sebesar 15 hingga 20 persen dari total THR yang kamu dapat. Jika kamu berniat untuk membeli kebutuhan premier seperti baju baru, kamu dapat membelinya di jauh-jauh hari sebelum menjelang hari raya, karena ketika menjelang hari raya semua kebutuhan pokok naik. Untuk bersedekah atau zakat kamu dapat mengeluarkan sesuai kewajiban dan keihlasan kamu masing masing.

Biaya Lebaran dan Mudik

Hal ini akan bergantung pada apakah kamu merayakan Lebaran di rumah atau mudik ke kampung halaman. Untuk kamu yang merayakan hari raya lebaran di rumah, kamu tentu harus menyiapkan dana untuk jamuan yang disajikan untuk keluarga besar dan para tamu. Berbeda halnya dengan kamu yang mudik ke kampung halaman, kamu harus menyiapkan dan memisahkan anggaran untuk tiket angkutan, jika kamu tidak mudik dengan kendaraan pribadi. Jika kamu mudik menggunakan kendaraan pribadi kamu harus menyiapkan anggaran untuk mengecek kendaraanmu sebelum dibawa mudik, bensin, dan persiapan selama dijalan.

Angpau dan Melunasi Hutang

Angpau merupakan tradisi membagikan uang saku untuk para keponakan, adik, atau sanak saudara lainnya yang lebih muda darimu. Biasanya tradisi ini berlaku jika kamu sudah memiliki pekerjaan dan sudah mendapatkan gaji. Untuk menyiasati uang angpau kamu sebaiknya langsung memasukkan ke beberapa amplop terpisah untuk penerima angpau Lebaran. Akan sangat tidak nyaman mempunyai hutang yang belum tebayar. Maka dari itu sisa uang THR dari pengeluaran tips diatas dapat kamu bayarkan atau dapat untuk mencicil hutang-hutangmu yang belum terlunasi. Apabila kamu tidak memiliki hutang yang perlu dibayar, alokasikan sisa THR ini untuk investasi masa depan ataupun tabungan dana darurat. Dengan demikian, kamu bisa berjaga-jaga seandainya kebutuhan harianmu kedepannya tidak tercukupi dari gaji bulanan.