Freeletics: The Hottest Workout in Town

01-02-2016 01:02:01 By Tyas Pamungkas
img

Workout masih menjadi tren baik yang terus berkembang sejak beberapa tahun belakangan. Lari, TRX, Pilates atau Yoga menjadi kebiasaan yang dijalani warga Jakarta saat ini. Orang-orang berlomba untuk memamerkan kegiatannya membuat tubuh sehat dan bugar. Nah, tahun ini Freeletics bisa dijadikan pilihan workout yang bisa kamu jalani. Jenis latihan ini simpel, tidak membutuhkan alat, dan bisa dilakukan di dalam ruangan dengan waktu yang fleksibel juga. Freeletics ditemukan oleh tiga sekawan asal Jerman, Andrei Matijczak, Joshua Cornelius, dan Mahmet Yilmas tahun 2012. Kegiatan ini menjadi populer karena cara menjalaninya yang mudah, cukup dengan mengunduh aplikasi panduannya di Google Play atau App Store. Kemudian kamu memilih jenis latihan yang disesuaikan dengan jenis kelamin dan hasil akhir yang diinginkan, misalnya membentuk daya tahan tubuh, kardio, bahkan kombinasi keduanya. Jenis gerakan yang dilakukan juga bukan gerakan yang sulit, misalnya jumping jacks sebanyak 75 kali. Pertama kali melakukannya, pasti ada rasa berat dan sakit terutama bagi kamu yan tidak biasa menjalankan workout. Satu hal yang ditekankan kala ada rasa sakit dan berat saat melakukannya: bahwa Freeletics mudah dan kamu bisa melakukannya! Rasa sakit itu adalah indikasi bahwa kamu melakukan gerakan-gerakan dengan benar. Kamu bisa beristirahat ketika merasa kelelahan, minum sedikit air putih, kemudian lakukan lagi! Seiring berjalannya waktu, tubuh akan terbiasa untuk melakukan gerakan-gerakan berikutnya. Jika kamu mengikuti panduan yang ada, kamu bisa mendapatkan saran tentang porsi latihan, bahkan jenis diet makanan yang bisa dipilih untuk mendukung output yang diinginkan. Dalam panduan disebutkan, jika kamu sakit setelah melakukan Freeletics, jangan menyerah. Yakin bahwa kamu bisa terus meningkatkan performa gerakan dan waktu latihan. Jangan lupakan pemanasan sebelum melakukan Freeletics dan peregangan setelah melakukannya. Hal ini penting untuk menghindarkan diri dari cedera yang bisa membuatmu malas workout. Buat waktu khusus agar Freeletics bisa menjadi rutinitas, misalnya dua hari sekali sepulang melakukan kegiatan sehari-hari. Dalam aplikasi disarankan kalau kamu harus melakukan sprint, hal penting dan sebisa mungkin jangan ditinggalkan. Maka itu, buat skema waktu di mana kamu bisa berlari minimal 40 meter maksimal 100 meter untuk terus meningkatkan performa tubuh. Menariknya lagi, kamu bisa berbagi dengan orang-orang yang melakukan Freeletics di seluruh duia untuk mengetahui sejauh mana proses yang telah mereka lakukan dan membuatmu termotivasi . Berat badan turun, bentuk tubuh indah, dan kebugaran! Itulah yang terpenting dari aktivitas ini: punya tubuh bugar dan bisa melakukan rutinitas tanpa ragu. Jakarta punya komunitas Freeletics Jakarta yang berlatih bersama di Taman Kerinci , Jakarta Selatan setiap Sabtu pagi pukul 8. Tak ada biaya untuk Sweat Camp yang mereka lakukan, tapi pastikan kamu sudah makan atau minum sesuatu yang mengandung gula sebelum mulai berlatih. Selamat mencoba!