Tek Tek Ensemble Live In Jakarta

24-06-2016 01:06:33 By Yehezkiel Sihombing
img

Di Jakarta, sesuatu yang menghibur tidak hanya tersedia di akhir pekan. Mengingat kota ini dipenuhi pemikir-pemikir kreatif dan jiwa-jiwa yang haus akan hiburan berkualitas, di hari kerja sekalipun acap tersaji hiburan berkualitas. Seperti apa yang terjadi di hari Selasa, 21 Juni 2016 lalu. Di mana digelar pementasan tunggal dari Tek Tek Ensemble. Pertunjukan mengambil tempat di Gudang Sarinah Ekosistem. Sebuah ruang kreatif yang digagas komunitas-komunitas penggiat seni seperti, Ruangrupa, Forum Lenteng, Serrum, Jakarta 32’C, OK Video, dan Grafis Huru-hara. White Shoes & The Couples Company, unit musik asal Jakarta yang tenar dengan citra retro ditunjuk sebagai aksi pembuka. Namun kali ini Nona Sari dan kawan-kawan tidak bermain secara live, melainkan di balik turntable. Seperti yang tertulis pada digital flyer untuk event ini, “White Shoes & The Couples Company (DJ set)”. Sambil asik bergoyang, Aprilia Apsari dan Ricky Virgana memutarkan koleksi piringan hitam mereka. Mulai dari African sounds, disco, dan aneka tembang dansa lintas negara lainnya diputar bergantian. Menjadi sesi pemanasan sebelum menyaksikan tampilnya Tek Tek Ensemble. Sudah pukul 21.30, saatnya mini orchestra asal negeri kangguru naik panggung. Tek Tek Ensemble beranggotakan 6 orang, sebagian pria dan sebagian wanita. Personilnya adalah Ros Jones (trompet), Paul Dornau (gitar), Renato Va Circa (drum), Jim Maguire (bass), Carrie Webster (biola), dan Rachael Kim (biola). DSCF6811 Lagu berjudul “Black Flame” dipilih sebagai lagu pembuka. Penonton sontak bergoyang menkmati ketukan yang groovy. Malam itu Tek Tek Ensemble membuktikan satu hal, bahwa tidak perlu single yang terkenal untuk menghasikan pertunjukan musik yang menghibur.  Derasnya hujan yang menghasilkan gaduh di atas atap juga tidak menyurutkan performa mereka. Total 4 lagu sudah dimainkan. “Next one is a famous song from Australia”, kata Paul Dornau yang coba menipu yang hadir. Karena yang dimainkan setelahnya adalah tembang dangdut lawas milik Rhoma Irama yang bertajuk “Begadang”. Gelak tawa muncul dari baris penonton. Tak terhindarkan pula gelora melayu muda-mudi untuk bergoyang dangdut. Cukup sulit memberikan label yang tepat untuk genre Tek Tek Ensemble. Didalamnya ada unsur jungle beat, surf rock, jazz, bossa, sampai musik tradisional India. Semuanya di padu padan menjadi alunan yang mengajak untuk menari. Sampai sudah diujung set. 13 lagu rampung dipentaskan, termasuk “Alamat Palsu” milik Ayu Ting-ting. Belum juga puas, penonton langusng berteriak meminta encore. Tek Tek Ensemble pun setuju untuk memainkan satu lagu lagi. Ros Jones memberikan pilihan kepada penonton, lagu mana yang akan mereka mainkan. Pilihannya diantara lagu Bollywood, atau “Toxic” milik Britney Spears. Banyak tangan terangkat untuk pilihan kedua. Gubahan lagu “Toxic” menjadi penutup penampilan Tek Tek Ensemble. Beberapa yang datang mungkin hadir tanpa ekspektasi tinggi, tapi dipastikan pulang dengan rasa puas. Pentas musik berkualitas di hari kerja datang seperti oase yang segar. Selanjutnya Tek Tek Ensemble mungkin akan masuk ke dalam playlist para penonton di malam itu.