Up Close Interview with Shalindra Kawilarang

25-05-2016 07:05:23 By Marcha Nurliana
img

Being a vegan is not easy as it sounds. Memiliki prinsip dan pemikiran positif tidak bisa dilepaskan jika ingin menjalani hidup sebagai seorang vegan. Setidaknya, itulah yang dijalankan oleh Shalindra Kawilarang, wanita berumur 29 tahun yang kini memutuskan untuk menjadi seorang vegan. Ia selalu merapkan, jangan setengah-setengah jika ingin memutuskan untuk menjalankan pola hidup sehat. Cantik dan prinsipal, itulah yang bisa menggambarkan dirinya. Beberapa hari lalu, JakartaVenue berkesempatan untuk berbincang langsung dengan pemilik akun instagram @theoatlady sekaligus founder dari Püra Vïda. Nah, bagaimana kisahnya menjadi seorang vegan? Simak perbincangannya!

Apa alasan utama kamu menerapkan healthy lifesyle dalam hidup kamu?

[caption id="attachment_12292" align="aligncenter" width="750"]JakartaVenue-Shalindra Transformasi perubahan tubuh sebelum dan sesudah menjadi vegetarian[/caption] Awalnya aku menerapkan pola hidup vegetarian sejak aku SMA, sekitar tahun 2005. I was 78 kgs back then. Orang-orang banyak yang sering mengejek aku karena bentuk badan aku yang tidak proposional. Kemudian, aku pun mencoba berbagai macam diet hingga mengalami eating disorder. Itu dia alasan awalnya aku menerapkan pola hidup sehat dengan menjadi vegetarian. Namun setelah 4 tahun, aku kembali memutuskan untuk memakan daging, dan akhirnya aku memutuskan untuk menjadi vegetarian kembali.

Kemudian, sejak kapan kamu mulai menjadi seorang vegan? Mengapa?

Sering banget aku lihat di internet dan facebook, banyak orang-orang yang treat hewan dengan tidak layak, just for commercial use. Waktu itu aku sempat melihat gimana hewan yang baru lahir itu langsung dipisahkan dari induknya. In my opinion,you don’t have use the cruel way to make it commercial. Akhirnya, aku memutuskan untuk berhenti mengonsumsi produk-produk yang berunsur hewani, seperti susu, yoghurt, dan telur.

Bagaimana kamu menahan hasrat-hasrat ingin memakan makanan yang biasa kamu konsumsi tersebut?

Setelah aku menjadi vegan, aku kehilangan hasrat-hasrat untuk memakan makanan yang tadinya aku suka. Malah, pernah aku datang ke sebuah restoran dan tidak sengaja memakan kejunya. Setelah itu, aku merasa mual dan seharian rasa kejunya tidak hilang dari mulutku. It’s so disgusting! Jadi, hasrat ingin memakan makanan enak itu hilang dengan sendirinya.

Kemudian sekarang, apa yang kamu makan sehari-hari?

Yang jelas, setiap pagi aku minum satu liter watermelon juice untuk detox racun-racun yang ada di tubuhku. Kemudian untuk makan siang, aku bisa membuat smoothie bowl sendiri yang sering aku post di instagram @theoatlady. Yang aku makan adalah buah, sayur, oats, biji-bijian sebagai konsumsi sehari-hari. Tentu saja aku mengolahnya dengan menarik sehingga semakin bersemangat memakannya.

Setelah merubah pola konsumsi makanan dari vegetarian menjadi vegan, adakah perubahan dari reaksi tubuh?

Ada. First, in this 2 months, I lost 10 kilos. Terus, kalau reaksi tubuh, ya mungkin, semua orang akan aneh mendengar ini. But I feel high. You never feel so lighter in your life, healthy, clean. It’s just a different high. Kalau kamu hanya makan sesuatu yang berasal dari bumi, seperti tumbuhan dan buah, it’s just feel a natural high. You feel like your body’s changing, like, clean basically!

Wow, cool! Ada tanggapan orang-orang terkait pola hidup yang kamu terapkan sekarang?

Tentu saja, orang-orang disekitarku sering bilang “ngapain sih ngebatasin diri seperti itu”. But you know, ini pola hidup yang aku terapkan dan aku tidak pernah mendengar mereka. Apalagi, basically aku juga suka makan buah dan sayur, jadi bagi aku tidak terlalu sulit menerapkan pola hidup seperti ini.