5 Worth to Watch Movies from Sundance 2016

21-01-2016 10:01:32 By Tyas Pamungkas
img

Sundance merupakan festival bergengsi tahunan yang biasanya dijadikan tolok ukur bagi perkembangan film independen. Berbagai karya dengan kisah unik berisi isu sosial, pemeran dan kreator dari berbagai ras, hingga genre film yang makin beragam diluncurkan, membuat film independen yang tidak muncul di layar arus utama menjadi perbincangan. Tahun ini, Sundance Film Festival 201 6 akan diselenggarakan tanggal 21-31 Januari tahun ini. John Cooper, Festival Director Sundance Film Festival dalam wawancara yang dimuat di situs ofisial mengatakan bahwa festival tahun lalu merupakan sukses besar, dibuktikan dengan banyaknya film yang didaftarkan tahun ini. Ia mengatakan film independen tengah mengalami kemajuan pesat, dibagi menjadi tiga aspek: kedalaman kisah, pendalaman kreator terhadap karya, dan permainan genre. “We also know that there’s a strong audience for independent films—people who love independent films and want to see and experience them. I think these adventurous audiences are really going to be excited by the energy, creativity, and fresh perspectives in these films,” papar John. Jadi, film apakah yang harus ditonton? JakartaVenue merekomendasikan 5 film Sundance yang bisa kamu tonton dengan perspektif unik khas film-film independen.

Certain Women

Film ini disebut-sebut sebagai film paling bertaburan bintang dalam festival ini. Laura Dern, Kristen Stewart, dan Michelle Williams sebagai aktris yang biasa muncul di film arus utama harus mampu berperan sebagai tiga orang wanita yang tinggal di sebuah kota kecil Amerika. Certain Women diangkat dari kumpulan kisah Both Ways Is Only Way I Want dan Half in Love karya Maile Meloy.

Christine

Antonio Campos sebagai sutradara tidak mau beranjak dari kisah gelap dan menyedihkan. Setelah Simon Killer yang dirilis tahun 2012, tahun ini ia kembali merilis kisah suram mengenai seorang penyiar berita bernama Christine Chubbuck (Rebecca Hall) yang bunuh diri saat siaran langsung. Kisah ini menjadi menarik karena set waktu yang digunakan adalah tahun 1970.

Kiki

Film ini menceritakan tentang sejarah gaya-gaya dance sekaligus cara para penari ini mempertahankan diri. Agar bisa memberikan kisah mendalam, Sara Jordenö, sang kreator berdarah Swedia ini mengikuti kehidupan sehari-hari sebuah grup Lesbian, Bisexual, Gay, Transgender, and Queer Community (LBGTQ) yang mewakili “Kiki” Balls di New York. Film ini tergolong tak biasa karena mengangkat kehidupan LGBTQ

Lo and Behold

Film dokumenter ini menceritakan perkembangan internet dan bagaimana manusia saling terkait satu sama lain karenanya.  Ada peta lika-liku internet yang berusaha dijelaskan Werner Hezorg, kreator Lo and Behold, mulai dari pelopor internet hingga bahaya radiasi wireless. Hezorg berusaha menjelaskan ada unsur optimis sekaligus pesimis dari kehadiran internet dalam kehidupan manusia.

Michael Jackson’s Journey from Motown Off The Wall

Film yang disutradarai Spike Lee ini mengisahkan perubahan total peta musik pop: rilis album Off The Wall milik Michael Jackson. Sejumlah nama dilibatkan sebagai informan seperti David Foster, Questlove, Lee Daniel, hingga Jackson family untuk menceritakan album yang mengubah total karir Michael Jackson dan menjadikannya cetak biru musik modern. Film ini menambah panjang deretan film dokumenter mengenai penyanyi-penyanyi legendaris seperti Curt Cobain, Amy Winehouse, Jimi Hendrix, dan Elvis Presley.