You Should Avoid this Toxic Behaviors That Push People Away

20-02-2016 02:02:50 By Tyas Pamungkas
img

Toxic behavior mungkin bisa dikenali dari sikap-sikap mengganggu yang biasa kamu temui pada orang-orang sehari-harinya. Biasanya, orang-orang dengan toxic behavior ini membuat drama dalam kehidupannya hingga membuat orang lain terlibat. Mereka tidak bisa menyelesaikan permasalahan pribadi sehingga memaksa orang-orang di sekelilingnya ikut sibuk memikirkan permasalahannya. Jika terus dibiarkan, toxic behavior bisa mengganggu pertemanan dan hubungan profesional. Orang-orang jadi cenderung menjauh karena kehidupannya sudah terganggu. Kenali ciri-ciri toxic behaviour yang dikemukakan oleh Kathy Caprino, seorang konsultan karir asal New York, Amerika Serikat ini.

Taking Everythings Personally

Kini, taking everything personally biasa dikenal dengan istilah populer “baper”. Orang-orang dengan sikap seperti ini menganggap apapun yang terjadi bisa berdampak buruk atau menyerang dirinya. Padahal, orang-orang yang bercerita biasanya lebih banyak menceritakan dirinya sendiri, barulah ia meminta sudut pandang orang yang menjadi lawan bicaranya. Ketika ada orang yang menganggap dirimu sukses atau gagal, semua itu ada di pikiran mereka. “Saya berpendapat jika sakit hati, kekecewaan, dan kesedihan di dalam kehidupan kita datang dari perasaan sendiri. Padahal, kita bisa lebih produktif dan sehat untuk membiarkan semua pendapat baik dan buruk tentangmu, memikirkan dengan logis dan bijak semua pendapat itu,”ujarnya.

Obsessing About Negative Thougts

Sangat sulit berada di sekeliling orang yang selalu menganggap semua hal negatif – terutama ketika mereka terus berbicara mengenai tak adilnya hidup ini. Orang-orang seperti ini biasanya keras kepala tak mau melihat sisi positif dari kejadian yang menimpa mereka. “Pesimisme adalah satu hal – tapi bertahan dengan sikap negatif adalah hal yang sangat berbeda. Hanya melihat sisi negatif dan bertindak dari sisi itu bisa mengganggu caramu berpikir dan hidup,”kata Kathy.

Treating Yourself Like a Victim

Toxic behavior lain adalah tak berhenti komplain dan selalu bersikap layaknya korban. Mempercayai diri sendiri sebagai korban berarti tak memiliki kekuasaan, usaha, dan arah hidup. Sikap ini dipercaya bisa membuat orang-orang terlihat kecil. Trauma bisa disembuhkan dengan usaha kuat dari dalam diri. “Ketika kamu berhenti mengeluh dan berusaha menolak melihat dirimu sebagai korban takdir atau diskriminasi, kamu akan menemukan dirimu lebih kuat dari yang pernah dibayangkan. Tapi semua itu hanya bisa terjadi kalau kamu memilih untuk menerima kenyataan,”tegas Kathy.

Cruelty – Lacking in Empathy or Putting Yourself in Other Shoes

“Salah satu sikap paling berbahaya adalah kekejaman, ketiadaan empati, tapi semua itu digunakan untuk memuaskan diri sendiri. Kita melihat hal tersebut setiap hari, online maupun di media – orang-orang begitu kejam pada orang lain hanya karena mereka bisa,” ucap Kathy. Ketika orang-orang bersikap jahat, ada yang tak terima dan membalas perlakuan buruk itu. Kathy juga menyarankan jika kamu menemukan dirimu sendiri telah bersikap jahat pada orang lain, gali dan tentukan arah hatimu. Kamu akan menyadari bahwa semua manusia sama.

Excessive Reactivity

Excessive reactivity bisa diartikan sebagai tindakan berlebihan. Pernahkah kamu menemui orang yang mengomel pada teller bank karena kesalahan kecil? Atau orang yang marah-marah di kasir karena ia merasa terlalu lama menunggu? Sikap-sikap tak bisa memanajemen emosi ini ternyata bisa menjadi toxic behavior bagi orang-orang di sekeliling. “Jika kamu menemukan dirimu bereaksi berlebihan pada sesuatu hingga menghilangkan kesempatan untuk berbuat lebih baik, kamu membutuhkan bantuan orang yang bisa mengontrol emosimu. Perspektif orang merupakan salah satu bentuk dukungan,”kata Kathy. Sikap-sikap di atas sebaiknya dihindari jika kamu ingin menjadi pemimpin. John Maxwell, seorang pembicara kepempinan mengatakan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa diikuti orang-orang dengan sukarela, tanpa paksaan. Toxic behaviour tentunya harus dihindari jika kamu tak ingin dijauhi.