Masjid-masjid Bersejarah di Jakarta

06-06-2016 10:06:19 By Marcha Nurliana
img

Bulan Ramadhan telah tiba! Ada beberapa kegiatan di bulan suci ini yang pasti wajib kamu lakukan, salah satunya adalah shalat tarawih. Daripada melaksanakan shalat tarawih di masjid yang itu-itu saja, tidak ada salahnya jika bulan puasa kali ini kamu sesekali mengeksplor Jakarta dengan melakukan shalat tarawih di masjid fenomenal yang kaya akan nilai sejarah. Ini dia beberapa rekomendasi masjid bersejarah yang patut kamu kunjungi di Jakarta.

Masjid Istiqlal

[caption id="attachment_12614" align="aligncenter" width="1500"]JV_Istiqlal Photo via vizts.com[/caption] Siapa tak mengenal masjid terbesar se-Asia Tenggara ini? Masjid Istiqlal memang kerap dipadati masyarakat Ibukota maupun luar kota, terutama saat hari-hari besar karena kemegahannya dan letaknya yang strategis di tengah-tengah pusat Kota Jakarta. Siapa sangka, masjid yang memiliki arsitektur memukau ini ternyata dirancang oleh seorang kristiani bernama Frederich Silaban, yang juga perancang bangunan dari Gedung BNI 46, Monumen Nasional, serta Gelora Bung Karno. Diresmikan pada 1978, Masjid Istiqlal hingga kini mampu menampung sekirar 200.000 jamaah sekaligus. Tidak heran, masjid satu ini sering, bahkan selalu dijadikan tempat di mana kegiatan keagamaan nasional dirayakan dan disiarkan secara langsung melalui TVRI dan beberapa stasiun televisi lainnya. Rasanya, bulan Ramadan kali ini tidak lengkap jika tak melaksanakan ibadah di Masjid Istiqlal! Lokasi: Jl. Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat.

Masjid Al-Anshor

Jika berbicara sejarah, jangan sampai kamu tidak mengetahui salah satu masjid tertua di Jakarta. Ya, Masjid Al-Anshor yang telah berdiri sejak pertengahan abad ke-17 ini berada di sebuah gang kecil, tepatnya di Jl Pengukiran II, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Seara keseluruhan, masjid ini tak tampak seperti masjid lantaran tak memiliki kubah dan menara. Malahan, masjid ini sekilas tampak seperti rumah biasa dibandingkan sebuah tempat suci. Sayangnya, tidak ada upaya untuk mempertahankan kondisi bangunan masjid ini seperti aslinya, mengingat Masjid Al-Anshor merupakan masjid tertua di Jakarta. Jika kamu ingin mengeksporasi Jakarta lebih jauh, berkunjung dan beribadah di Masjid Al-Anshor bisa masuk ke dalam salah satu list wajibmu. Lokasi: Jl. Pengukiran II (Gang Koja), Tambora, Jakarta Barat.

Masjid Agung Sunda Kelapa

Masjid megah yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini dibangun atas prakarsa Ir. Gustaf Abbas pada 1960-an. Tak seperti masjid lainnya yang menganut simbol relief ala Timur Tengah, Masjid Agung Sunda Kelapa dipenuhi simbol-simbol lainnnya yang cukup fleksibel. Hal ini pula yang mematahkan “harga mati” arsitektur masjid yang wajib menggambarkan simbol-simbol Timur Tengah. Berdirinya Masjid Agung Sunda Kelapa juga tidak terlepas dari para jenderal yang menyumbangkan sejumlah dana untuk pembangunan ini. Masjid Agung Sunda Kelapa berdiri di atas tanah seluas hampir 10.000 m² dan mampu menampung sekitar 4.000 jamaah. Jika ingin menjadikan masjid ini sebagai salah satu tempat beribadah di bulan Ramadan, pastikan kamu datang lebih awal agar mendapatkan tempat parkir yang tidak terlalu jauh dari lokasi masjid. Lokasi: Jl. Taman Sunda Kelapa No. 16, Jakarta Pusat.

Masjid An-Nawier

Kawasan Tambora, Jakarta Barat memang memiliki beberapa masjid yang bersejarah, salah satunya adalah masjid ini. Masjid yang terletak di Jl Raya Pekojan, Tambora, Jakarta Barat ini berdiri pada 1760. Konon, masjid ini memiliki kaitan erat dengan masjid tua di Keraton Surakarta dan Banten. Masjid ini memiliki mimbar yang merupakan hadiah dari Sultan Pontianak Syarif Algadri. Di tengah bangunnnya, terdapat menara yang dulu merupakan tempat mengumandangkan adzan sekaligus sebagai menara pengawas. Masjid seluas 2.470 m² ini mampu menampung sekitar 2.000 jamaah. Lokasi: Jl Raya Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Masjid Dian Al Mahri

[caption id="attachment_12621" align="aligncenter" width="3008"]JV_masjid Photo via alhazami.files.wordpress.com[/caption] Berbeda dibandingkan masjid lain yang memiliki kisah sejarah tertentu, Masjid Dian Al Mahri merupakan masjid yang tergolong baru karena diresmikan pada 2006 lalu. Tapi, masjid satu ini memiliki daya tariknya tersendiri karena kubahnya yang dilapisi emas setebal dua hingga tiga milimeter. Maka dari itu, masjid ini juga sering dijuluki dengan nama “Masjid Kubah Emas” oleh orang-orang. Selain berkubah emas, masih ada lagi beberapa keunikan lain yang terdapat di masjid ini. Misalnya saja, lampu gantung di dalam masjid seberat 8 ton yang didatangkan langsung dari Italia. Relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Masjid ini memiliki arsitektur seperti masjid-masjid di Timur Tengah dengan enam menara dan total kapasitas mencapai 20.000 jamaah. Lokasi: Jl. Maruyung Raya, Meruyung, Limo, Kota Depok, Jawa Barat.