Hypnagogic Journey: Pentas Hipnotis Bottle Smoker

05-06-2016 07:06:20 By Yehezkiel Sihombing
img

Sejatinya musik elektronik memiliki cakupan yang luas. Tidak hanya terbatas dengan pakem musik lantai dansa. Hal itu lah yang coba ditawarkan dua sahabat, Agung Suherman (Angkuy) dan Ryan Adzani (Nobie). Keduanya tergabung dalam unit music elektronik eksperimental bernama “Bottle Smoker”. Kelihaian mereka mengolah suara menjadi sample untuk music-musiknya telah membawa mereka berpentas kemana-mana. Tidak hanya di dalam negri, tapi juga pada perhelatan panggung musik berskala internasional. Seperti “Big Mountain Festival” di Thailand, “Kylin Music Festival” di Beijing, dan masih banyak lagi. Dalam rangkaian “Festival Printemps Francais 2016” yang diadakan oleh Institut Perancis Indonesia (IFI), “Bottle Smoker” mengadakan sebuah konser bertajuk “Hypnagogic Journey”. Tepatnya pada tanggal 3 Juni 2016. Mengambil tempat di auditorium IFI, Thamrin, Jakarta. Tidak hanya sekedar memainkan lagu-lagu dari album terbaru mereka yang bertajuk “Hypnagogic”. Dalam penampilan khusus tersebut, banyak sekali hal-hal spesial yang disajikan oleh band yang menjadi pembuka konser “M83” di Jakarta itu. Yaitu adalah pementasan musik elektronik yang melibatkan berbagai disiplin seni didalamnya. Diantaranya adalah kolaborasi dengan Wanggi Hoed, seorang pemain pantomim. Serta pembacaan puisi oleh Permata yang disertai dengan body movement. Lalu Killerafternoon, yang didaulat sebagai penata live visual. Saat penonton dipersilahkan masuk, lampu sorot berwarna merah menyinari set panggung dan instrumen-instrumen absurd milik “BottleSmoker”. Sekian menit berjalan, Angkuy dan Nobie naik keatas panggung. “Hypnagogic Journey” dimulai. Memang benar jika “Mum”, “Amiina”, dan unit-unit post rock minimalis asal Islandia lainnya menjadi influence terbesar “Bottle Smoker”. Penonton di auditorium IFI berulang-ulang dibawa kepada klimaks. Nada-nada yang terbentuk dari alat-alat musik yang dibuat oleh “Bottlesmoker” memang terksesan minimalis. Tapi sesekali membuat imajinasi melambung tinggi. Belum lagi ditambah aksi interaktif yang memukau dari Wanggi Hoed dan Permata. Yang dimana keduanya mengintepretasikan nomor-nomor milik “Bottle Smoker” lewat gerak dan puisi. Menghasilkan sebuah kolaborasi yang berkelas.