Pro Kontra "Sahur On The Road"

08-06-2016 03:06:54 By Rasyid Hadi
img

Salah satu tradisi di Jakarta pada saat bulan Ramadhan adalah sahur dijalan atau sahur on the road (SOTR). SOTR adalah kegiatan kelompok atau suatu organisasi untuk membagi - bagikan makanan sahur kepada masyarakat yang kurang mampu di sepanjang jalan. Sahur on the road ini sendiri banyak menimbulkan pro-kontra. Banyak yang beranggapan tidak perlunya ada kegiatan SOTR, tetapi tidak sedikit juga berpendapat SOTR itu lumrah untuk dijalankan. Walaupun begitu SOTR sendiri tetap berjalan tiap tahunnya.  Maraknya SOTR  tidak hanya di kalangan siswa, mahasiswa, komunitas, atau perusahaan. Beberapa instansi Pemerintah juga kerap melakukannya, baik di Jakarta ataupun di luar Jakarta. Kalangan yang setuju dengan SOTR itu sendiri beranggapan bahwa banyak nilai positif yang bisa diambil di dalam kegiatan ini. Setidaknya ada beberapa manfaat yang bisa kamu bisa ambil dari kegiatan SOTR ini, yaitu:

  • Kamu dapat mengikat tali persaudaraan antar sesama. Dengan kompaknya kamu berkonvoi bersama untuk menjalankan SOTR, kamu akan menambah rasa persaudaraanmu dengan kelompokmu dan juga orang yang mendapat makan sahur darimu.
  • Kamu dapat memiliki jiwa gotong royong yang kuat, kebersamaan kamu dengan kelompokmu untuk bahu membahu membagikan makanan sahur saat SOTR.
  • Kamu dapat menyalurkan rasa pedulimu dan rela berkorban terhadap sesama manusia. Dengan membagikan makanan untuk sahur bagi orang yang kurang mampu akan memupuk rasa kepedulimu.
  • Kamu akan merasa empati dan bersyukur yang lebih, ternyata masih banyak orang lain yang untuk makan sahur saja mereka tidak mampu.
  • Kamu dapat belajar tentang keikhlasan. Rasa ikhlas kamu untuk bergotong royong dan peduli lewat kegiatan SOTR
Namun tidak sedikit juga yang kontra dengan kegiatan SOTR. Kebanyakan dari mereka beralasan seputar kebersihan, keamanan dan keselamatan. Ada beberapa poin kesalahan atau pelanggaran yang sangat sering terjadi saat SOTR, diantaranya:
  • Banyaknya sampah dari sisa bungkus makanan yang dibagikan saat SOTR menjadi salah satu permasalahan yang paling sering terjadi. Biasanya para penyelenggara SOTR lupa untuk memberi penyuluhan tentang membuang sampah.
  • Pelanggaran seperti tidak memakai helm saat berkonvoi menggunakan motor dan menggunakan mobil bak terbuka untuk membagikan makanan sahur.
  • Masih banyak yang ugal – ugalan atau ngebut saat konvoi berlangsung. Tidak hanya membahayakan kelompok konvoimu, tetapi juga orang lain disekitarmu, lebih baik mengikuti sopan santun dalam berkendara juga.
  • Pada saat memberi makanan sahur, lebih baik kendaraan tidak sambil berjalan. memberhentikan kendaraan dulu baru membagikan makanan sahur lah yang dianjurkan. Selain mencegah agar makanan tidak jatuh ke jalan, faktor keselamatan juga menjadi alasan utama.
  • Adanya aksi vandalism dijalan, seperti mencoret-coret dan merusak fasilitas umum menjadi kebiasaan yang buruk dari tangan tangan iseng para peserta SOTR. Biasanya yang melakukan aksi vandal ini alah anak yang belum cukup dewasa, seperti pelajar dan mahasiswa baru.