Diving: Salah Satu PIlihan Gaya Hidup Masa Kini

28-03-2016 01:03:36 By Tyas Pamungkas
img

Diving bukan hanya berenang dan melihat ikan. Jika dilihat lebih jauh, ada misi tersembunyi, yaitu mengagumi potensi alam bumi ini, survival, hingga mencapai kesenangan pribadi. Ada orang-orang yang sudah jatuh cinta dengan keindahan bawah laut sehingga rela meluangkan waktu untuk mengunjunginya sebulan sekali. Mereka berlatih agar bisa terus meningkatkan kemampuan agar bisa mengunjungi lokasi diving paling mempesona. Sebenarnya, tak usah jauh-jauh ke Maldives jika ingin melihat keindahan bawah laut, laut Indonesia juga menyimpan pesona yang bisa dinikmati. Hal itu ditegaskan Andrew Wilson, pemilik W.A.T.E.R.W.O.R.L.D Dive Centre yang juga sudah menekuni hobi selam selama belasan tahun. Ia mengatakan inti dari menyelam adalah mengetahui nilai dan potensi alam sehingga bisa menjaganya lebih baik. Indonesia punya banyak potensi yang belum tergali dan masih bisa dilejajahi oleh warga negaranya sendiri. “Ya nature conservation. Jadi tahu kalo orang buang plastik di laut. Dengan diving kamu bisa belajar diving yang benar, memperlakukan alam yang benar, tahu kapan timing masuk ke laut kapan nggak,” jelasya. Andrew juga menjelaskan beberapa manfaat yang bisa diperoleh jika rajin menyelam. Menyelam ternyata bisa membuat pernapasan lebih bagus, tingkat detoksifikasi tinggi, dan membuat kulit bagus karena mendapat tekanan air laut. Hal yang perlu dilakukan sebelum diving menurut Andrew sebetulnya simpel. Kamu hanya perlu belajar dengan guru yang tepat, mendapatkan lisensi, dan terus berlatih. Perkara lisensi ini bukan hal main-main dalam dunia selam, karena jika kamu bisa mendapatkan lisensi level akhir, kamu bisa menyelam di hampir semua tempat di dunia tanpa khawatir karena ada ilmu dan standar pengamanan yang akhirnya diketahui. “Fun diving sebetulnya nggak perlu license, tapi kenapa nggak? Ujung-ujungnya misal ke Bali, kalo punya license bayarnya 165 dolar, kalo nggak punya bisa bayar 188. Kenapa lebih mahal? Karena kalau nggak punya license kita harus memastikan dia itu ngerti dan make sure aman,” tutur Andrew. Pria yang jatuh cinta pada dunia menyelam sejak kecil ini punya ketertarikan sendiri terhadap ikan-ikan besar. Ia pernah menyelam di California dan mendapat kesempatan bertemu dengan paus dan bermain dengannya. Selain ikan besar, ada juga orang yang mengejar kapal karam, penyelaman malam hari, atau karang. Setelah memasuki dunia ini, biasanya orang jadi tahu apa yang diinginkan. Andrew membantah anggapan bahwa diving adalah aktivitas yang mahal. Bisa melihat keindahan alam bawah laut adalah kemewahan tersendiri yang sebenarnya tak sebanding dengan uang yang dikeluarkan. Baginya, lisensi seharga 3-4 juta rupiah yang bisa digunakan 2 tahun lebih berguna daripada dihabiskan satu malam bersenang-senang. Bagaimana? Apakah kamu mau menjadikan olahraga ini sebagai gaya hidup? Mungkin bisa dicoba di Kepulauan Seribu yang dekat Jakarta, siapa tahu jatuh cinta dan mau juga menyelam di Maladewa!