How to be A Great Leader?

09-06-2016 05:06:01 By Marcha Nurliana
img

Eksistensi seorang pemimpin tidak bisa dilepaskan dari situasi apapun. Tidak hanya di kantor atau di sebuah organisasi, sosok seorang pemimpin pun biasanya ada di lingkungan terdekat kita sehari-hari. Misalnya di lingkungan pertemanan dan di lingkungan keluarga. Di mana ada sebuah kelompok sosial, di situ pula terdapat seorang pemimpin atau setidaknya sosok pemimpin yang tidak secara resmi tertulis namanya sebagai seorang pemimpin. Keberadaan seorang pemimpin ada karena sebuah kelompok secara langsung atau tidak langsung memiliki tujuan tertentu, yang tentu saja diperlukan sosok pemimpin untuk menggiring para anggotanya ke arah tujuan tersebut. Dalam sebuah keluarga kecil, misalnya, terdapat sosok seorang ayah sebagai pemimpin yang bertugas untuk mengarahkan dan mengambil keputusan-keputusan penting dalam keluarga yang ia nahkodai. Contoh lainnya, di lingkungan pertemanan pasti ada satu orang yang dominan alias “si leader” dari kelompok pertemanan tersebut. Biasanya, dia merupakan orang yang memutuskan kemana dia dan teman-temannya akan pergi, apa yang akan dilakukan, dan lain sebagainya. Jadi, sosok pemimpin memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sosial, baik kelompok sosial formal maupun informal. Di lingkup sosial formal atau lingkungan profesional (organisasi), sosok pemimpin pasti akan selalu ada karena adanya struktur organisasi yang sudah disusun. Pemimpin di kantor alias bos memiliki fungsi untuk merencanakan, mengarahkan, mengawasi, dan mengevaluasi kinerja para anggota yang ia pimpin. Tapi sayangnya, tidak semua orang dengan jabatan “bos” atau “ketua” bisa menjadi seorang pemimpin yang baik. Lebih lanjut lagi, tidak semua orang bisa menjadi sosok pemimpin yang disukai para anggotanya, yang di mana hal ini akan memperburuk suasana kerja organisasi yang ia pimpin. Situasi lingkungan kerja yang tidak sehat kemudian akan membuat kerja anggotanya juga tidak mencapai hasil yang maksimal. Karakter yang berinisiatif, tegas, bertangung jawab, dan jujur ternyata tidak cukup untuk membuat seseorang menjadi leader yang baik. Masih banyak hal lain yang tidak disadari orang-orang untuk menjadi seorang leader yang berhasil. Komunikatif, misalnya. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa intensitas komunikasi antara ketua atau “atasan” dengan anggota atau “bawahan” merupakan hal yang sangat penting. Ya, komunikasi merupakan salah satu kunci keberhasilan dari apapun. Banyak seorang “atasan” yang tidak berhasil membuat para anggotanya memiliki sikap terbuka terhadap dirinya. Faktor yang mendukung juga banyak, bisa dimulai dari pribadi sang bos yang tertutup atau dingin sehingga ditakuti oleh anggotanya, hingga dari pribadi anggotanya yang memang tertutup. Tapi justru di situlah tantangan yang sesungguhnya. Jika seorang atasan sudah berhasil membuat para anggotanya merasa nyaman berkomunikasi dengan dirinya, maka kesempatan organisasi tersebut untuk mencapai tujuannya akan semakin besar karena pola komunikasi yang terjalin dengan baik. Selain komunikatif, seorang leader juga perlu menjadi pengarah dan pengajar yang baik, bukan seseorang yang gemar menyuruh anggotanya. Seorang leader yang baik akan berusaha untuk menerapkan pelajaran dan ilmu kepada para anggotanya agar memiliki kemampuan seperti dirinya, bukan memaksa mereka untuk menjadi pintar dengan sendirinya.

“Leaders become great not because of their power, but because of their ability to empower others” - John C. Maxwell
Seorang pemimpin yang baik juga harus bisa menghargai kinerja para anggotanya, tapi tetap bisa menegur dengan bijak jika anggotanya melakukan kesalahan. Ia juga harus mampu untuk selalu membawa energi yang positif di manapun ia berada agar para anggotanya bisa selalu terinspirasi Tak hanya menegur anggotanya, ia pun juga harus mampu mengakui kesalahan yang ia buat tanpa melimpahkannya ke orang lain. Banyak hal-hal yang sebetulnya penting tapi tidak disadari oleh pemimpin yang membuat dirinya tidak berhasil menjadi pemimpin yang baik. Sebaliknya, banyak juga hal-hal yang seharusnya disadari olehnya yang sebetulnya bisa menggiringnya menjadi seorang pemimpin yang berhasil. Bagi kamu yang berniat mengasah kemampuan leadership, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah berguru dengan pakarnya melalui Grand Leadership Seminar with John Maxwell pada 22 Juli mendatang di Kota Kasablanka, Jakarta. Jadi, sudahkah kamu menjadi leader yang baik?