Jelajah Area: Kawasan Pasar Baru

21-05-2016 05:05:31 By Yehezkiel Sihombing
img

“Puluh ribu orang yang berbelanja. Senggol dan sikut, tidak atau memang sengaja. Ada yang senyum dan ada yang marah. Yang terang banyak isi kantong pindah.” Senandung mendiang Soejoso Karsono di tahun 60-an dalam tembang “Kisah Pasar Baroe”. Lagu tersebut bisa jadi salah satu bukti kemegahan Pasar baru yang dari masa ke masa tak pernah luntur pamornya. Bersama dengan gapura besar bergaya tionghoa yang berdiri gagah di muka Pasar Baru. Di usia yang sangat tua, Pasar Baru tak lantas menjadi hamparan yang tidak berguna ataupun beralih fungsinya. Justru Pasar Baru kini menjadi melting pot atau tempat meleburnya berbagai aspek di Ibukota. Dimana kultur-kultur bertemu. Para pedagang keturunan Tiongkok, India maupun pribumi berniaga bersama. Pesona Pasar Baru juga bertahan kuat, sejalan dengan kokohnya hal-hal yang memang sudah lama berada di dalamnya. Modernisasi hadir memoles area tersebut menjadi sesuatu yang bisa diterima dari zaman ke zaman. Pertemuan konten-konten bersejarah dengan sentuhan modern menjadikan salah satu kawasan perdagangan tertua di Jakarta itu semakin menarik. Kini, selain dikenal sebagai pusat textile, alat-alat olahraga, produk kecantikan, dan kebutuhan fotografi. Pasar Baru masih menyediakan banyak sekali titik-titik menarik untuk disinggahi. Semua itu sudah dirangkum oleh tim JakartaVenue untuk kamu semua. Yuk simak hal apa saja yang bisa kamu nikmati di Pasar Baru!

Lilin-lilin Menyala di Klenteng Hok Tek Bio

Lebih dari 300 tahun bangsa Tiongkok mengisi kawasan Pasar Baru. Tak pelak bukti-bukti sejarah dari masa tersebut masih tertinggal didalamnya. Salah satunya adalah Klenteng Hok Tek Bio. Untuk mencapai Klenteng Hok Tek Bio, kamu harus berjalan menyusuri gang yang sangat kecil. Gang yang mungkin hanya bisa muat 1-2 orang saja. Terletak di belakang kedai bakmi Aboen, satu-satunya direktori menuju klenteng adalah papan kecil bertuliskan “Yayasan Vihara Dharma Jaya (Hok Tek Bio)”. [caption id="attachment_12213" align="alignnone" width="1800"]Salah satu altar di Klenteng Hok Tek Bio Salah satu dari 28 altar di Klenteng Hok Tek Bio[/caption] Berdiri dari tahun 1698, Klenteng Hok Tek Bio menyimpan 28 atar. 14 altar di lantai atas, dan 14 lainnya di lantai bawah. Nyala lilin yang berjumlah sangat banyak menjadikan suasana di tempat ini terasa sangat spiritual. Yang juga menjadikan klenteng ini unik adalah keberadaan altar-altar yang menempatkan tokoh-tokoh tradisional. Seperti Pak Raden contohnya. Yang pada altarnya bisa kamu lihat tumpukan bantal dan cangkir-cangkir teh. Untuk kamu yang mau mengunjungi Klenteng Hok Tek Bio untuk beribadah atau berwisata, kamu dapat mengunjunginya tanpa dikenakan biaya. Tapi ingat untuk tetap menjaga ketertiban di sana ya!

Wisata Kuliner Sarat Nostalgia

Tidak akan ada habisnya jika membahas titik-tik wisata kuliner di bilangan Pasar Baru dan sekitarnya. Untuk kamu yang memang ingin menyantap makanan utama atau hanya sekedar jajan cemilan, Pasar Baru akan memberikan jawaban yang memuaskan. Salah satunya adalah Bakmi Aboen yang terletak di Gang Kelinci. Kedai bakmi dengan pilihan menu non halal ini sudah berdiri dari tahun 1962. Jadi pantaslah jika eksistensinya mencerminkan kelezatannya yang tak lekang waktu. Textur mie yang lembut bertemu dengan irisan ayam, daging babi merah, dan cincang yang menggugah selera. Cita rasa kaldu yang khas didalam semangkuk kuah yang mendampingi mangkuk mie juga akan menjadi sensasi tersendiri di lidahmu. [caption id="attachment_12214" align="alignnone" width="1800"]aboen jktvnue Lezatnya bakmi pangsit Aboen dengan cita rasa yang khas[/caption] Kamu cukup merogoh kocek sebesar 35 ribu Rupiah untuk semangkuk mie babi dengan pangsit. Harga yang sangat sepadan untuk kenikmatannya. Dan untuk kamu yang belum puas, kamu bisa mencicipi bakso goring Aboen yang juga ternama. Atau menghampiri kios cakwe legendaris yang terletak persis didepan Aboen. Selesai menikmati makanan utama pilihanmu, rasanya belum lengkap tanpa pencuci mulut yang tepat. Kesegaran es krim Tropik, yang terletak kurang lebih 50 meter dari gerbang selatan Pasar Baru bisa jadi solusinya. [caption id="attachment_12215" align="alignnone" width="1800"]Kesegaran rasa klasik dari es krim Tropik Kesegaran rasa klasik dari es krim Tropik yang melegenda[/caption] Beroperasi sejak tahun 1952, Tropik menawarkan varian es krim yang berbeda dengan yang banyak beredar di pasaran. Tingkat kekentalan dan kepadatannya dijamin berhasil membuatmu puas. Dengan ragam varian rasa klasik yang tetap menggoda untuk dicicipi, es krim Tropik adalah perhentian yang sayang untuk dilewatkan. Tidak berhenti di jajaran tokonya, di ruas jalan Pasar Baru juga dihidangkan berbagai jenis kue-kue tradisional yang lezat dan tidak merobek kantong. Pisang cokelat, onde-onde, bolu, dan berbagai macam kue lainnya bisa kamu dapatkan di sini.

Butik Busana Tangan Kedua

Mungkin yang lantas muncul di benakmu saat mendengar frasa ‘baju bekas’ adalah murahan. Tapi setelah megunjungi Metro Atom, barulah kamu tahu kalau yang sebenarnya tidak demikian. Mendekati bulan Ramadhan, pantaslah jika kita mengidamkan tumpukan koleksi baju baru. Untuk kamu yang mencari tempat penjual baju dengan desain-desain vintage yang unik dengan harga miring, kamu bisa mengunjungi Metro Atom. Dari jaket kulit, blouse, t-shirt, dan aksesoris, semuanya tersedia di sini. [caption id="attachment_12216" align="alignnone" width="1800"]Aneka busana tangan kedua di Metro Atom Aneka busana tangan kedua di Metro Atom dengan harga-harga terjangkau[/caption]

Lembar-lembar Sejarah di Gedung Filateli

Menyebrang dari kawasan pintu air, kamu akan melihat deretan gedung tua beratap genting merah. Yang dimaksud adalah Gedung Kesenian Jakarta, Sekolah Santa Ursula, dan yang berada ditengahnya, Gedung Filateli. Gedung Filateli dirancang oleh J van Hoytema dari Dinas BOW pada tahun 1913. Arsitektur art deco yang menjadi bukti eksistensi lintas zaman gedung ini menjadi daya tarik tersendiri. Suasana gedung yang pada masa produktifnya berfungsi sebagai layanan pengiriman dokumen ini akan membawa imajinasimu pada zaman noni-noni Belanda yang dahulu kala adalah potret area Pasar Baru. [caption id="attachment_12217" align="alignnone" width="1800"]Tampak depan Gedung Filateli Tampak depan Gedung Filateli Jakarta dengan arsitektur art deco[/caption] Kini gedung Filateli menjadi sentra penjualan barang-barang filateli seperti kartu pos, foto tua, dan lain-lain. Sayangnya program Pemerintah seperti konservasi dan revitalisasi belum berjalan dengan maksimal.

Antara, Titik Siar Proklamasi

Berdiri pada tanggal 13 Desember 1937, kantor berita Antara adalah penggalan sejarah penting bagi kemerdakaan Indonesia. Karena dari tempat inilah berita kemerdekaan Indonesia disiarkan ke seluruh dunia. [caption id="attachment_12218" align="alignnone" width="1800"]Patung jurnalis di Galeri Antara Patung jurnalis di Gedung Berita Antara yang menghiasi area galeri[/caption] Memasuki gedung dua tingkat ini, kamu akan menemukan galeri di lantai dasarnya. Yang mana digunakan sebagai tempat dihelatnya pameran-pameran, yang umumnya ditujukan untuk fotografi/jurnalistik. Melangkah menaiki tangga, kamu sudah sampai di museum kecil Antara yang memajang segudang koleksi alat-alat operasional Antara zaman awal-awal. Itu dia daftar beberapa hal menarik yang bisa kamu lakukan di area Pasar Baru. Semoga bisa jadi panduan kamu saat sedang disana ya!