Bounce Street Asia: Tawarkan Gaya Hidup Sehat dengan Melompat di Atas Trampolin

04-04-2016 10:04:46 By Tyas Pamungkas
img

Bounce Street Asia adalah taman trampolin asli Indonesia pertama yang ada di Jakarta. Area seluas 2.500 persegi berbentuk dome ini dipenuhi berbagai wahana untuk bersenang-senang. Ada beberapa area yang bisa kamu coba kalau berkunjung ke sana. Area terbesar adalah Main Court yang berbentuk kotak-kotak trampolin, Basketball Area di mana pengunjung bisa merasakan sensasi slam dunk dengan bantuan trampolin, Aero Court di mana kamu bisa bermain voli,dan High Performance Area yang punya daya lompat lebih kuat. Selain itu, ada juga Air Bag yang dijadikan sebagai tempat jatuh setelah lompat dari Aero Court, Wall Climbing, Battle Bin, Spider Tower, dan Dodge Ball Area. Semua area ini bisa dicoba dalam satu kunjungan. Head of Marketing Bounce Street Asia Ardiansyah Djafar mengatakan bahwa hal pertama yang akan diajarkan pada pengunjung adalah cara menjaga keselamatan sendiri. Pengunjung akan diajari cara melompat dan jatuh yang benar. Jika sudah tahu cara jatuh, pengunjung dengan sendirinya akan berani mengekesplor semua wahana yang ada. Hal itu dibenarkan oleh co-founder Bounce Street Asia Suraj Khiani, keselamatan dan kebersihan adalah faktor penting yang jadi pusat perhatiannya sebagai pengelola. Semua trampolin dibersihkan setiap pagi dan malam, bahkan gabus-gabus sejumlah 14.817, salah satu wahana di tempat ini juga dibersihkan sebulan sekali. Selain wahana yang sudah disebutkan, Bounce Street Asia juga punya program Bounce Night. Jadi, pengunjung bisa melompat ditemani musik elektro dari DJ ditambah penerangan yang biasanya ada di kelab malam. Tak hanya orangd dewasa yang bisa bersenang-senang di kelab malam, anak-anak dan remaja juga bisa, bahkan sambil berolahraga. Ide Bounce Street Asia sebenarnya sudah ada sejak 2014. Suraj menceritakan konsep taman trampolin ini muncul kala ia melihat gambar di media sosial Instagram. Ia dan kakaknya kemudian memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya, dan langsung memikirkan konsep agar mimpinya membuat taman trampolin bisa tercapai. Selain satu gambar di Instagram, ia sendiri merasakan kegelisahan saat melihat anak-anak lebih suka menghabiskan waktu di depan gadget atau perangkat game. Anak-anak ini tidak memiliki kegiatan yang membuat mereka aktif sekaligus dekat dengan orangtuanya. Suraj melihat, anak-anak bisa memiliki hubungan lebih baik dengan orangtuanya jika ada tempat yang lebih mendukung. “Ketika hubungan anak dan orangtua melebar, apa sih masalahnya. Quality orangtua dan anak semakin tidak ada. Trampoline park  adalah sarana di mana orang tua dan anak bisa main bareng. Dulu kalo kita liat ada playgrond di mall, anak ditinggal, orangtuanya shopping. Kita gak mau kayak gitu. Kita desain semuanya parents bisa liat anaknya langsung, direct, supervision,” tuturnya. Agar anak dan orangtua bisa bonding, dibuatlah Bounce Café yang terletak di lantai 2. Jadi, para orangtua bisa menunggui anaknya sekaligus mengawasi dari jauh. Tak jarang pula orangtua ini sibuk foto-foto, atau turun untuk bermain bersama dengan anaknya. Sepanjang tahun 2015 mungkin jadi tahun yang sangat berarti bagi mereka. Bounce Street Asia akhirnya berbentuk setelah berbulan-bulan dibuat. Tak hanya mengeluarkan konsep, Suraj dan kakaknya ikut turun langsung dalam proses pembangunan dan pemasangan trampolin. Konsep wahana, warna, dan detail-detail kecil tak luput dari perhatiannya. “Kita mau ini bukan tren sesaat aja ya. Kita mau jadi bagian dari lifestyle. Orang-orang tuh sekarang kalau mau kemana-mana macet. Kalo di sini, we can hangout full day,” kata Ardiansyah. Tarif perjam Bounce Street Asia adalah IDR 110K untuk hari kerja, 135K untuk weekend, dan 20K untuk pembelian kaos kaki khusus yang membuat kegiatan melompat lebih aman. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa menikmati sensasi melompat dan bersenang-senang sekaligus membakar kalori! Location: Jl. Kumala Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Opening Hours: 10 AM - 10 PM