Hal-hal Yang Hanya Ada Di Bulan Ramadhan

10-06-2016 04:06:36 By Rasyid Hadi
img

Selamat datang bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Sebulan penuh umat muslim menjalankan ibadah puasa ramadan. Selain dijalankan sebulan penuh, bulan puasa hanya berlangsung satu kali dalam satu tahun. Karena Indonesia berpenduduk mayoritas muslim, maka bulan ramadhan sangatlah berpengaruh di sini. Di kota-kota besar seperti Jakarta, ada banyak hal baru atau unik yang terjadi selama bulan ramadhan. Tidak hanya itu, ada juga banyak rutinitas yang bergeser karena adanya waktu sahur dan berbuka puasa. Berikut adalah beberapa fenomena yang hanya terjadi saat bulan Ramadhan:

Jam Pulang Kerja Dimajukan

[caption id="attachment_12713" align="alignnone" width="1800"]jam kantor JV image via pixabay.com[/caption] Mungkin hanya pada bulan Ramadhan jam pulang kerja dimajukan. Memang tidak semua perusahaan memajukan jam pulang kantornya, tetapi mayoritas seluruh kantor memajukan jam pulang karyawannya, terutama di kota kota besar seperti Jakarta. Ada beberapa kantor yang memang memajukan jam masuknya tetapi mempercepat jam pulang kerjanya, ada juga kantor yang memang sengaja memotong jam kerja untuk bisa pulang lebih cepat. Biasanya kantor memajukan satu jam hingga dua jam waktu pulang kantor. Rata-rata, mereka mulai pulang pada pukul 3 sore. Hal ini dikarenakan untuk menghargai karyawan yang menjalankan ibadah puasa karena mereka harus berbuka puasa saat magrib dan juga dilanjutkan menunaikan sholat Tarawih.

Jam Macet Bergeser

[caption id="attachment_12712" align="aligncenter" width="1800"]macet JV Images via pixabay.com[/caption] Dikarenakan rutinitas yang bergeser seperti jam pulang kantor lebih maju, maka kemacetan pada jalan terutama di Jakarta juga bergeser, yang biasanya dari jam 5 sore sampai jam 9 malam jalanan padat. Tetapi berbeda di bulan puasa ini, jalanan mulai padat dari jam 3 sore sampai jam 7 malam. Hal ini dikarenakan banyaknya orang yang ingin berbuka puasa di rumah,

Pasar Ta’jil Dadakan

[caption id="attachment_12739" align="alignnone" width="1800"]pasartakjil JV. image via cdn.bantenhits.com[/caption] Memang bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, kamu pasti sudah familiar dengan yang namanya ta'jil. Yak, makanan ta’jil sendiri itu seperti kolak, bubur sum-sum, tape bakar saos manis, es buah, martabak kurma, bubur lemu, es sup buah, dan masih banyak lagi. Nah, pada bulan Ramadhan, cemilan-cemilan khas ini bakal menjadi primadona yang siap diburu oleh semua orang. Kapan pun dan dimana pun kamu berada, kamu akan dengan mudah menjumpai pedagang-pedagang dadakan yang menjajakan ta'jil. Tidak hanya pedagang dadakan yang membuka lapak dadakan, pedagang asongan pun juga ikut berjualan ta’jil dadakan. Menjelang maghrib, banyak pedagangan asongan yang biasanya menjual makanan ringan dan rokok berubah menjadi penjual ta’jil yang biasanya para pedagang asongan menghampiri kendaraan saat di lampu merah.

Ramainya Masjid

[caption id="attachment_12715" align="alignnone" width="1800"]mosque crowd JV image via pixabay.com[/caption] Berbeda dengan keramaian masjid pada hari biasa yang hanya ramai saat shalat 5 waktu saja. Bahkan banyak juga pada hari biasa umat muslim lebih mementingkan kesibukan harian dibanding berniat ke masjid untuk sholat 5 waktu. Saat Ramadan tiba, sebagai umat Islam sangat berbangga hati, karena umat Islam percaya dibulan Ramadan ini adalah bulan yang penuh berkah dan suci. Hal itu menjadi salah satu magnet untuk masyarakat pergi ke masjid. Semangat mengejar pahala yang sedang diumbar di bulan ini berubah menjadi semangat positif yang merasuk dalam ramainya masjid bersama semangat kaum muslimin lain. Selain berburu pahala, yang membuat masjid tampak lebih ramai adalah karena adanya salat sunah tarawih yang dilaksanakan berjamaah dan hanya dilakukan pada bulan Ramadan ini. Related article: Masjid-masjid Bersejarah di Jakarta

Petasan

[caption id="attachment_12716" align="alignnone" width="1800"]fireworks-petasan jv image via pixabay.com[/caption] Petasan sendiri sudah dilarang oleh petugas keamanan karena dapat membahayakan dan mengganggu ketenangan umum. Anehnya setiap bulan Ramadhan, penjual petasan mendadak menjamur. Pada bulan Ramadhan, biasanya anak kecil semakin banyak yang bermain petasan untuk mengisi waktu luang agar tidak terasa sedang berpuasa. Walaupun berdaya ledak rendah, sebenarnya petasan sangat berbahaya bagi anak-anak. Hampir setiap tahunnya, ada korban yang muncul akibat bermain petasan. Bagi orang tua, sebaiknya selalu awasi anak-anak ketika sedang bermain petasan.

Teriakan Sahur

[caption id="attachment_12740" align="alignnone" width="1800"]sahur bedug JV image via biggerweb.blog.com[/caption] Panggilan untuk sahur biasanya diteriakkan dari speaker masjid, tapi banyak juga yang berjalan keliling perumahan sambil meneriakan “Sahurrrr…! Sahuurrr…!". Biasanya yang berkeliling perumahan adalah anak-anak kecil yang juga diringi musik dari bedug, gendang, kentrung, dan alat musik pukul lainnya. Panggilan sahur ini biasanya sengaja dibuat semeriah mungkin agar warga yang ingin ikut sahur terbangun.