Mengatur Program Diet Yang Sehat Saat Puasa

07-06-2016 06:06:56 By Rasyid Hadi
img

Akhirnya bulan Ramadhan telah tiba, bulan yang ditunggu - tunggu tiap tahunnya oleh para umat muslim. Pada bulan ini seluruh umat muslim berkomitmen untuk menjalankan puasa selama satu bulan penuh menahan diri dari hawa nafsu, makan, dan minum dari fajar sampai senja. Selain bertujuan menunaikan tuntutan agama, berpuasa juga dapat membantu menjernihkan emosi, menenangkan fikiran, dan sangat baik untuk kesehatan. Di saat bulan suci Ramadhan, kamu bisa memanfaatkan satu bulan lamanya sambil melakukan diet sehat. Sebenarnya disaat puasa seperti ini sangatlah tepat untuk menjalankan program dietmu secara maksimal. Bahkan dengan puasa, berat badan kamu pun bisa diturunkan secara optimal. Saat berpuasa, otot yang ada dalam tubuh maupun lemak yang berupa cadangan makanan akan direduksi. Sehingga, seseorang akan mengalami penurunan berat badan hingga beberapa kilogram saat berpuasa. Itulah mengapa diet sambil berpuasa merupakan cara yang tepat untuk penurunan berat badan. Dengan asupan makanan dan minuman yang terbatas dari pagi hingga sore hari menyebabkan tubuh mengalami banyak kekurangan energi dan cairan (dehidrasi). Maka dari itu kamu juga harus melakukan cara yang tepat dengan tidak melakukan diet sembarangan saat berpuasa. Hal ini demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama berpuasa. Berikut ini beberapa faktor faktor agar tubuhmu tetap sehat saat diet pada bulan puasa ini.

Pola makan dan minum                                                                                                   

Biasanya, di awal-awal berpuasa tubuhmu akan mengalami adaptasi, terutama dibagian organ pencernaan. Hal itu terjadi karena perubahan dari pola makan biasanya. Tubuhmu akan mengalami percepatan metabolisme. Nah, di awal-awal puasa inilah kamu harus mengatur pola makan dan minum yang masuk ke tubuh kamu ketika berbuka puasa maupun sahur. Jika kamu berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan yang porsinya sangat banyak, hal ini hanya akan berakibat buruk bagi kesehatan kamu. Terutama bagi kamu yang mengalami kegemukan (obesitas). Berbuka puasa dalam porsi besar hanya akan memicu gangguan pencernaan, terutama lambung. Sebaiknya, berbuka puasa dengan makanan berat dilaksanakan setelah kamu melakukan sholat maghrib atau satu jam setelah kamu membatalkan puasa dengan air putih dan ta’jil. Untuk minuman yang dikonsumsi saat berbuka harus tepat. Sebaliknya, hindari juga minuman dingin. Pasalnya, minuman dingin bisa membuat kita merasa lebih kenyang. Padahal saat berbuka puasa, kita membutuhkan asupan makanan yang bergizi. Jika demikian, di perut kita pun tidak akan ada tempat untuk menyerap gizi-gizi dari makanan sehat. Satu hal lain yang tidak kalah penting, selalu laksanakan sahur menjelang imsak agar makanan lebih lama dicerna, sehingga kamu pun akan lebih berenergi selama menjalani puasa.

Komposisi Menu

Untuk menu buka puasa, jangan biasakan langsung memakan makanan manis. Hindari makanan manis dengan Glycemic Index (GI) yang sangat tinggi saat berbuka puasa, misalnya saja kolak yang memiliki kadar GI yang tinggi. Konsumsi makanan manis saat kondisi perut yang kosong dapat memicu respon insulin yang tinggi sehingga bereaksi menyimpan makanan sebagai lemak tubuh. Selain makanan manis, kamu juga harus menghindari makanan-makanan yang terlalu pedas saat berbuka puasa karena makanan yang terlalu pedas dapat mengganggu pencernaan kamu. Menu sahur harus bisa menjadi cadangan kalori dan protein agar lambung tidak perlu terlalu lama mengalami kekosongan. Menu sahur yang bisa kamu makan adalah sup karena kuahnya yang dapat membuat pencernaan menjadi lancar serta membuat rasa kenyang lebih bertahan lama. Selain dengan sup, kamu juga dapar mengonsumsi makanan berkadar lemak rendah namun berkabohidrat tinggi, seperti oatmeal, roti gandum, nasi merah, jagung, dan ubi. Atau dengan makanan berprotein tinggi seperti ayam, ikan, dan telur. Makanan yang kaya serat juga bisa menjadi pilihan kamu, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Sesi sahur bisa diakhiri dengan 1-2 butir suplemen multivitamin dan mineral. Untuk minuman saat sahur, sebaiknya hindari teh dan kopi karena akan membuat kamu sering membuang air kecil. Teh dan kopi bisa kamu ganti dengan susu rendah lemak yang merupakan menu sehat saat sahur.

Tetap berolahraga degan rutin

Olahraga yang terbaik adalah olahraga yang dilakukan pada pagi atau sore hari. Untuk pagi hari kamu bisa berolah raga setelah sahur dan sholat subuh sebelum kamu memulai beraktifitas, dan untuk sore hari kamu bisa berolahraga menjelang waktu berbuka, setidaknya satu jam sebelum berbuka. Kamu bisa lakukan olahraga ringan seperti bersepeda, jogging atau threadmil setidaknya 30 menit sudah cukup. Jika ingin melakukan olahraga pada malam hari, lebih baik menunggu 2 jam setelah berbuka. Ada beberapa olahraga yang tidak disarankan saat berpuasa yaitu:
  • lebih baik menghindari olahraga olahraga berat karena menguras energi sangat banyak.
  • Olahraga yang dilakukan mendekati waktu tidur sebaiknya dihindari. Hal ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat.
  • Olahraga yang baik dilakukan saat puasa yaitu olahraga di tempat yang sejuk. Jika olahraga dilakukan di area terbuka, lakukan di bawah pepohonan dan kawasan yang sejuk. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari kelelahan dan muncul rasa haus yang berlebih.

Jam Istirahat yang cukup

Bulan puasa banyak menggerser jadwal keseharian kita, seperti jadwal tidur dan beristirahat juga ikut menyesuaikan bulan puasa ini. Memang ketika kita sedang puasa kita pasti kehilangan banyak sekali tenaga, banyak orang yang berfikir salah satu menghemat tenaga adalah tidur. Selain menghemat tenaga, tidur juga dapat dikatakan beribadah. Ternyata tidur terlalu lama juga sangat tidak baik bagi tubuhmu Alasan menghemat tenaga dengan tidur-tiduran justru akan membuat orang semakin lemas, tidak bersemangat, dan tidak bertenaga. Untuk di bulan ramadhan ini kamu dapat beristirahat dengan cukup. Kamu tinggal menyesuaikan dengan jadwal keseharianmu saat berpuasa. Dengan tidur di rumah lebih awal agar terbangun saat waktu sahur, dan tidur siang saat atau selama satu jam di kantor, yang niscaya akan memulihkan kondisi kamu yang tengah berpuasa.