Festival Musik Indonesia, Daya Tarik Pariwisata Baru

03-06-2016 03:06:51 By Marcha Nurliana
img

Rasanya sudah tidak pantas lagi jika menyebut Indonesia sebagai negara yang masih di tahap tidak maju di ranah industri musik. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya musisi baru yang muncul ke permukaan yang tentu saja diiringi dengan kualitas musik yang baik. Begitu juga dengan festival musik yang kian hadir di tengah-tengah masyarakat di Indonesia. Secara global, festival musik merupakan sebuah acara di mana berbagai musisi dengan genre tertentu akan hadir dan memeriahkan panggung festival tersebut. Kemeriahan festival musik biasanya juga diiringi dengan ramainya massa yang mengerubuni venue dari event tersebut. Tak jarang, berbagai festival musik juga kerap mengangkat tema spesifik untuk menghadirkan suasana atau ambience yang lebih kuat. Festival musik sendiri bermacam-macam, mulai dari genre musik yang diwadahi, tema yang diusung, jumlah panggung, luas wilayah, hingga target audience dari festival itu sendiri. Di luar negeri, festival musik berkala tahunan sudah biasa diadakan. Misalnya saja negara paman sam yang memiliki festival musik “Coachella”, sebuah festival musik yang diadakan selama tiga hari berturut-turut dan sudah ada sejak 1999. Selain Amerika Serikat, ternyata Belgia juga memiliki “Tomorrowland” yang sudah berlangsung tahunan sejak 2005. Selain dua nama di atas, masih banyak lagi nama-nama festival musik meriah yang selalu diburu orang seperti “Zookout”, “Glastonbury”, “Summer Sonic”, dan “Big Day Out”. Berbagai festival tersebut kerap diburu masyarakat dengan alasan jajaran nama artis yang menarik hingga tema festival yang meriah. https://www.youtube.com/watch?v=3dkWqwoDVXU Di Indonesia sendiri, festival musik sebetulnya sudah ada sejak lama. Tidak kalah menarik dari festival musik di luar negeri, kini masyarakat lokal juga kerap menyerbu berbagai festival musik di Indonesia. Misalnya saja “Java Jazz Festival” yang sudah berlangsung sejak 2005 di Jakarta dan selalu menjadi daya tarik bagi pecinta musik jazz. Jumlah pengunjung festival musik tersebut selalu mencapai angka yang fantastis. Pada 2011, jumlah pengunjung “Java Jazz Festival” mencapai 110.000, dilanjutkan pada 2012, jumlah penonton “Java Jazz Festival” mencapai sekitar 123.000 pengunjung. Kemudian pada 2013, jumlah pengunjung mencapai 115.000, dilanjutkan pada 2014, sebanyak 113.000 pengunjung juga turut memeriahkan “Java Jazz Festival”. Tidak hanya sukses mengadakan festival musik di ranah genre jazz, Indonesia juga memiliki segelintir festival di genre lain. “Djakarta Warehouse Project” atau “DWP”, misalnya, yang kini menjadi fenomena festival musik elektronik tahunan di Indonesia. "DWP" pertama kali muncul pada 2010 dengan menggandeng Kaskade sebagai salah satu headliner dari sederetan line up mereka. Dianggap sukses, "DWP" akhirnya berlanjut hingga sekarang dan bahkan kini disebut-sebut sebagai the biggest EDM festival in South-East Asia. Kemeriahan festival musik tidak berhenti sampai Ibu Kota. Pulau Dewata misalnya, juga merupakan tempat di mana kemeriahan festival musik diadakan. Masih ingat festival musik bertajuk “Dreamfields Festival”? Salah satu festival musik EDM terbesar di dunia itu bahkan memilih Indonesia sebagai salah satu tempat di mana festival musik tersebut digelar. Hasilnya? Ribuan penonton menyerbu Pulau Bali hanya untuk menonton “Dreamfields Festival”. Tidak lupa “Sunny Side Up” yang juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke pulau dewata. Selain semua yang disebutkan di atas, masih banyak lagi festival musik di Indonesia yang ternyata bisa menjadi daya tarik tersendi bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Kementerian Pariwisata mengatakan bahwa peningkatan jumlah wisatawan pada 2014 salah satunya disebabkan oleh beberapa agenda penting di Indonesia. Agenda penting yang dimaksud adalah Java Jazz Festival, Banyuwangi Beach Jazz Festival, Bintan Marathon, Djakarta Warehouse Project 2014, dan Bintan Golf Challenge 2014. Indonesia sudah dapat digolongkan sebagai negara yang mampu mewadahi musisi lokal dan dunia melalui berbagai acara yang digelar. Dapat dikatakan, Indonesia pun kini sedang bersaing dengan festival-festival musik di luar negeri. Kita pun sebagai warga negara Indonesia tidak perlu membayar ongkos yang besar dan tiket yang mahal hanya untuk menonton artis-artis fenomenal yang akan manggung di festival musik luar negeri. Beruntung, Indonesia memiliki berbagai promotor yang menyadari gairah masyarakat terhadap industri musik kian meningkat dari waktu ke waktu. Kita pun beruntung bisa menikmati berbagai musik lokal dan internasional yang berkualitas melaui panggung-panggung festival musik. Lebih beruntungnya lagi, kini muncul fenomena turis asing yang berkunjung ke Indonesia untuk menonton musik festival. Menarik, bukan? https://www.youtube.com/watch?v=BN4pWHzYrdU