Yuk Bercocok Tanam ala Rumahan!

01-06-2016 03:06:06 By Rasyid Hadi
img

Tumbuhan hijau di sekitar rumah akan membangkitkan aura positif pada setiap penghuninya. Rumah akan terlihat lebih segar, sejuk, nyaman dan dapat meningkatkan daya tarik interior rumah. Tidak hanya tentang estetika, tanaman juga dapat menunjang kesehatan, dengan menyegarkan udara dari yang oksigen melimpah, menetralisir racun dari polutan, dan juga dapat menghindari kamu dari stres. Namun padatnya perumahan di kota kota besar seperti Jakarta, membuat lahan untuk bercocok tanam sangat terbatas. Sering kali keterbatasan lahan menjadi faktor paling utama sulitnya bercocok tanam. Belum lagi padatnya kegiatan sehari-hari yang pmembuat kegiatan bercocok tanam menjadi semakin sulit dilakukan. Tetapi sempitnya lahan dan kesibukan harian bukan menjadi penghalang untuk kamu memulai hobi bercocok tanam. Ada beberapa metode cara bercocok tanam yang pas untuk kamu yang tinggal dan kerja di kota besar, diantaranya:

    Metode Tabulampot

Untuk cara yang pertama kamu dapat mencoba metode budidaya tanaman dalam pot (tabulampot). Metode ini dibuat untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan. Hampir semua jenis tanaman dapat ditanam menggunakan metode ini. Hanya dengan menggunakan sebuah pot, tanah dan pupuk kamu dapat memulai bercocok tanam. Selain menggunakan pot plastik kamu dapat menggunakan Wadah tanah liat, logam (drum), plastik, semen maupun kayu. Namun pot berbahan tanah liat dan kayu sangat baik untuk tabulampot karena memiliki pori-pori sehingga kelembaban dan temperatur media tanam lebih stabil. Selain itu, wadah yang baik juga harus memiliki kaki atau alas yang memisahkan antara dasar pot dengan tanah. Hal tersebut agar sirkulasi air dan udara berjalan lancar, serta agar akar tanaman tidak menembus tanah. Untuk merawat tanaman menggunakan metode ini cukup mudah, kamu bisa menyiram tanaman secara rutin. Minimal satu kali sehari. Dimana kamu bisa menyiram pada pagi atau sore hari setelah kamu pulang dari kantor. Dan untuk pemupukan, kamu dapat menambah pupuk dalam jangka waktu 3 sampai 4 bulan setelah pemupukan pertama.

    Metode Hidroponik

Hidroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu hydro berarti air dan ponous berarti kerja. Jadi metode Hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah, serta menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah, sehingga kamu tidak harus menyirami tanamanmu setiap harinya. Menerapkan sistem ini sangat mudah. Kamu dapat menggunakan botol bekas untuk wadah. Pertama-tama potong botol menjadi 2 bagian dan lubangi bagian atas leher botol untuk pemasangan sumbu dan aliran udara. Kemudian pasang sumbu pada bagian atas botol dan masukkan bagian tersebut ke bagian bawah botol dengan cara dibalik. Setelah itu, isi bagian atas botol dengan media tanam seperti sekam, pecahan bata, dan sebagainya agar akar dan batang tanaman tidak mudah tumbang. Terakhir, masukkan bibit tanaman yang sudah disemai ke dalam media tanam dan siram dengan larutan nutrisi yang terbuat dari campuran air dan unsur hara.

    Metode Vertikultur

Vertikultur diserap dari bahasa Inggris yang berasal dari kata vertical dan culture yang artinya, teknik budidaya tanaman secara vertikal di ruang sempit dengan memanfaatkan bidang sebagai tempat bercocok tanam. Untuk media vertikultur juga biasanya disusun secara vertikal. Penempatan media tanam dapat menggunakan beberapa barang bekas, seperti kaleng, paralon, riul, ataupun papan kayu yag dapat digunakan sebagai alternatif tempat media tanam. Pipa paralon biasanya digunakan untuk model vertikultur tegak atau yang dikenal juga dengan metode vertikultur paralon PVC. Cara budidaya tanaman dengan model ini pun tidak lah sulit. Pertama-tama, siapkan pipa paralon berdiameter kurang lebih 4 cm yang telah diberi beberapa lubang sebagai tempat untuk menaruh bibir tanaman yang sudah disemai sebelumnya. Agar dapat berdiri tegak, bagian bawah pipa paralon dapat diberi semen dengan wadah kaleng atau pot. Kemudian masukkan media tanam seperti  kompos dan sekam hingga memenuhi pipa paralon. Lalu letakkan bibit tanaman pada setiap lubang pada pipa paralon. Setelah itu, kamu cukup merawat tanaman tersebut dengan cara menyiramnya secara rutin dengan cara mengalirkan air dari bagian atas pipa paralon.   Itulah beberapa metode yang dapat kamu gunakan untuk memulai hobi bercocok tanam secara sederhana, selamat bercocok tanam, guys!.