Record Store Day Indonesia 2016: Mengembalikan Kejayaan Wujud Fisik Rekaman Musik

23-04-2016 10:04:22 By Yehezkiel Sihombing
img

Pihak Pasar Santa yang sedang dihujani opini masyarakat mengenai nasibnya yang tidak lagi ramai dikunjungi, boleh bergembira pada tanggal 16-17 April 2016 kemarin. Dengan diadakannya perhelatan Record Store Day Indonesia (RSD) 2016, pengunjung kembali bernostalgia dengan sesaknya Pasar Santa. Tidak heran, RSD Indonesia 2016 memang menyuguhkan beberapa hal menarik untuk para pengunjungnya. Lebih dari 70 penjual rekaman musik fisik lintas format berkumpul untuk memuaskan hasrat para pemburu records. “Jajan rock”, Istilah yang dipakai para kolektor saat berbelanja kepingan-kepingan musik dilakukan serentak oleh lebih dari 2000 pengunjung. Tidak hanya itu, RSD Indonesia 2016 juga dimeriahkan dengan aksi panggung dari beberapa unit musik independen seperti D’Jenks, Stars and Rabbit, Raksasa, Kaveh Kanes, dan masih banyak lagi. “Kalau RSD tahun ini lebih ngincar beli rilisan lokal sih. Kebetulan seru-seru, ada Heals, Avhath, Fuzzy I, dan yang lain-lain juga,” ujar Anida, seorang pengunjung RSD2016. Record Store Day memang selalu dianggap sebagai momentum yang tepat untuk menyelenggarakan perilisan rekaman musik, baik dalam bentuk piringan hitam, kaset, maupun cakram. Polka Wars, Seringai, Petaka, Danilla, dan beberapa musisi independen lain juga menjadikan acara ini sebagai ajang rilis album. Ditanyakan mengenai antusias publik terhadap perilisan format vinyl dari album Axis Mundi, milik Polka Wars, Raja dari Hearingeye Record sebagai pihak perilis menjawab “Cukup baik, dari segi penjualan di RSD sudah laku lebih dari setengahnya. Selanjutnya setelah di RSD kita akan menjual secara online untuk teman-teman yang tidak sempat hadir dan berdomisili di luar Jakarta," katanya. Record Store Day 2 Secara keseluruhan, jika dibandingkan dengan gelaran yang sama di tahun sebelumnya, Raja menilai perbedaan signifikan RSD Indonesia 2016 terletak pada pemilihan Pasar Santa sebagai lokasi acaranya. “Trademark Pasar Santa sebagai salah satu pusat record store di Jakarta membuat acara ini lebih accessible bagi para pecinta vinyl. Namun sayang denahnya cukup kompleks, membuat beberapa pengunjung bingung,” ujar Raja. Ditutup dengan penampilan Sunny Summer Day, keramaian di Record Store Day 2016 berhasil menjadi bukti  masih tingginya antusiasme masyarakat Jakarta terhadap rilisan fisik musik. Meskipun banyak hal yang masih harus dibenahi untuk membuktikan Jakarta layak menjadi tuan rumah Record Store Day Indonesia yang juga diadakan di 19 kota lainnya. Jangan sampai kenyamanan membeli rilisan musik dalam bentuk fisik tidak lagi bisa dinikmati dan berhujung seperti budaya modern lain yang tidak bisa bertahan lama. Karena ini salah satu harapan kita untuk menjadi saksi berkurangnya pembajakan karya musik. Semoga Record Store Day Indonesia masih terus digelar dan semakin baik lagi pada tahun-tahun selanjutnya!