Cara Mengatur Keuangan Bagi Young Urban

03-05-2016 06:05:43 By Tyas Pamungkas
img

Jocelyn Pantastico, founder dan CEO LiveOlive.com dalam wawancaranya dengan JakartaVenue mengatakan bahwa tidak kata terlambat untuk mengatur keuangan, lebih cepat justru lebih baik. Walau penghasilan bulanan sedikit, harus ada dana simpanan untuk pengeluaran darutat dan tabungan untuk aset masa depan seperti rumah, mobil, dan pendidikan. “Mulailah dari jumlah kecil, sebisa mungkin tingkatkan jumlahnya. Kalau kamu bisa menabung 300 ribu rupiah tiap bulannya, kamu akan punya 25 juta rupiah dalam lima tahun dengan asumsi bunga 7% per tahun,” paparnya. Nah, Jocelyn juga memberikan beberapa tips yang bisa diterapkan olehmu, para young urban yang tengah meniti karir. Check this one out!

Kelola Kartu Kredit dengan Baik

Kartu kredit bagai pisau bermata dua bagi kalangan young urban. Tidak sedikit anak muda baru bekerja yang terlilit utang kartu kredit dan terpaksa harus sembunyi dari kejaran debt collector. Tapi, kepemilikan kartu kredit ternyata sangat berguna di masa depan, apalagi bagi kamu yang merencanakan ingin membeli rumah. “Hati-hati dengan pengeluaran konsumtif seperti membeli barang yang nilainya turun seiring berjalannya waktu seperti gadget atau handbag. Sebenarnya tidak apa menggunakan kartu kredit untuk membeli barang-barang tersebut, tapi bayarlah semua tagihan bulanan utuh. Bukan 10%, 50%, atau 90%,” jelasnya. Konsep membayar tagihan secara utuh ini akan menguntungkan dalam jangka panjang. Simpan bonus yang didapatkan untuk membayar semua tagihan. Apalagi jika diperhatikan, bank punya bunga yang meningkat tiap tahunnya. Oh iya, perhatikan juga investasi jangka panjang yang bisa dilakukan dengan kartu kredit, seperti kepemilikan rumah atau kendaraan.

Atur Pengeluaran Bulanan

Setiap orang punya gaya hidup yang berbeda, jadi pengeluaran bulanannya berbeda juga. Tapi, ada aturan umum yang bisa dipakai menurut Jocelyn: Tabungan: 20% Asuransi: 10%-12% Pengeluaran hidup standar: 50% Hiburan: 30% “Semakin tinggi gajimu, semakin sedikit persentasi yang bisa kamu keluarkan untuk pengeluaran bulanan, dan semakin banyak yang bisa kamu tabung,” sarannya.

Pertimbangkan Asuransi

Faktor penting yang bisa membuat bangkrut adalah biaya keuangan. Kenyataan ini memang menyedihkan, tabungan 1 milyar yang telah dikumpulkan bertahun-tahun karena sakit. Nah, salah satu cara untuk mencegah hal itu adalah memiliki asuransi kesehatan. “Pastikan ke atasan jenis, nilai, waktu asuransi, orang-orang yang ditanggung, dan penyakitnya,” jelas Jocelyn. Kamu bisa tidak mengambil asuransi tambahan jika kamu sudah puas dengan asuransi dari kantor, atau jika kamu berpikir kamu tidak akan selamanya berada di perusahaan tersebut. Jika kamu seorang pengusaha, sisihkan uang untuk membeli asuransimu sendiri.