DGTL LVE: Pentas Musik Elektronik Berbalut Visual Menakjubkan

08-05-2016 11:05:08 By Yehezkiel Sihombing
img

Pemilihan “A brand new indoor electronic music experience” sebagai tagline yang diusung Love & Other Things dan Livescape Group untuk DGTL LVE adalah tanggungjawab yang berat. Mengingat tidak sedikit perhelatan rave bertaraf Internasional yang pernah diadakan di Indonesia, dimana semuanya menyatakan diri yang paling berbeda dan fresh. Memilih Econvention - Ancol, sebagai tempat digelarnya festival musik tersebut, 4 Mei 2016 adalah hari dimana validitas tagline tersebut coba dibuktikan. Logo DGTL LVE berukuran besar dengan medium 3 dimensi dipampang gagah di lobby Econvention. Pukul 9 malam gate dibuka, kerumunan partygoers yang sudah menunggu berbondong-bondong masuk ke dalam. Perhatian tim JakartaVenue langsung tersita pada megahnya tata lampu dan suara yang ditawarkan dari stage DGTL LVE. Bima G, lewat set hip-hop, RnB, dan Trap, ditunjuk menjadi pemanas suasana. Dipha Barus mengambil alih. Dj sekaligus produser yang ramai dibicarakan itu menghentak Econvention dengan seleksi lagu-lagu Progressive-House. Suana semakin ramai, tata lampu dan visual semakin mengeluarkan performa maksimalnya. Nomor “Starguitar” dari The Chemical Brothers diputar diujung set.  Ditutup oleh “No One Can’t Stop Us”, lagu yang diproduseri sendiri oleh Dipha dan dibawakan secara live dengan berkolaborasi bersama Kallula. Guest Star O’clock! Martin Bresso, yang akrab dengan nama panggung Tchami berdiri di belakang deck. DJ kewarganegaraan Perancis yang terkenal dengan remix version “Go Deep”, lagu milik Janet Jackson itu memutar lagu-lagu house yang terkadang terdengar membawa aura nostalgia. Mereka yang hadir semakin dimanjakan oleh koleksi visual bergerak pada layar, yang kadang terasa janggal namun terus menarik untuk ditatap. Hingga 30 menit memasuki dini hari, Tchami masih di atas panggung. Tchami berjalan ke belakang. Sorakan riang penonton mengakhiri penampilannya, sekaligus membuka waktu tampilnya Disclosure. Guy dan Howard Lawrence, duo kakak beradik asal Reigate, Inggris tersebut adalah penampil yang paling ditunggu malam itu. Logo Disclosure dalam ukuran besar tayang pada layar latar. [caption id="attachment_11994" align="alignnone" width="1800"]disclosure article edit 1 Disclosure naik ke atas panggung. "When A Fire Starts To Burn" dipilih sebagai lagu pembuka.[/caption] Nomor-nomor house garage dari album Settle dan Caracal lantas menggoyangkan crowd. Dari “When A fire Starts To Burn” sampai “Magnet” yang berhasil membakar suasana. Single “White Noise” juga tak luput dari daftar lagu yang membuat para fans Disclosure bergoyang. Laser tembak serupa jaring menerangi para penonton sampai baris belakang. Lagu-lagu Disclosure memang terkenal anthemic, sing along dari baris penonton tak dapat dihindarkan. “How about one more song? But promise me that you guys have to dance!”, teriak howard ketika akan memberikan encore untuk menyudahi set Disclosure. “You & Me” dipilih sebagai tembang penutup, crowd memberi applause meriah tanda kegirangan. [caption id="attachment_11992" align="alignnone" width="1800"]Tata lampu DGTL LVE yang menjadi atraksi menarik untuk crowd. Tata lampu DGTL LVE yang menjadi atraksi menarik untuk crowd.[/caption] Lampu utama menyala di pukul 3. Guy dan Howard kembali ke belakang panggung. Usai sudah festival DGTL LVE kali ini. Wajah sumringah mereka yang hadir menghiasi antrian keluar. Sepertinya kepuasan maksimal tidak bisa dipungkiri. “A brand new indoor electronic music experience” yang dijadikan tagline untuk DGTL LVE sepertinya sangat tepat. Angkat topi untuk pihak penyelenggara, Love & Other Things dan Livescape Group yang berhasil menghelat satu lagi pilihan rave menarik di Tanah Air. Sampai bertemu di DGTL LVE tahun depan!