7 Habits For Work-at-Home Productivity

26-02-2016 02:02:34 By Tyas Pamungkas
img

Bekerja dari rumah kini sudah menjadi gaya hidup. Banyak orang yang berani keluar dari pekerjaanya di kantor dan memilih untuk menjalankan bisnis sendiri, menjadi pekerja lepas, atau melakukan hal yang lebih disukai. Bekerja di rumah populer karena orang-orang tidak harus terikat jam kerja, kontrak, atau peraturan kantor. Banyak yang mengatakan bahwa bekerja dari rumah gampang-gampang susah. Situasi di rumah yang biasanya santai membuat produktivitas menurun, apalagi tak ada deadline atau tekanan dari atasan. Semua itu sebenarnya bisa diatasi dengan mengatur pola kerja yang sesuai dan menguntungkan semua pihak. Misalnya, kamu bisa mulai bekerja lebih pagi agar di siang hari bisa ngopi di kedai favorit. Nah, JakartaVenue memberikan saran tentang kebiasaan-kebiasaan yang diperlukan agar tetap produktif walau bekerja dari rumah.

Get Ready for The Day

Bekerja dari rumah bukan berarti kamu bisa berpakaian kumal dan tak mandi. Kamu juga harus bersiap-siap untuk mengerjakan apa yang sudah dijadwalkan hari itu. Jadi, rutinitas baik seperti menyikat gigi, cuci muka, dan sarapan harus tetap dijalankan agar mood bagus seharian. Kalau bisa, jangan gunakan piyama atau pakaian tidur karena semangat bekerja harus tetap dijaga. Gunakan kemeja flanel dengan celana pendek sebagai bawahan. Kaus juga tetap bisa digunakan, tapi pilih kaus bersih dari lemari.

Set Aside Time to Do Chores

Kalau kamu bekerja dari rumah, kamu memang akan mendapatkan lebih banyak waktu luang – dan ya, kamu bebas menggunakannya. Tapi, agar pekerjaan tetap terselesaikan dengan baik, coba fokus dengan pekerjaanmu dan tak terganggu dengan hal apapun di rumah. Misalnya, set dua jam untuk bekerja dan istirahat selama 10 menit. Sepuluh menit ini bisa kamu gunakan untuk membuat kopi, memasukkan cucian ke mesin cuci, atau memotong sayuran untuk makan malam.

Listen to Music and Use Noise Cancelling Headphones

Mendengarkan musik sebagai teman kerja bisa meningkatkan produktivitas, apalagi jika musik yang disetel adalah musik upbeat. Tapi kamu bisa juga menyesuaikan jenis musik untuk jenis pekerjaanmu, jika deadline mepet, setel musik ceria, tapi jika membutuhkan konsentrasi, musik instrumental bisa menjadi pilihan.

Take a Midday Break

Apapun bisa bebas kamu lakukan di waktu istirahat siang hari. Makan siang dan menikmatinya dengan santai kemudian minum kopi atau teh pelan-pelan sangat mungkin dilakukan bagi kamu yang bekerja di rumah. Tak ada salahnya juga menonton satu episode serial favorit, baru buka lagi file pekerjaan dan selesaikan harimu!

Create a Dedicated Workspace

Jika tak ada tempat di dalam rumah untuk “kantor”, buat satu sudut di kamar menjadi workspace. Adanya workspace bisa membantumu lebih konsentrasi mengerjakan tugas karena tidak terganggu dengan hal-hal lain yang ada di sekeliling, misalnya suara TV yang ditonton kakak, atau gonggongan anjing tetangga. Konsistensi ini juga bisa membuat pekerjaan lebih cepat selesai karena kamu ada di working mindset.

Minimize Potential Distractions

Meminimalisasi gangguan bisa dilakukan dengan mengaktifkan mode silent di ponsel, tidak mengecek sosial media (kecuali bagi kamu yang bekerja di bidang sosial media), dan usahakan jangan sedikit-sedikit melihat notifikasi email (kecuali jika kamu tengah menantikannya). Hal ini bisa menambah produktivitasmu dalam menyelesaikan pekerjaan.

Know When to Call It a Day

Usahakan jangan buat kebiasaan bekerja di tengah malam setiap harinya. Orang-orang yang bekerja di rumah biasanya punya kecenderungan ini karena memilih siang harinya sebagai waktu berjalan-jalan dan refreshing. Jika kebiasaan ini dilanjutkan, kamu akan kekurangan waktu istirahat dan bisa sakit. Coba buat waktu kerja yang lebih sehat daripada harus terjaga di malam hari.