ShiverinG Ground Music Festival 2016: The Coolest Rave in Town

29-05-2016 06:05:49 By Yehezkiel Sihombing
img

Tidak mengherankan jika satu hal yang muncul di benak banyak orang Jakarta saat mendekati bulan Puasa adalah pesta yang heboh dan penuh cerita. Ekspektasi menjadi tinggi, mengingat satu bulan kedepan harus rehat dulu dari lantai dansa dan dunia gemerlap. “ShiverinG Ground Music Festival 2016”, perhelatan rave yang mengundang Dimitri Vegas & Like Mike, DJ nomor 1 dunia itu serentak jadi jawabannya. Gundah gulana partygoers diselesaikan tuntas tepat sebentar sebelum dimulainya Bulan Puasa. 27 Mei 2016, Ecopark Ancol, kembali menjadi tempat tampilnya para DJ kelas dunia. Pukul 8 malam, kerumunan anak muda sudah memadati lokasi tersebut. Celana pendek menjadi seragam wajib crowd yang datang. Beberapa diantaranya menggunakan aksesoris-aksesoris futuristik yang bisa menyala. War Bonnet Indian yang ngetop di 2 tahun yang lalu juga masih menjadi atribut pilihan. Ada dua stage yang ditawarkan dalam event ini. “GG Crystal Palace” yang terletak di outdoor area menjadi arena tampil para DJ EDM (Electronic Dance Music). Sedangkan “Shiver Electric Cave” yang terletak di indoor area menyajikan musik trap dan dubstep. Nama-nama DJ lokal seperti Cello, Slim B, J-Yap, Pixiee, Adhie Flowz, Cream, March Mayhem, Stan, dan Dua feat Annemette Hauglum mengisi kedua panggung tersebut sampai lebih dari jam 10 malam. [caption id="attachment_12409" align="alignnone" width="1800"]Suasana penampilan Rusko di panggung "Shiver Electric Cave". Suasana penampilan Rusko di panggung "Shiver Electric Cave".[/caption] Ketepatan membagi waktu menjadi tantangan tersendiri untuk pengunjung yang ingin merasakan sensasi di kedua panggung. Mengingat selanjutnya akan tampil nama-nama besar secara berturut-turut. Jay Hardway sudah berdiri di atas panggung “GG Crystal Palace”. DJ yang mulai dikenal dengan duetnya bersama Martin Garrix itu memanaskan outdoor area. TWRK, nama yang paling ditunggu-tunggu di “Shiver Electric Cave” tampil di waktu yang sama. Tubuh yang melekuk patah lantas menjadi gerakan seragam mereka yang menyaksikan TWRK malam itu. Setelah TWRK, giliran Pegboard Nerds, duet dubstep era Skrillex yang mengambil alih. Cukup disayangkan, crowd kebanyakan berhamburan ke luar. Mereka menuju “GG Crystal Palace” untuk menyaksikan penampilan dari Dirty South. Sesuai dengan namanya Dirty South menjadi performer dengan seleksi lagu paling dirty di panggung tersebut. Ketukan-ketukan yang dihasilkan dari lagu-lagu progressive house mendorong antusias crowd sampai pada level yang terbilang ‘pecah’. Salah satu hal yang perlu diacungi jempol dalam perhelatan “ShiverinG Ground Music Festival 2016” ini adalah singkatnya durasi setting pada jeda waktu pergantian performers. Baru sebentar Dirty South turun dari panggung, MATTN sudah bersiap untuk memainkan set pendeknya. Rusko, penampil paling ditunggu tim JakartaVenue berpentas di “Shiver Electric Cave”. Nomor-nomor dubstep yang meledak-ledak seperti “Woo Boost” dan “Everyday” diputar dari panggung. [caption id="attachment_12410" align="alignnone" width="1800"]Meriahnya crowd Dimitri Vegas sebagai penampil puncak. Meriahnya crowd Dimitri Vegas sebagai penampil puncak.[/caption] Waktu yang paling ditunggu-tunggu mayoritas audiens akhirnya datang juga. Apalagi kalau bukan tampilnya Dimitri Vegas & Like Mike, pemimpin klasemen DJ terbaik dunia saat ini. Distorsi suara dan permainan lampu mengawali penampilan Dimitri Vegas yang malam itu tampil seorang diri. Ya, cukup disayangkan Like Mike berhalangan hadir dikarenakan kondisinya yang kurang fit. Permintaan maaf disampaikan Dimitri Vegas malam itu. Tapi bukan DJ nomor 1 namanya jika absensi rekan menurunkan kualitas penampilannya. Dimitri Vegas tetap tampil menggila di atas panggung. Kepuasan terbukti dari reaksi crowd lewat tangan-tangan yang terangkat, dan teriakan-teriakan kegirangan. Closing fireworks diluncurkan saat pagi hampir menjelang. Selesai sudah perhelatan rave dengan tagline “The Coolest Dance Music Festival in Indonesia” itu. Semoga tahun depan ShiverinGGround Music Festival tidak hanya menjadi “The Coolest”, tapi mungkin juga “The Hottest”!