Kawasan-Kawasan Jakarta Dalam Lagu

23-06-2016 01:06:53 By Yehezkiel Sihombing
img

Selamat ulang tahun yang ke 489, DKI Jakarta! Ibukota yang lekat dengan citranya sebagai lahan empuk untuk mencari nafkah.  Kota metropolitan yang penuh cerita dan kiat-kiat khusus untuk bertahan di dalamnya. Tak pelak, warganya sering kedapatan mengomentari lika-liku kehidupan di Jakarta. Sama halnya dengan para seniman yang berjaya di lintas zaman. Tidak sedikit diantara mereka yang mempersembahkan lagu untuk Jakarta. Baik secara keseluruhan, ataupun terbatas pada kawasan-kawasan tertentu. Isinyapun beragam. Mulai dari mengomentari gaya hidup kaum di sekitarnya, sampai curahan hati pengalaman pribadi dengan kawasan-kawasan di kota tercinta. Berikut beberapa lagu tentang kawasan-kawasan di Jakarta yang telah dipilih oleh Jakartavenue:

Lilis Suryani – Gang Kelintji

Lagu ini merupakan komposisi orisinal sang maestro wanita, Titiek Puspa yang ditulis di tahun 1966. Sebuah tembang yang tercipta sebagai hadiah persahabatan Titek Puspa dan Lilis Suryani. Tidak hanya itu, “Gang Kelintji” juga menjadi salah satu nomor paling populer di sepanjang karir Lilis. Liriknya adalah analogi yang lucu. Bercerita mengenai tempat tinggal Lilis Suryani di Gang Kelinci, Pasar Baru yang penuh sesak penduduknya. Sehingga menimbulkan dugaan kalau kepadatanlah yang menggusur istana kelinci dari daerah kekuasaannya, Gang Kelinci. [embed]https://www.youtube.com/watch?v=pWcAye2k3j8[/embed]

White Shoes & The Couples Company – Pelan Tapi Pasti

Berencana untuk bepergian ke arah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat? Pasang lagu ini jadi pengiringnya! Selain cerianya suasana lagu yang akan melegakan pikiran dari carut marut jalanan Jakarta, liriknya juga sarat dengan nasihat berlalu lintas. Yang entah kebetulan atau tidak, menyebutkan titik-tik rawan razia di Jakarta, seperti Kota, Harmoni, dan Kebun Jeruk. Karya grup musik asal Jakarta yang lekat dengan label retro ini merupakan bagian dari EP “Skenario Masa Muda” yang dirilis di tahun 2007. Tidak hanya “Pelan Tapi Pasti”. Sederet nomor-nomor ciptaan White Shoes & The Couples Company yang lain juga banyak didedikasikan untuk situasi sosial Ibukota. Coba saja dengarkan “Topstar” dan “Kisah Dari Selatan Jakarta”! https://www.youtube.com/watch?v=UxdRZHJ9NLw

Sam Saimun – Bujang Dara

Pernah merasa penasaran kawasan mana yang ramai dipadati muda-mudi Jakarta di tahun 50’an? Dengarkan lagu Sam Saimun yang satu ini untuk tahu jawabannya! Tempat di mana para bujang maupun dara menghabiskan hari, berharap bertemu pujaan hati. Tempat di mana bujang dan dara hilir mudik tanpa tujuan, setelah sebelumnya rampung berdandan. [embed]https://www.youtube.com/watch?v=Iss3SSskX3s[/embed] Kawasan yang dimaksud adalah Tanah Abang. Area yang kini lebih akrab dengan predikat pasar pusat kain dan keperluan garment terbesar di Indonesia. Mendengerkan lagu ini akan membawamu pada imajinasi suasana Tanah Abang tempo dulu.

Hari Moekti – Lintas Melawai

“Mereka asyik bercanda ria. Saling senyum tegur dan sapa. Glamourmu para remaja, tanpa dibebani problema.” Teriak Hari Moekti merespon beat disko yang mengiringi nyanyianya. Lagu ini menggambarkan era 80an, dimana kawasan Melawai menjadi pusat gemerlap hiburan Jakarta. Ya, ada banyak sekali tempat hiburan yang berdiri di kawasan Melawai pada masa itu. Selain ‘JJS’ (Jalan-jalan sore), ‘mejeng’, atau melakukan ‘tari kejang’ (break dance), muda-mudi di tahun 80an juga kerap menghabiskan akhir pekannya di Diskotik sepatu roda yang banyak terdapat di sana. [embed]https://www.youtube.com/watch?v=sfUq_kQZeao[/embed]

The Upstairs – Matraman

Lain kawasan, lain pula caranya bertahan. Setiap warga Jakarta pasti menghadapi belenggunya masing-masing dalam menjalankan hari-harinya yang melelahkan. Termasuk siapapun tokoh yang kisahnya dituiskan Jimi Multhazam, vokalis dari The Upstairs dalam lagu ini. Ini adalah kisah seorang yang kesetiannya diuji situasi lingkungan. Tepatnya situasi kawasan Matraman. Manifesto kesetiaan untuk belahan hatinya menjadi bagian yang paling lantang dinyanyikan penonton saat The Upstairs sedang berpentas. “Kan ku persembahkan sekuntum mawar. Aku di Matraman, kau di kota kembang” teriak mereka. [embed]https://www.youtube.com/watch?v=h6DDmT-U2qM[/embed]