Hemant Chanrai: Bagaimana Pendidikan Bisa Maju Tanpa Lampu?

07-06-2016 05:06:09 By Marcha Nurliana
img

Sudah menjadi pandangan umum bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang berpenduduk sekitar 250 juta dengan status negara berkembang. Negara berkembang dapat diukur melalui Human Development Index (HDI) yang di dalamnya memiliki beberapa indikator, seperti angka harapan hidup, tingkat melek huruf, pendidikan, dan standar hidup. Secara global, sebuah negara memiliki tiga indikator penting pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Kini, pemerintah Indonesia sedang mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan sebesar 20%. Mengingat pendidikan merupakan salah satu aspek penting untuk kemajuan sebuah negara, maka dari itu bisa disimpulkan bahwa pengalokasian dana yang cukup besar untuk sektor pendidikan bertujuan untuk memajukan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Selain peran pemerintah, berbagai Nonprofit Organization (NPO) kini juga mengambil peran dalam perkembangan pendidikan di Indonesia. Bisa dilihat dari publikasi-publikasi yang mengajak kita untuk menyumbangkan buku-buku bekas untuk dikirimkan ke berbagai daerah terpelosok. Tapi, ada satu hal mendasar yang luput dari perhatian kita.

“Bagaimana pendidikan dapat berkembang jika masih ada daerah yang tidak dipasok listrik? Bagaimana anak-anak bisa membaca buku yang disumbangkan dari relawan masyarakat jika di rumahnya tidak memiliki lampu untuk membaca buku-buku tersebut?”
Setidaknya, hal itulah yang dikatakan oleh Hemant Chanrai selaku CEO dan founder Azzura Solar, perusahaan penyedia panel surya yang kini sedang memfasilitasi pedesaan yang belum terpasok listrik. Dulu, Hemant merupakan pengusaha power bank bertenaga surya yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Suatu hari, seorang pria asal Sukabumi memesan power bank dalam jumlah yang banyak. Hal ini membuat dirinya penasaran dengan motif dipesannya power bank dengan jumlah yang banyak sekaligus. Ternyata, pemesanan dalam jumlah besar tersebut dikarenakan desa di mana pria tersebut tinggal masih minim listrik, sehingga saat malam hari, power bank tersebut berguna untuk menerangi desa orang tersebut. Hal inilah akhirnya yang membuat Hemant mengembangkan program penyedia listrik berbasis tenaga surya. Hemant berasumsi bahwa Indonesia masih butuh pasokan listrik karena listrik merupakan salah satu pondasi penting dalam pembangunan sebuah negara berkembang, termasuk Indonesia. Pulau Jawa yang merupakan pulau dengan penduduk terpadat ternyata juga masih memiliki pedesaan yang tidak terpasok listrik. Kini, Azzura Solar telah bekerja sama dengan 24 perusahaan yang melaksanakan program Coorporate Social Responsibility (CSR) dengan menyediakan instalasi listrik dari tenaga surya di desa-desa terpencil. Ia pun juga membangun program bernama “Bright Future”, sebuah program fund raising yang bisa diakses melalui Kita Bisa. Beberapa waktu lalu, JakartaVenue memiliki kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Hemant terkait berdirinya Azzura Solar. [caption id="attachment_12661" align="alignnone" width="788"]JV_AzzuraSolar2 Sistem panel yang ditawarkan Azzura Solar[/caption]
Bagaimana Azzura Solar bekerja? Apa saja yang diperlukan untuk membangun sistemnya?
Sistem tenaga surya yang kita tawarkan adalah sistem plug and play. Panel kami memiliki tenaga sebesar 20 watt yang bisa memberikan hingga 20 jam lampu LED yang sangat terang untuk rumah. Panel kami memiliki bermacam-macam ukuran, mulai dari 5 watt hingga 250 watt, tergantung kebutuhan. Semakin besar panelnya, maka semakin besar kemampuan panel tersebut untuk menyerap tenaga surya, dan semakin besar pula jumlah watt yang bisa dihasilkan.
Butuh waktu berapa lama untuk memasang sebuah panel surya pada sebuah rumah?
Untuk sebuah rumah, sistem panel berdaya 20 watt hanya membutuhkan waktu pemasangan di bawah satu jam. Pemasangannya sangat sederhana.
Hingga kini, sudah berapa jauh Azzura Solar membantu sistem ketenagalistrikan di Indonesia?
[caption id="attachment_12660" align="aligncenter" width="2048"]JV_AzzuraSolar1 Proses pemasangan sistem Azzura Solar[/caption] Sampai hari ini, sekitar 2000 rumah di seluruh Indonesia sudah dipasangi sistem yang kami tawarkan. Tentu saja dengan variasi ukuran yang berbeda-beda.
Apa yang diharapkan dari eksistensi Azzura Solar?
Kedepannya, saya ingin melanjutkan fund raising melalui program-program CSR yang dilakukan berbagai perusahaan agar Azzura Solar bisa terus memfasilitasi desa-desa yang tertinggal melalui pasokan listrik. Selain itu, saya juga ingin melakukan ekspansi di Asia, seperti India yang masih memiliki wilayah yang kekurangan pasokan listrik. Last but not least, saya juga ingin mengembangkan sistem tenaga surya untuk rumah yang lebih terang dan lebih murah.