Saigon: Sajikan Kesegaran Tanah Vietnam

29-04-2016 10:04:21 By Tyas Pamungkas
img

Makanan Vietnam diklam sebagai makanan paling sehat, karena menyajikan berbagai sayuran segar yang tidak diproses tapi mudah dicerna. Selama ini, orang-orang hanya mengenal Pho dan Vietnamese Coffee sebagai makanan Vietnam. Padahal, banyak makanan lain yang belum dikenal dan menjanjikan kesegaran yang sama. Saigon Café di Kuningan berusaha menyajikan kesegaran Vietnam tersebut dalam tiap makanan yang disajikannya. Yeu Saigon Café, itulah nama lengkap restoran yang terletak di Kawasan Generali Tower, Gran Rubina, Kuningan, Jakarta. Ekstreriornya modern, tak kalah dengan gedung pencakar langit yang mengitarinya. Sepintas, suasana luar Saigon membuat kita seperti ada di Orchad Road, Singapura karena orang-orang kantoran begitu sibuk berlalu-lalang. Begitu membuka pintu masuknya, ada keramahan server yang menyambut dan menawarkan makanan. Kebetulan JakartaVenue datang di siang hari, saat restoran tengah dipadati orang yang makan siang, baik bersama pasangan maupun kolega. Walau penuh, tidak ada rasa sesak karena desain kursi-meja yang ditata sedemikian rupa membuat pengunjung tetap merasa nyaman. Dinding Saigon Café dipenuhi berbagai lukisan yang menggambarkan situasi Vietnam, belum lagi pajangan klasik yang membuat kami merasa ada di era Vietnam modern. Praba Madhavan, pemilik Saigon mengatakan bahwa keinginan untuk membawa Vietnam ke Jakarta didasarkan pada pengalamannya saat lima tahun tinggal di negeri yang beribukota di Hanoi tersebut. Ada banyak makanan yang jauh lebih enak daripada Pho, dengan bahan-bahan yang sederhana. Ide itu kemudian ia wujudkan bersama tunangannya, yang juga berasal dari Vietnam. “Dari sejarahnya, Vietam itu selama 120 tahun terakhir mereka itu terlibat perang terus. Karena mereka dalam kondisi perang, apapun yang mereka dapatkan itu bisa dijadikan bahan makanan. Jadi justru itu sering keliatan masakannya dari daun-daunan. Kehebatan masakan Vietnam adalah ingredients simpel dibentuk sedemikian rupa sampai menjadi enak,” papar Praba. Alasan perang jugalah yang membuat makanan Vietnam dipengaruhi beberapa budaya. Ada budaya Cina, Perancis, dan sedikit Amerika yang bisa dilihat dari masakannya. Saigon memadukan makanan dari Vietnam bagian utara, tengah, dan selatan dalam menunya. Jadilah semua cita rasa berpadu dengan gaya masing-masing daerah. Konsep Saigon adalah casual dining, jadi pengunjungnya bebas menggunakan pakaian apapun untuk berkunjung. Keluarga, anak-anak, atau pasangan bisa datang dan menikmati makanan Vietnam bersama. Saigon Cafe Jakarta “Apa yang mau kita introduce adalah masakan Vietnam yang healthy, tasty, otentik, dan rileks. Just come and enjoy,” jelasnya. Kini, 99 menu non-vegetarian dan 45 menu vegetarian disiapkan oleh 4 chef asli Vietnam setiap harinya. Ada kisah unik tentang chef Saigon. Jadi, mereka sering berkunjung ke rumah Praba. Tiba-tiba mereka berjalan-jalan di kebun dan memetik rumput dari kebun rumahnya. “Saya pikir, wah baik sekali mereka mau cabutin rumput saya. Hahaha. Tapi ternyata di antara rumput itu ada rumput liar yang bisa dijadikan bahan makanan. Mereka ambil, mereka cuci, jadi salad. Itu luar biasanya Vietnam karena terdesak hidup susah karena perang,” gelak pria yang awalnya berasal dari Malaysia ini. Negara Vietnam memang terbagi menjadi tiga bagian, utara, tengah, dan selatan. Ada sedikit perbedaan yang berusaha ditonjolkan dalam menu. Misalnya spring roll yang generik di semua wilayah ada. Karena Vietnam merupakan salah satu negara penghasil beras, makanan mereka kebanyakan berasal dari beras. Jadi, tidak ada kandungan gluten yang biasa ditemui dalam makanan lain. Saigon juga memiliki perkebunan di kawasan Cimanggis, Depok. Beberapa bahan makanan yang disajikan Saigon diimpor langsung dari Vietnam. Misalnya cabai dan kopi. Cabai yang disajikan memang berbeda dengan cabai lokal, rasa pedas hanya tertinggal di mulut, bukan di perut. Kopi yang disajikan juga berbeda dengan kopi Vietnam lain. Ada rasa cokelat manis yang terasa begitu kopi diseruput.

Saigon Delight

Selain Yeu Saigon Café, restoran ini juga membuka Saigon Delight, unit yang menyajikan makanan siap saji a la Vietnam di Bellagio Boutique Mall, Kuningan. Jadi, makanan di Saigon Delight lebih bisa dibawa pulang untuk dimakan on the go. Bahan yang digunakan sama, hanya bentuknya saja yang berbeda. Uniknya, Saigon Delight juga menjadi dapur sentral semua makanan yang disajikan di Saigon. Misalnya untuk membuat kaldu agar makanan tidak mengandung MSG, semua daging, tulang, dan bumbu yang diperlukan dimasak selama 11 jam di dapur ini, baru diantarkan ke semua Saigon. Location: Yeu Saigon Café: Generali Tower, Gran Rubina Business Park Lt. 1 Unit B, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan Saigon Delight: Kav E4/, The Bellagio Mall, Jl. Mega Kuningan Barat, Duren Tiga, Jakarta Selatan Opening Hours: Yeu Saigon Café: 10 AM – 10 PM Saigon Delight: 7 AM – 10 PM