David J: Tentang Menjadi Hip Hop DJ

14-05-2016 05:05:10 By Yehezkiel Sihombing
img

Lewat kebiasaannya membuat mixtape dalam format kaset pada usia pra remaja, David Jaay (yang akrab dengan panggilan David J) mengarahkan hasratnya menjadi seorang DJ. Dan dalam wawancara via surat elektronik ini, kepada JakartaVenue ia juga menceritakan hal terbaik dari menjadi seorang DJ, sampai pandangannya mengenai skena hip hop di Jakarta. Hi, David Jaay! What’s up? What are you currently working on? Ada beberapa hal yang sedang saya kerjakan. Saya sedang menyiapkan jadwal saya untuk bulan depan. Ketika Jakarta sedang agak sepi sepanjang Bulan Puasa, saya akan menghabiskan waktu saya di Bali. Saya akan bermain di beberapa tempat sambil mengerjakan beberapa side project. Can you tell us what led you to become a DJ? Saya selalu merasa terkoneksi dengan musik. Sejak usia yang sangat muda, ada sesuatu yang begitu kuat dan bergerak yang membuat saya lebih menghayati musik dan perasaan yang saya dapatkan dari kekuatan sebuah lagu. Saya mendengarkan lagu-lagu orang tua saya lewat koleksi kaset mereka. Dan itu merupakan berpengaruh besar terhadap selera music saya pada masa itu. Sejak saya punya radio and cassette player di Sekolah Dasar, saya selalu mendengarkan lagu-lagu yang sedang diputar di radio. Lalu dengan medium kaset saya merekam lagu-lagu yang saya suka. Dari situlah saya terbiasa membuat kompilasi lagu-lagu pilihan saya. Kemudian memasuki masa SMP, saya mulai membuat mixtapes untuk diberikan atau dijual ke teman-teman. Kebiasaan itu membuka banyak hal baru di hidup saya. Dimana saya bisa share lagu yang saya suka. Dan berpikir bahwa akan sangat seru kalau saya bisa dikenal lewat rilisan-rilisan mixtape saya ini. Itulah titk start saya sebagai seorang DJ. Dimana saya menemukan platform untuk menempatkan lagu yang saya suka dalam medium kaset dan memberikan kepada orang lain untuk didengarkan.   As a DJ, what’s actually your goal and obsession? Sebagai DJ, goal saya adalah untuk memutarkan musik yang benar-benar menyatukan saya dengan orang lain, jadi saya bisa berbagi perasaan dan vibes yang saya rasakan dari musik itu. It’s all about sharing those expressions together and being united under one groove! What is your favorite part of being a DJ? Hal yang paling saya suka dari menjadi seorang DJ adalah kesempatan untuk berbagi dan memainkan lagu untuk orang lain. There’s nothing better than playing music for people and sharing the same feelings from the power of songs. Ada koneksi yang terbentuk. Energi yang universal. Saya juga suka mencari artis dan lagu-lagu untuk ditambahkan sebagai koleksi. What do you do when you are not on the deck or studio? Ketika sedang tidak di deck, saya biasanya mencari lagu-lagu, baik lagu baru ataupun lama. Saya juga mencaritahu tentang bakat-bakat baru diluar sana. It’s been a long time since you chose to become a hip hop selector. What makes you into hip hop? Hip hop adalah pondasi saya .Saya dibesarkan di era keemasan hip hop, tepatnya ketika saya di Kanada, sebelum pindah kembali ke Indonesia. Kakak perempuan saya sering membawakan saya kaset dan CD dari hip hop yang luar biasa ke rumah saya, dan saya selalu mendengarkannya. Kakak saya merupakan pengaruh besar untuk saya . Pulang sekolah saya sering buru-buru ke rumah untuk menonton “Rap City” di “MuchMusic” yang memutarkan lagu-lagu hip hop terbaik setiap harinya. Saya merasa sekitar sayalah yang memperkuat pondasi itu. Dan itu selalu mempengaruhi saya sampai saat ini. As we know that hip hop can be classified into many subgenres, such as mob, trap, etc. What’s actually the most interesting kind of hip hop for you? Wah, agak sulit menjawab nya. Banyak aspek yang membuat saya jatuh cinta dengan hip hop. Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, I grew up during the golden age of hip hop, so I will always have a weak spot for the stuff I grew up listening to. Tapi saya juga tertarik pada hal-hal lain, seperti kekuatan lirik , flow , gaya dan tentu saja bass dan ketukannya. Banyak track hip hop yang menggunakan sample dari lagu-lagu lama, baik dalam genre apapun. Semuanya merupakan kesatuan, dan itu penting bagi saya. [embed]https://soundcloud.com/davidjaay/david-js-hip-flip-vol-i[/embed] What do you think about hip hop scene and crowd in Jakarta? Menurut saya scene hip hop di Jakarta sedang agak menjenuhkan. Dimana lebih banyak unsur pop didalamnya. Tapi memang itu yang saat ini punya nilai jual dan diminati kebanyakan orang. Mereka terbiasa mendengarkan apa yang sedang populer (top 40). Dan scene untuk musik populer selalu memiliki tempat disini. It’s a business, so establishments will want music played that sells drinks. Tapi masih banyak juga pihak dan hip hop event di Jakarta yang menampilkan wajah hip hop yang sebenarnya. What is one genre/sub genre you think doesn't get the attention it deserves in Jakarta? Saya tidak begitu mengetahui tentang hal ini. Tapi saya yakin Jakarta akan lebih menarik jika banyak yang berani mengambil resiko dalam menawarkan musik yang beragam. Ketika saya di London, saya takjub dengan beragam scene yang ada di sana. Saya melihat banyak sekali genre, musik, dan jenis pertunjukan. Mudah sekali untuk menemukan genre yang ingin saya nikmati. Scene di Jakarta semakin baik dari tahun ke tahun dalam hal kualitas (khususnya musik yang digarap secara digital). Tapi saya harap kedepannya akan lebih baik lagi. Harus ada banyak pilihan untuk orang-orang Jakarta! Can you tell us your version of “Best crowd ever”? Crowd terbaik menurut saya adalah mereka yang mendapatkan sesuatu dan terpuaskan perasaannya saat mendengarkan musik yang dimainkan. Tidak peduli banyak atau sedikit crowd yang ada, saya senang ketika melihat mereka menikmatinya dengan menari atau bernyanyi. Saya suka memainkan lagu-lagu yang menimbulkan respon positif. Dan kegembiraan mereka adalah wujud apresiasi bagi saya. Where’s your favorite venue in Jakarta? Tergantung pada suasana hati saya sedang ingin menikmati hal apa. Terkadang saya suka tempat besar dengan yang menampilkan DJ. Tapi akhir-akhir ini saya lebih suka ke tempat yang kecil. Dimana saya bisa mendengarkan music yang bagus dan bertemu teman-teman. Do you digging records? Where’s your favorite place to find record gems? Sudah tidak sesering dulu lagi sih mencari records. Tapi saya punya sedikit koleksi yang sebagian besar dari teman-teman dan toko music yang saya datangi ketika di luar negeri. Tapi jika ingin mencari records di Jakarta, saya pasti ke Jalan Surabaya. Banyak records langka di sana! What single night out has been the most memorable for you as a DJ or crowd? Wow, ini pertanyaan yang sulit dijawab. Tapi salah satu highlights terbesar dalam karir DJ saya adalah ketika saya menjadi pembuka dari “The Roots” pada tahun 2008. Berbagi panggung dengan musisi favorit adalah pencapaian besar buat saya. Saya juga cukup beruntung pernah menjadi pembuka untuk Cut Chemist, J-Boogie, Seiji, dan Stanton Warriors. Setiap ada kesempatan, pasti saya pasti akan menyempatkan menonton pertunjukan music. Saya sudah melihat pertunjukan music di seluruh penjuru dunia, kecuali Afrika (dan Antartika, hehe). Terlebih ketika menyaksikan nama-nama besar seperti Stevie Wonder, Erykah Badu, The roots, dan banyak lagi. Itu mungkin merupakan malam terbaik saya. Dan saya akan terus melakukannya selagi bisa!