Alasan-alasan Orang Suka Tinggal di Kota Besar

06-03-2016 02:03:04 By Tyas Pamungkas
img

Mengapa orang usia produktif suka tinggal di kota besar? Banyak alasan yang menjadi latar belakangnya. Begitu juga dengan Jakarta. Setiap hari media sosial diisi dengan keluhan, tapi kenapa tak lantas pindah saja dari kota ini? Ternyata, diam-diam orang yang mengeluh punya kecintaan tersendiri. Jakarta adalah tantangan yang bisa membentuk sejuta kenangan. Keluhan diubah menjadi potensi. Banyak kafe yang dibuat di tempat macet karena berharap bisa dijadikan sebagai tempat sembunyi sementara. Working space bertebaran berharap bisa menjadi alternatif tempat kerja yang tak berkubikel dan memunculkan ide kreatif. Ya, kreativitas berlari di sini. Jakarta menjadi tempat untuk berinovasi. Tak ada yang salah dari semua itu. JakartaVenue juga cinta Jakarta karena kota ini punya potensi untuk dibagikan pada penghuninya. Tapi, sebenarnya ada alasan umum mengapa orang suka sekali tinggal di kota besar dan kami ingin membagikannya pada kamu.

Bangunan Bersejarah

Kota maju pasti punya sejarah panjang sebelum waktu membentuknya jadi modern. Lihat saja di kawasan Kota Tua atau Petak Sembilan di Glodok. Bangunan bersejarah menjadi potensi wisata dan semua orang suka melihatnya. Seakan ada kemegahan masa lalu yang bersanding dengan modernitas. Orang-orang berpakaian modern lalu lalang di bawah gedung tua menjadi kontradiksi yang sangat menarik. Kini, selalu ada protes dari berbagai kalangan jika gedung lama dihancurkan dan mendukung pelestariannya. Banyak yang berpendapat lebih baik gedung tua dipertahankan dan diisi produk baru daripada diratakan dengan tanah.

Makanan

Kota besar biasanya berisi berbagai kebudayaan yang bercampur menjadi satu. Makanan adalah salah satu bentuk kebudayaan yang diapresiasi di kota besar. Semua jenis makanan ada, baik dari daerah di Indonesia maupun negara lain. Bahkan ada kawasan-kawasan yang mewadahi makanan tersebut sehingga pencarian lebih mudah di Jakarta. Sebutlah pusat makanan Tiongkok yang kini berada di kawasan Pasar Baru atau Tiongkok dan makanan Eropa yang lebih banyak ada di daerah Kemang. Semua makanan ada! Bahkan, gerai internasional seperti Starbucks laku keras di sini. [caption id="attachment_11509" align="alignnone" width="1200"] Taman Langsat[/caption]

Taman Kota

Taman mulai menjadi prioritas pemerintah agar warganya tetap gembira. Beberapa taman publik di Jakarta sudah dipercantik sehingga menjadi tempat berkegiatan warganya. Lihatlah Taman Langsat, Taman Menteng atau Taman Suropati yang sudah sukses mengumpulkan warga Jakarta untuk keluar sejenak dari ruangan berpendingin dan menikmati udara segar sambil membaca buku, bermain musik, atau berolahraga. Jika hal ini terus dilakukan, Jakarta pasti bisa lebih baik!
Growing up in any big city, you get exposed so many beautiful cultures. I've grown up with a lot open eyes around me that's influenced my eyes to open. - King Krule

Transportasi

Kesibukan warga sebuah kota berbanding lurus dengan sistem transportasinya. Lihat saja Singapura yang sudah memiliki sistem kereta bawah tanah super canggih dan bisa dijadikan sebagai alat transportasi tambahan. Karena mobilitas mudah, orang-orang jadi makin suka tinggal di kota besar. Begitu juga dengan Jakarta yang tengah membenahi sistem transportasi mulai dari menarik angkutan tak layak hingga mengembangkan sistem commuter line yang lebih nyaman dan aman.

Karir & Pekerjaan

Seperti yang udah kita tau kalau banyak orang berbondong-bondong ke kota besar (Jakarta) untuk mencari pekerjaan bahkan mengadu nasib. Mungkin salah satu alasannya karena Jakarta adalah ibu kota negara dan juga perputaran ekonomi & bisnis berpusat di Jakarta. Selain hal di atas, ada hal lain yang membuat orang suka sekali tinggal di kota besar: tempat tinggal. Walau mahal, orang-orang berlomba untuk bisa punya rumah di kota karena kedekatannya dengan pusat bisnis, wisata, pusat perbelanjaan, dan pusat kuliner. Semua bisa dijangkau dengan sekali berkendara (walau kadang macet). Yeah! Semua orang suka tinggal di kota besar dan tak ada yang salah dengan hal itu! Kalau kamu punya alasan lain bisa kirimkan cerita kamu ke letters@jakartavenue.com.