Kolega: Tempat Bekerja, Mencari Inspirasi, dan Menambah Koneksi

21-03-2016 03:03:11 By Tyas Pamungkas
img

Setelah sukses di Tebet, co-working space Kolega membuka cabang di Jalan Suryo, Senopati, Jakarta Selatan. Misinya masih sama: menjadi rumah bagi para pekerja lepas sekaligus membuka kesempatan selebar-lebarnya untuk mengembangkan koneksi. Dari luar, Kolega di Jalan Suryo ini tidak tampak seperti co-working space.  Keberadaan mesin kopi di dekat meja resepsionis membuat Kolega layaknya kafe. Begtu masuk ke dalam, memang ada meja dan kursi yang bisa diduduki untuk bekerja, tapi tersebar juga bean bag dengan bantal-bantal nyaman. Letaknya cukup strategis, di kawasan bisnis Jakarta sehingga lebih mudah diakses. Kolega ditargetkan bagi pekerja freelancer, start up, mahasiswa, dan pekerja lembaga non profit. Tak hanya menyediakan ruangan, tempat ini rupanya mengutamakan co-working space sebagai tempat berkumpulnya berbagai komunitas. Komunitas ini biasanya memiliki latar belakang yang sama, misalnya orang yang dulunya banker kini memiliki perusahaan start up sehingga lebih mudah bertukar pikiran. Rafi Hiramsyah, Founder Kolega menyatakan alasannya mengembangkan Kolega menjadi co-working space seperti sekarang. Semua berawal saat ia menempuh pendidikan master di Inggris. Di sana, ia belajar tentang manajemen inovasi. Menurutnya, inovasi harus didukung, dikembangkan, dan dimanajemen dengan baik. Gayung bersambut, ternyata ada orang yang satu pemikiran dengannya. Rafi bertemu Adli Sujatmiko yang juga sekolah di Inggris. Mereka berdua akhirnya menjadi partner, mempelajari ilmu tentang pentingnya tempat bekerja yang nyaman, bahkan sempat mengikuti konferensi co-working space tingkat Asia di Bali. Ada fakta menarik yang diejelaskan Ale, nama panggilan Adli. Ia sempat melakukan riset ke Bali untuk melihat co-working space di sana. Di Bali, tepatnya Ubud, co-working space berkembang sedemikian rupa dan lebih matang, menjadi wadah bagi pekerja lepas yang sebagian besar warga asing. Komunitas berkembang, orang-orang di dalamnya saling membantu dan tak individualis. “Co-working space nggak bisa hidup tanpa community di dalamnya. Freelancer dan start up kebutuhannya banyak dan kita di sini selain menyediakan tempat, kita juga menyediakan servis lagi,” jelas Rafi. Rafi menjelaskan, servis yang disediakan Kolega adalah partnership seperti legal, accounting, dan platform workshop event. Misalnya bagi start up yang baru mendapatkan funding tapi masih bingung legalisasi udaha atau pembukuan, di Kolega disediakan konsultannya. Kolega terbagi menjadi beberapa ruangan. Ada Dedicated Room berkapasitas 16 orang yang bisa disewa per meja misalnya oleh satu perusahaan start up. Fasiitasnya cukup lengkap, mulai dari drawer pribadi dan akses ke event tanpa harus membayar lagi. Ada juga Event Space berkapasitas maksimal 25 orang dengan fasilitas proyektor, layar, dan sound system. Ruangan ini bisa dimanfaatkan untuk semua jenis acara. Selama tak ada acara, area ini bisa digunakan sebagai co-working space. Selain itu, ada juga Office Suite yang bisa disewa khusus satu kantor berkapasitas 8 orang. Ruangan ini berisi meja dan kursi, juga mendapatkan kesempatan akses ke kamar mandi dengan shower. Selain ruangan-ruangan itu, area luasnya adalah co-working space hampir di semua area dengan bentuk meja dan kursi yang berbeda-beda. Co-working space ini memungkinkan penyewanya berinteraksi satu sama lain karena bentuknya yang komunal. Opening Hours: 10 AM - 11 PM Location: Jl. Suryo no. 50, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta 12180 (Opposite Blok S Bus Stop)