Science Behind Your Cup of Coffee

02-02-2016 01:02:25 By Tyas Pamungkas
img

Kopi masih menjadi primadona bagi warga negeri ini, terutama bagi kalangan urban yang memiliki kesibukan dan produktivitas tinggi. Bagi sebagian orang, hari rasanya belum lengkap jika belum mencicipi secangkir kopi yang kadang baunya saja bisa membangkitkan mood. Tahukah kamu bahwa di balik secangkir kopi ada beberapa ilmu pengetahuan yang harus kamu ketahui? JakartaVenue merangkum beberapa di antaranya, sehingga kamu jadi tahu seluk beluk minuman favorit ini!

The Components

Satu cangkir standar kopi mengandung setidaknya 1000 bahan kimia. Walau belum ada ilmuwan yang mempublikasikan riset mengenai kandungan satu cangkir kopi, ada sejumlah bahan yang diyakini ada dalam minuman ini. Bahan-bahan tersebut memiliki potensi kesehatan, bahkan menurunkan risiko kematian karena penyakit. Ini dia beberapa bahan yang ada di dalam secangkir kopi. Caffeine Kafein merupakan salah satu jenis stimulan yang dikonsumsi secara masif dan global oleh penduduk dunia. Bahan ini mampu meningkatkan tingkat kewaspadaan tubuh, meredakan kelelahan, meningkatkan kemampuan untuk tetap terjaga, bahkan mampu meningkatkan daya ingat jangka panjang. Kafein juga mampu meningkatkan tingkat metabolisme dan menurunkan risiko gangguan metabolisme. Rekomendasi kafein yang bisa dikonsumsi tubuh adalah 400 miligram – sekitar 4 hingga 5 cangkir perhari tergantung jenis seduhannya. Selain manfaat di atas, jika dikonsumsi berlebihan pada beberapa orang kafein bisa menyebabkan kecemasan, kurang istirahat, gangguan pencernaan, percepatan detak jantung, dan tremor pada otot. Chlorogenic acids Kandungan yang bisa bisa dikenali dari rasa asam pada kopi ini mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2. Penyakit kardiovaskular adalah gangguan pada jantung dan pembuluh darah, yang paling umum adalah penyakit jantung dan stroke. Trigolline Kandungan ini biasa ditemukan pada rasa pahit yang terasa saat meminum kopi. Walau pahit, sebenarnya Trigolline bisa melindungi otak dari kerusakan, menghambat pertumbuhan kanker, melawan bakteri jahat, dan menurunkan tingkat gula serta kolesterol dalam tubuh.

The Bean

Di dunia ada lebih dari 70 jenis kopi, tapi ada dua jenis yang umum dikenal di pasaran: Arabika dan Robusta. Arabika adalah jenis biji yang paling terkenal karena kekuatan aroma dan rasa yang seimbang. Jenis ini memiliki lebih banyak trigonelline. Di sisi lain, Robusta justru memiliki lebih banyak kandungan kafein dan chlorogenic acid.

The Roast

Tidak ada standar metode untuk proses roasting yang dilakukan untuk membuat secangkir kopi. Tapi, secara umum biji kopi dimasak terlebih dulu dalam suhu di antara 180 hingga 250 derajat celcius selama 2 hingga 25 menit. Proses ini membuat biji yang semula berwarna hijau dan berbau kacang beruah menjadi biji lezat berwarna kecolekalatan. Saat proses pembakaran, kadar gula dan lemak turun sedangkan asam amino dan gula bereaksi satu sama lain. Berbeda dengan beberapa pandangan umum, kadar kafein dalam biji tidak berubah banyak saat proses pembakaran. Beberapa penelitian menunjkkan bahwa ada sedikit sekali penurunan kafein dalam biji yang dibakar terlalu lama, tapi beberapa penelitian lain menunjukkan tak ada perubahan.

The Water

Dulu berkembang anggapan bahwa kopi terbaik dihasilkan dari air yang bersih dan tak terkontaminasi. Kini anggapan tersebut tak sepenuhnya benar, karena dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa ion positif yang biasa ada di air berkapur bagus untuk mengikat rasa kopi. Secara umum, ion kalsium dan magnesium adalah yang terbaik untuk menambah rasa tanpa mengubah rasa kopi secara keseluruhan.