Komedi Talijodo: Lakon Lucu yang Menyentil Ibukota

30-05-2016 11:05:46 By Yehezkiel Sihombing
img

Polemik sosial di Ibukota memang tidak ada habisnya. Pihak-pihak yang diharapkan masyarakat untuk mencari solusinya justru sering menambah masalah baru. Seperti intrik-intrik di ranah politik yang disebabkan para politisi, contohnya. Mencoba menuturkan situasi dan kondisi tersebut dalam panggung peran, Indonesia Kita untuk ke-19 kalinya menggelar sebuah pagelaran teater bernuansa budaya. Pementasan yang digelar pada tanggal 27-28 Mei 2016 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki tersebut diusung dengan tajuk “Komedi Talijodo”. Penuhnya kursi di dua hari pementasan, bisa jadi bukti akurat konsistensi kualitas Indonesia Kita dalam mengadakan suatu pertunjukan. Dan memang betul, “Komedi Talijodo” berhasil menawarkan lenong modern yang segar dengan skrip dan alur cerita yang mennyentil. Dibuka dengan scene kehadiran tiga orang perantau (Cak Lontong, Akbar, dan Arie Kriting) ke Jakarta. Ketiganya bersama meneriakan mimpinya, serta sumpah yang telah dibuat bersama. Sumpah itu berbunyi “Satu untuk semua, semua untuk satu!” Selanjutnya adalah bagaimana kejamnya Ibukota meruntuhkan cita-cita dan janji mereka bertiga. Kepentingan politik dan perkara-perkara sosial lainnya menjadi tersangka atas hal tersebut. Retaknya hubungan persahabatan mereka bahkan menjadi makanan empuk untuk agenda politik dan bisnis satu pihak. Kekonyolan demi kekonyolan dilempar dari panggung. Penonton tak kuasa menahan tawa sepanjang 150 menit durasi pementasan. Tidak hanya itu, gubahan lagu-lagu Betawi lama yang dinyanyikan di sela-sela lakon juga menjadi suatu hiburan tersendiri. Selamat untuk Indonesia Kita yang sekali lagi berhasil mengungkap keindahan budaya Indonesia lewat panggung sandiwara! Untuk kamu yang tidak sempat menontonnya, jangan sampai kamu ketinggalan sebuah pentas musikal keroncong karya Indonesia Kita yang berjudul “Dua Tanda Cinta”! Yang akan ditampilkan pada tanggal 29-30 Juli 2016.